4 Kunci Menjadi Pemikir Politik Islam di Era Global

KUDUS, PARIST.ID – Memahami aspek internal, eksternal, fokus, dan orisinalitas merupakan empat kunci yang harus dikuasai seseorang yang ingin menjadi pemikir Islam baru pada masyarakat global yang dinamis.

Menjadi agenda rutin bulanan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pemikiran Politik Islam (PPI), mengadakan diskusi online edisi Mei. Diskusi yang diperuntukkan khusus mahasiswa PPI kali ini mengusung tema  “Menjadi Pemikir Politik Islam Baru pada Masyarakat Global yang Dinamis”.

Dengan menghadirkan Dosen PPI, Ozi Setiadi, sebagai pemateri tunggal, diskusi yang dipandu oleh Hamam Nasirudin ini berlangsung melalui Whats App Group (WAG), Selasa (12/05).

Pada kesempatan itu, Ozi menjelaskan secara gamblang mengenai empat kunci menjadi pemikir politik islam di era global, yakni memahami aspek internal, eksternal, fokus, dan orisinalitas. Sementara, peserta diskusi terlihat antusias mengikuti jalannya diskusi yang dimulai pukul 15.30 – 17.00 WIB tersebut.

“Aspek internal terdiri dari kemampuan intelektual, kemampuan retoris, kemampuan menulis, kemampuan menonjolkan diri, serta kemampuan berpenampilan," jelasnya. 

Aspek kedua, lanjut Ozi, terdiri dari jaringan,  media, dan kapital atau modal. Sedangkan aspek ketiga dan keempat secara berturut-turut adalah fokus dan orisinalitas.

Terakhir, Setiadi berpesan seorang pemikir politik harus mempunyai komitmen dan konsistensi yang kuat dalam menjalani setiap prosesnya. Karena itu menjadi kunci kesuksesan bagi seseorang dalam mencapainya.

“Teruslah konsisten, jika kamu mau menulis ya nulis saja. Biarpun sedikit cobalah untuk tetap konsisten," pesannya. (Fatw)