Hartopo : Jangan Asal Pilih Perguruan Tinggi


Kudus - Sebagian besar calon mahasiswa memilih perguruan tinggi tanpa mempertimbangkan bagaimana kedepannya. Akibatnya mereka memilih untuk pindah dari perguruan tinggi yang dipilihnya. Pernyataan tersebut disampaikan, PLT Bupati Kudus, M Hartopo, sekaligus membuka acara Expo Perguruan Tinggi ke-V yang berlangsung di Jamiyatul Hujjaj Kudus. Acara tahunan tersebut diadakan Musyawaroh Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) pada Selasa (14/01/20).

"Saya harap siswa kelas 12 tidak asal-asalan dalam memilih perguruan tinggi yakni dengan memprioritaskan perguruan tinggi dan program studi yang telah terakreditasi," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III, Sutopo, mengatakan, adanya expo perguruan tinggi yang disajikan sebagai wadah informasi untuk kelas 12 agar tidak salah dalam memilih perguruan tinggi. 

"Para siswa kelas 12 ini didekatkan dengan sejumlah informasi mengenai perguruan tinggi sehingga ini menjadi bagian untuk saling melengkapi antara SMA MA SMK Se-Kabupaten Kudus dan Perguruan Tinggi area Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI," terangnya. 

Sunoto berharap, kuliah di perguruan tinggi tertentu tidak menjadi sebuah uji coba bagi mahasiswa sehingga sebelum memilih mereka berusaha untuk mencari informasi perguruan tinggi terlebih dahulu.

"Saya harap kuliah mereka tidak hanya sebatas uji coba saja. Terkadang ada yang kuliah satu tahun lalu pindah ke perguruan tinggi lain," harapnya.


Sarana Penyalur Informasi Kampus

Ada beberapa perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan Expo ini salah satunya, yaitu IAIN Kudus. Kasubbag Akademik IAIN Kudus, Agus Wahyudi, mengatakan,  kegiatan Expo perguruan tinggi merupakan sarana untuk menyalurkan informasi seputar kampus. 
"Informasi mengenai IAIN Kudus akan bisa tersampaikan melalui kegiatan expo ini, baik informasi mengenai program studi, akreditasi, maupun biaya yang ada di IAIN Kudus sehingga menambah keyakinan calon mahasiswa untuk kuliah di IAIN Kudus," jelasnya. 

Agus menambahkan, ada beberapa hal yang bisa disampaikan kepada siswa kelas 12 yakni mengenai kualitas sebagian prodi, biaya yang terjangkau dan beberapa program beasiswa. 
"Bisa dilihat bahwa IAIN Kudus memiliki sebagian prodi yang terakreditasi B. Selain itu sarana dan prasana juga semakin baik dan yang terpenting adalah biaya yang terjangkau," tandasnya. 

Adapun tahun ini, lanjut Agus, di jalur SPAN-PTKIN, mahasiswa berkesempatan mendapatkan biaya UKT terendah yakni dengan kuota 5 persen dari keseluruhan calon mahasiswa. 

"Kami juga akan sampaikan mengenai beberapa biaya yang bisa menjadi pertimbangan mereka yakni berupa kesempatan mendapatkan biaya UKT terendah dan tak lupa juga program bidikmisi yang ada di IAIN Kudus," pungkasnya.(shel, zak, hani/Umi)