| Dokumentasi kegiatan pelatihan jamu instan ((17/07/) |
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan mengolah tanaman herbal menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengolah jahe, kunyit, serai, kayu manis, dan gula aren menjadi jamu instan yang praktis dan siap seduh.
Mahasiswa memperkenalkan setiap tahapan pembuatan, mulai dari pemilihan bahan, pencucian, penghalusan rempah, hingga proses pengeringan agar produk memiliki daya simpan lebih lama. Setelah itu, peserta mempraktikkan langsung proses pembuatan jamu instan didampingi mahasiswa.
"Ini cocok untuk hawa dingin seperti sekarang. Minuman ini bisa menghangatkan tubuh dan rasanya juga enak," ujarnya.
Hal senada disampaikan Heru. Menurutnya, jamu instan memiliki keunggulan karena dapat disimpan dalam waktu lama dan praktis untuk disajikan.
"Ini bagus karena bisa disimpan dan ketika ingin diminum tinggal diseduh. Praktis dan tetap bermanfaat untuk kesehatan," tuturnya.
Sementara itu, Yayid menilai produk jamu instan berpotensi menjadi fasilitas pendukung layanan pijat di PPS Penganthi.
"Ini bisa menjadi tambahan fasilitas di klinik pijat untuk membantu menghangatkan tubuh pasien setelah terapi," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga mendorong pemberdayaan penerima manfaat melalui pengembangan keterampilan vokasional. Produk jamu instan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi peluang usaha sekaligus mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.

