SAPENWARU: Titik Awal Warga Baru Berproses

KAMPUS – Masa Penerimaan Warga Baru (SAPENWARU) Teater  SATOESH IAIN Kudus kembali menggelar pementasan tari, musikalisasi puisi, teatrikal, dan monolog bertajuk “Rumaketing Paseduluran Anggayuh Aruming Katresnan” di lapangan tenis kampus timur IAIN Kudus, Kamis malam (19/09/2019).

Salah satu panitia, Ahmad Latif Burhanudin  menjelaskan bahwa SAPENWARU merupakan pengenalan panggung bagi warga baru supaya terbiasa tampil di depan orang banyak  dalam rangka melatih mental dan kemampuan.

“Ini merupakan pementasan pertama bagi warga baru agar mereka tak gugup dan demam panggung saat melakoni pementasan di pentas-pentas yang ditampilkan selanjutnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia berharap masyarakat yang menyaksikan pementasan ini mampu memberikan pandangan para teatrikal terhadap nilai seni lewat SAPENWARU.

“SAPENWARU juga dimaksudkan sebagai apresiasi seni kepada warga baru dengan memberikan kesempatan penampilannya dalam wujud pementasan.” Imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga baru, Riki Ahmad Failasuf menargetkan jika nantinya memasuki pentas produksi sudah benar-benar menguasai di lapangan. Sehingga dapat mengembangkan lebih baik dari pentas perdananya yang menjadi awal dirinya berproses.

“Awal saya masuk di Teater  SATOESH karena sudah ada niatan.  Dari dulu saya bercita-cita menjadi seorang aktor,” terangnya.

Riki menjelaskan ketertarikannya dengan teater karena terdapat nilai kebebasan mengekspresikan segala hal.

“Di teater itu enak,  senang dan sedih bisa kita tuangkan dalam akting,” pungkasnya. (Fatwa)