| Dokumentasi foto bersama mahasiswa KPI UIN Sunan Kudus dengan Murianews |
PPL-KKL tersebut dilaksanakan di kantor redaksi Murianews, United Square, Jalan Lingkar Utara, Singocandi, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Murianews sendiri merupakan media siber lokal yang berfokus pada pemberitaan di wilayah eks Karesidenan Pati, meliputi Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan.
Murianews menjadi salah satu dari 14 lembaga mitra yang dipilih Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Sunan Kudus sebagai lokasi PPL Terintegrasi KKL tahun 2026.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori komunikasi dan jurnalistik, tetapi juga menguji langsung kemampuan tersebut di lingkungan kerja. Dosen Pembimbing Lapangan, Primi Rohimi, mendorong mahasiswa agar menjadikan kegiatan tersebut sebagai pengalaman yang benar-benar memberikan dampak.
“Jadikan magang ini sebagai magang yang berdampak, bukan hanya sebagai formalitas,” ujarnya.
Selama menjalani PPL, mahasiswa terlibat dalam berbagai aktivitas jurnalistik di bawah bimbingan tim redaksi Murianews. Mulai dari menyaring informasi, melakukan wawancara, menyusun naskah berita, hingga mengikuti liputan langsung bersama wartawan.
Tidak berhenti pada praktik, mahasiswa juga mendapatkan target produksi berita dengan format straight news dan feature mendalam. Mereka turut dibekali materi mengenai media massa, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, kode etik jurnalistik, struktur penulisan berita, serta berbagai hal lain yang berkaitan dengan dunia jurnalistik.
Koordinator kelompok, Anjar, menilai pengalaman tersebut memberikan suasana belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di kampus.
“Mulai dari sesi materi, diskusi interaktif, hingga peliputan langsung adalah hal yang tidak kami dapatkan di kampus, tetapi bisa kami dapatkan di Murianews,” ungkapnya.
Menurut Anjar, pengalaman tersebut bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan gambaran lebih nyata mengenai bagaimana industri media bekerja.
Hal senada disampaikan Pamong Murianews, Supriyadi. Menurutnya, pembekalan materi sebelum mahasiswa terjun ke lapangan diperlukan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori jurnalistik secara umum.
“Biasanya mahasiswa hanya paham teori dasarnya saja, bukan pendalaman materinya. Di Murianews mereka diberi bekal seperti itu agar lebih siap saat praktik di lapangan,” jelasnya.
Meski begitu, Supriyadi menilai durasi satu bulan masih terlalu singkat untuk melihat perkembangan kemampuan mahasiswa secara optimal. Menurutnya, program magang idealnya berlangsung lebih lama agar perubahan kemampuan mahasiswa dapat terlihat lebih signifikan.
“Perbedaannya memang belum terlalu signifikan karena keterbatasan waktu. Idealnya magang itu tiga bulan untuk tahu perkembangan signifikannya,” ujarnya.
Meski waktunya terbatas, Supriyadi menyebut perkembangan mahasiswa sudah mulai terlihat dari hasil produksi berita. Bahkan, terdapat berita yang diproduksi mahasiswa dengan jumlah tayangan mencapai 15 ribu.
| Penyerahan plakat dari Murianews untuk UIN Sunan Kudus |
Sementara itu, Primi Rohimi berharap kolaborasi antara UIN Sunan Kudus dan media dapat terus berlanjut. Menurutnya, mahasiswa membutuhkan ruang untuk mengembangkan kompetensi jurnalistik, sementara industri media juga membutuhkan regenerasi jurnalis muda yang memiliki pengetahuan sekaligus berakhlak.
Pengalaman PPL tersebut diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa untuk menghadapi dunia setelah lulus, baik sebagai jurnalis, content creator, maupun komunikator dakwah yang mampu memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat.
Program PPL Terintegrasi KKL FDKI UIN Sunan Kudus bersama Murianews akhirnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melihat bahwa jurnalistik bukan sekadar teori tentang menulis berita. Di balik sebuah berita, ada proses mencari informasi, memastikan data, turun ke lapangan, hingga mempertanggungjawabkan informasi yang disampaikan kepada publik.

