Dokumentasi kegiatan pembekalan KKN UIN Sunan Kudus 2026
Pelaksanaan KKN dijadwalkan berlangsung pada 1–31 Agustus 2026 dengan tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi”. Peserta KKN terdiri dari 1.848 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Kudus dan 425 di Kabupaten Pati.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Sunan Kudus, Abdurrohman Kasdi, dalam sambutannya, ia mengingatkan mahasiswa agar mampu menjadi duta kampus yang membawa nama baik UIN Sunan Kudus selama berada di tengah masyarakat.
"KKN merupakan miniatur kehidupan yang sesungguhnya. Selain menjalankan program kerja yang terstruktur, mahasiswa juga akan banyak berinteraksi dengan masyarakat. Jadilah duta UIN Sunan Kudus yang mampu memberikan inspirasi, meninggalkan kesan baik, serta mematuhi kode etik dan budaya di wilayah tempat KKN," pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjadikan kegiatan pengabdian sebagai bentuk kebermanfaatan bagi masyarakat. Ia mengutip hadis, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya," sebagai motivasi bagi seluruh peserta KKN.
Materi pembekalan pertama disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Abdul Karim. Ia menjelaskan bahwa persoalan lingkungan seperti pemanasan global, deforestasi akibat alih fungsi hutan, dan polusi menjadi tantangan yang harus mendapat perhatian bersama.
Menurutnya, mahasiswa KKN diharapkan mampu mengaktualisasikan diri melalui program-program yang berorientasi pada pelestarian lingkungan sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.
"KKN bukan sekadar menjalankan program, tetapi bagaimana mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan bagi masyarakat, termasuk dalam menjaga kelestarian lingkungan," ujarnya.
Ia menjelaskan, program internalisasi ekoteologi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti literasi kepedulian lingkungan berbasis keagamaan, edukasi pengelolaan sampah, pengurangan sampah plastik, pembuatan kompos dan biopori, pemanfaatan kebun maupun apotek hidup, hingga kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat dalam aksi peduli lingkungan. Program-program tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masing-masing desa lokasi KKN.
Pada sesi berikutnya, dosen UIN Sunan Kudus, Fifi Nofiaturrahmah, memaparkan hasil Focus Group Discussion (FGD) sebagai bekal mahasiswa dalam menyusun program kerja. Ia mengajak mahasiswa untuk tidak terpaku pada berbagai persoalan yang ada di desa, melainkan menggali potensi yang dimiliki masyarakat.
"Masalah pasti ada. Dalam KKN kita tidak perlu fokus pada masalahnya, tetapi melihat potensi yang dimiliki desa. KKN adalah ruang untuk saling melengkapi dan bersama-sama mengembangkan potensi tersebut," ungkapnya.
Melalui pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program kerja yang berdampak bagi masyarakat dengan mengedepankan pemberdayaan potensi desa, kepedulian terhadap lingkungan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat. Target KKN UIN Sunan Kudus 2026 juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, meningkatkan kesadaran ekoteologi, serta mengembangkan peran mahasiswa sebagai agent of change di tengah masyarakat.

