SMP Jadi Wadah Pimpinan DEMA dan SEMA PTKIN Kenali Dunia Luar



Kuala Lumpur
- Student Mobility Program (SMP) menjadi wadah pimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) PTKIN se-Indonesia untuk kenali dunia luar. SMP diyakini dapat memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa mengenal sistem pendidikan, tradisi akademik dan kemahasiswaan perguruan tinggi di luar negeri.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan pimpinan mahasiswa harus berani mengenal dunia luar agar tidak terkurung dan minim pengetahuan untuk menghadapi masa depan. 

"Penting bagi pimpinan Mahasiswa mengenal dunia luar agar mampu mengikuti pergaulan global dan membekali diri sejumlah ilmu dan pengalaman untuk masa depannya” kata Ruchman Selasa (26/11/2019) di Kuala Lumpur.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini berharap agar moment SMP dimanfaatkan dengan baik untuk menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan dan pengalaman.

"Gali sebanyak-banyaknya ilmu dan pengetahuan saat mengikuti SMP," jelasnya. 

Ketua Forum WR/WK III PTKIN se-Indonesia, Waryono Abdul Ghofur menjelaskan agenda penting SMP adalah mahasiswa mengikuti seminar dan mempresentasikan makalah moderasi beragama, berdiskusi dengan para mahasiswa PT tujuan dan juga melakukan memorandum of understanding (MoU) untuk pengembangan PTKI.

“SMP kita desain agar mahasiswa dapat banyak belajar di kampus-kampus di luar negeri dan mereka mengenalkan moderasi beragama sebagai bentuk tanggungjawab global”, terang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga ini

Sedangkan, Rektor IAIN Purwokerto, Muhammad Rokib yang turut serta dalam rombongan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program SMP Kemenag. Menurutnya, Student Mobility merupakan program penting bagi mahasiswa dan Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN untuk mengetahui seluk beluk pendidikan di luar negeri.

“Jika yang di lihat nanti ternyata lebih unggul dari apa yang ada di Indonesia maka bisa ijadikan roole model, tetapi jika lebih rendah dengan apa yang kita miliki akan menambah kepercayaan diri mahasiswa," terang Rokib.

Kegiatan SMP ini di inisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia yang berlangsung tanggal 24-30 November 2019. Dan diikuti 68 mahasiswa yang tergabung dalam DEMA dan SEMA PTKIN, yang didampingi oleh 36 WR/WK III PTKIN se-Indonesia dan 13 dosen dan juga tenaga kependidikan.

Rombongan akan mengunjungi tiga negara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Serta empat perguruan tinggi tujuan, diantaranya Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan di Fathoni University Thailand. (Falis/RB)