Kurangnya Literasi Keuangan Syariah Jadi Masalah Utama

KAMPUS - Literasi keuangan syariah yang masih rendah menjadi salah satu penyebab marketing bank syariah di Indonesia menjadi kecil.

Selain itu, meski sebagai pemilik urutan ke-9 aset terbesar bank syariah di dunia, masyarakat Indonesia lebih cenderung menggunakan bank konvensional daripada syariah. Karena mereka menganggap bank syariah itu sama dengan konvensional.

"Angka presentasi marketing pengguna bank syariah tidak sejajar dengan jumlah bank syariah di Indonesia. Padahal dalam bidang pendidikan sudah menduduki nomor ke-2. Kesalahan persepsi antara bank syariah dan konvensional ini yang harus segera diluruskan," kata praktisi bank Jateng Syariah, Aris Pandan Setiawan dalam seminar "Membangun Ekonomi Indonesia Melalui Syariah" yang diadakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) di gedung SBSN Lt.1. Selasa (24/09/2019).

Untuk itu, Aris menghimbau agar mahasiswa perlu ikut mensosialisasikannya di tengah masyarakat mengenai literasi perbankan syariah.

"Siapa tahu dari peran kalian dapat meningkatkan lagi presentase marketing bank syariah," jelasnya.

Ia juga mengaku perbankan syariah selalu menjalankan edukasi tentang perbankan syariah agar bisa menjalar ke mana-mana. Tujuannya agar masyarakat melek bahwa syariah islam sangat penting.

Menanggapi hal tersebut, pimpinan bank Jateng syariah kudus, Selamet Waliman mengatakan sebelum berperan, mahasiswa perbankan syariah dituntut untuk mengetahui lebih mendalam tentang literasi Undang-Undang no. 21 tahun 2008 sebelum melakukan literasi keuangan syariah.

"Kalau tidak tahu undang-undang perbankan syariah mau jadi apa nanti," katanya. (Fiski)