Postingan Populer

KAMPUS, Parist.ID- Pihak Ma’had Al- Jami’ah IAIN Kudus mengklarifikasi terkait persoalan penggunaan sebagian gedung yang ditentang oleh sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Mereka menepis anggapan memonopoli penggunaan gedung-gedung tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Ma’had Al- Jami’ah mengantongi izin menggunakan sejumlah gedung kampus untuk kegiatan rutin internal. Namun, izin tersebut ditolak oleh sejumlah Ormawa dengan alasan ketidakadilan.

Menanggapi hal ini, Kepala UPT Ma’had Al- Jami’ah, Abdul Wahib Syakour, menyatakan proses perizinan sejumlah gedung tersebut sudah sesuai prosedur. Izin itu juga sudah disetujui oleh Wakil Rektor I, Supaat, sekaligus pembina Ma’had Al- Jami’ah.

”Kami tidak punya niatan memonopoli beberapa gedung kampus,” kata Wahib saat ditemui tim LPM Paradigma pada Selasa (28/01/2020).

Ia menjelaskan, penggunaan gedung-gedung itu untuk kegiatan ekstra rutin Ma’had Al- Jami’ah seperti tilawah, nasyid, rebana, kaligrafi, tari, futsal, badminton, voli, musik dan paduan suara.

Meskipun demikian, jika ada Ormawa yang memiliki agenda yang bersamaan dengan kegiatan Ma’had Al- Jami’ah dan itu lebih penting, pihaknya menyatakan siap mengalah dan bersikap fleksibel. Untuk sementara, kegiatan Ma’had bisa dialihkan ke lokasi lain.

”Kami sudah mencadangkan lokasi di luar kampus jika ada tabrakan waktu kegiatan dengan Ormawa,” imbuhnya.

Sementara itu, Abdul Muis, Ketua Dema IAIN Kudus telah melakukan audiensi dengan Wakil Rektor III, M Ihsan, yang menghasilakan bahwa pihak rektorat tidak mengistimewakan siapapun. Baik kepada Ma’had atau salah satu Ormawa.  

"Semua Ormawa berhak mengajukan kegiatan yang sifatnya rutinitas. Karena tempat yang sudah dipesan oleh Ma'had Al-Jami’ah itu kegiatannya rutinitas jadi tidak ada istilah yang diistimewakan," jelasnya. (Yan/ks) 


KUDUS - Pegiat teater muda Eka Retno dan Nurul Chusnaenny akan membacakan salah satu cerpen dari buku Janji Sri pada acara bulanan edisi Januari 2020 yang digelar di Farum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) pada Jumat, (31/01) mendatang di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK)

Mengangkat tema “Janji Sri” acara akan diisi dengan pembacaan cerpen dan diskusi yang dihadiri langsung oleh penulis buku Janji Sri, Pipik Isfianti. Antologi cerpen berjudul Janji Sri merupakan karya yang diterbitkan pada tahun 2017 dan mendapatkan penghargaan Prasidatama Balai Bahasa Jawa Tengah (PBBJT) untuk kategori buku kumpulan cerpen terbaik. 

Janji Sri sendiri merupakan  salah satu cerpen yang pernah dimuat di harian Wawasan, mengungkap kisah tentang cinta sejati Dewi Amba  kepada Resi Bima. Selain Janji Sri masih ada cerpen lain dengan beragam tema. 

Sejumlah kelompok teater, literasi, musik, sastrawan, budayawan, penggiat seni dan komunitas kampus Kudus Jepara akan turut hadir dalam acara tersebut. (Red) 

KUDUS - Dalam rangka meningkatkan produktivitas keluarga penerima manfaat (KPM) PKH wilayah Rejosari beramai-ramai menanam pamelo. 

Sebanyak 264 keluarga menerima bibit pamelo yang diserahkan secara simbolis oleh Koordinator Kabupaten PKH Habib Rifa'i di Rumah KPM Jamainah, Desa Rejosari, Kecamatan Dawe, Senin (27/01/2020).

Pendamping Sosial PKH Kecamatan Dawe, Agung Riyanto, mengatakan program jangka panjang ini bisa menjadi penghasilan tambahan bagi KPM.

"Harapannya jika nantinya pohon jeruk ini berbuah akan menjadi ladang rizki dan bisa menutupi kebutuhan KPM PKH," ujarnya.

Agung menambahkan, alasan penanaman jeruk pamelo karena pohon tersebut berbuah sepanjang tahun.  Meskipun dengan perawatan cukup ekstra, tetapi yakin pohon ini dapat berbuah dan hidup dengan baik.

"Semoga saja bermanfaat dan betul-betul menghasilkan. Harapannya juga KPM bisa merawat itu dengan baik, tulus dan ikhlas supaya hasilnya juga maksimal," terang Sekretaris Umum Ansor Kecamatan Dawe itu.

Agung juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa yang telah membantu mendatangkan bibit-bibit pamelo itu dari Gembong, Pati. Ia berharap kerjasama akan terus terjalin baik dan berkelanjutan.

"Kami merasa sangat terbantu dengan kerjasama dan bantuan dari pemerintah desa Rejosari," sebutnya.(rls)

KUDUS- Plt. Bupati Kudus M. Hartopo, memberikan motivasi hidup dan semangat kepada ribuan penerima bantuan sosial PKH se-Kecamatan Jekulo. Demikian itu ia sampaikan dalam acara Gebyar PKH di Lapangan Merdeka Desa Klaling, Jekulo, Ahad (26/01/2020).

"Jangan putus asa, saya ingin support kalian semua sebab ini adalah misi ibadah," kata Hartopo.

Selanjutnya, ia menceritakan pengalaman hidupnya di masa lalu. Sejak kecil, kata dia, sudah hidup mandiri demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sekolah. Waktu itu belum ada bantuan sosial PKH seperti sekarang ini. 

"Saya adalah orang paling miskin di Desa Pasuruan Lor. Saya pernah mencari keong sawah, jadi buruh tani hingga pembantu rumah tangga. Sekolah juga pindah-pindah sebab saking tidak punya uang," sebutnya.

Untuk itu, lanjutnya, ucapan terima kasih disampaikan kepada para pendamping sosial PKH, utamanya yang ada di Kecamatan Jekulo. Mereka yang tidak pernah lelah mendampingi, memberi manfaat untuk menjadikan masyarakat ini mandiri dan berdaya.

"Dengan adanya kelompok pendamping dan pelaku. Ini lah yang nanti akan jadi pahlawan kesejahteraan, terutama di Kecamatan Jekulo," katanya.

Gebyar PKH kali ini lebih istimewa sebab seluruh pembiayaan adalah murni dari pengelolaan sampah dan sponsor yang dikelola oleh kelompok PKH Jekulo. Dana tersebut juga disalurkan kepada kelompok disabilitas, yatim dan dhuafa.

Koordinator Kabupaten PKH, Habib Rifa'i menjelaskan teknisnya, selama dua bulan terakhir ini kelompok penerima se-Kecamatan Jekulo mengumpulkan serta mengelola sampah untuk didaur ulang dan dijual.

"Selama dua bulan bisa mengumpulkan 21 juta dari sampah yang dimanfaatkan untuk acara gebyar PKH dan bantuan sosial untuk kaum difabel, yatim dan dhuafa," jelas Habib.

Dalam kesempatan tersebut, bantuan berupa dana, alat tulis, sembako dan alat-alat difabel diberikan  para KPM PKK se-Kecamatan Jekulo kepada 27 dhuafa, 40 yatim dan 5 difabel. (rls)

KUDUS - Awal 2020, Jagong Sastra memiliki konsep lebih meriah dengan dihadiri sastrawan se-Kudus. Tidak hanya diskusi, jagong sastra juga diisi dengan parade puisi dari perwakilan komunitas yang hadir diantaranya Kofiku, Omah Gatra, Omah Dongeng Marwa, Keluarga Berkarya, Stand Up Comedy Kudus dan Komunitas Teater Se-Kudus 

Mengambil tema Jagong Sastra Kudus Zaman Semo (Now) diskusi dimoderatori oleh Ketua Panitia jagong sastra sekaligus penggiat sastra Kudus, Tiyo Ardianto pada Sabtu, (25/20) di Museum Kretek Kudus. Hadir sebagai narasumber Jumari HS, MM Bhoernomo, Rohadi Noor, Jimat Kalimasada dan Kasman Sutiono. 

Sastrawan Kudus, Jimat Kalimasadha, memaparkan, bagi sebagian orang jagong merupakan tambahan kekayaan inspirasi dan jagong sastra menjadi laboratorium untuk berkarya. “Jagong sastra menjadi tempat paling mulia untuk berkarya, selepas jagong kita akan mendapat inspirasi dan dituangkan dalam karya,” paparnya. 

Senada, Jumari HS, juga menyatakan, jagong sastra menjadi peluang untuk menulis yang harus dimanfaatkan dengan baik. “Dari adanya jagong sastra ini kita bisa menularkan virus literasi di Kudus apalagi mengingat minimnya penyair Kudus,” jelas Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Kudus. 

Sementara itu, Pengelola Tempat Budaya Kudus, Kasman Sutiono, mengajak para peserta jagong sastra agar tidak berhenti semangat dan mencari tahu bakat masing-masing. Ia juga menawarkan ruang edukasi seni dan budaya termasuk salah satunya di Museum Kretek.

“Teruslah belajar dan pantang semangat jika ingin menekuni sastra. Kami tawarkan ruang edukasi untuk terus melestarikan sastra Kudus,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, parade puisi juga dipentaskan oleh Jimat Kalimasada, Jumari HS, Rohadi Noor dengan puisinya berjudul Pattern, Boernomo yang membacakan puisi berjudul Gemuyu, Kasman Sutiono yang turut membacakan puisi berjudul Kau.

Ketua Panitia, Tiyo Ardianto, menjelaskan, jagong sastra merupakan kelas menulis yang diadakan satu bulan sekali dan tahun ini merupakan gebrakan baru jagong sastra untuk menarik masyarakat khusunya anak muda.  

“Berawal dari keresahan para sastrawan Kudus mengenai generasi penyair di kemudian hari, maka jagong sastra dengan konsep baru menjadi media guna memancing khalayak untuk tetap mencintai dan melestarikan sastra,” ungkapnya saat ditemui Tim LPM Paradigma.

Terakhir, Tiyo berharap, eksistensi sastra Kudus tidak hilang dan tetap ada generasi penerus yang mau melestarikan. “Jangan sampai sastra Kudus hilang, mati dan gugur,” harapnya.(umi)


KAMPUS, Parist.ID- Sejumlah Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) menolak kebijakan kampus yang mengizinkan Ma’had Al Jami’ah menggunakan beberapa gedung selama setahun. Ormawa merasa hak tersebut terlalu istimewa dan tidak adil. (24/01/2020).

Dari pantauan kru Parist.id, di ruang KASUBBAG TU, HUMAS & Rumah Tangga IAIN Kudus terpampang pengumuman bertuliskan “Untuk Semua UKM Yang Mau Pakai Gedung GOR, PKM, Lapangan Tenis, dan Lapangan Voli Khusus Hari Sabtu-Ahad Harap Konfirmasi Dengan Pengurus Ma’had Al Jami’ah IAIN Kudus.”

Surat pinjam yang dikeluarkan oleh Ma'had al-jami'ah.
Peraturan ini dinilai beberapa Ormawa sebagai bentuk ketidakadilan. Ahmad Sobri, Ketua UKM JQH As- Syauq, menegaskan penolakan terhadap pengumuman tersebut. Dia mengaku resah dengan kebijakan kampus yang semakin lama terkesan condong kepada Ma’had.

“Melihat dari progja Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kudus tahun ini  sangat merugikan ormawa di kampus IAIN Kudus karena semakin lama semakin banyak yang dicondongkan ke makhad seakan-akan ormawa yang lain tidak mempunyai ruang untuk berkembang. Kebijakan ini sangat merugikan kami. Sangat merugikan ormawa-ormawa.” Tegasnya.

Penolakan juga dilontarkan Ahmad Rosid, Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen Bisnis Syariah. Menurutnya, Ma’had tidak bisa memonopoli ruang-ruang yang menjadi tempat para ormawa berkegiatan. Sebab, ruang-ruang itu merupakan hak semua ormawa.

Sementara itu, Rosyda Auliya Rahma, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Islam juga menolak peraturan tersebut. Dia berasalan, ruang-ruang itu merupakan tempat vital untuk kegiatan kemahasiswaan.

Menanggapi hal ini, KASUBBAG TU, HUMAS & Rumah Tangga IAIN Kudus Nur Zjulla, mengaku telah memberikan izin tersebut atas permintaan pihak Ma’had Al-Jami’ah IAIN Kudus sebagai tempat kegiatan ekstra (mencari minat bakat mahasantri). Izin ini berlaku sejak Januari sampai Desember.


”Izin itu berlaku selama satu tahun 2020 ini,” Pungkas Nur Zjulla.

Meskipun peraturan ini sudah final dan berlaku sejak bulan ini, pihaknya sampai sekarang belum menerima jadwal pasti kegiatan Ma’had Al Jami’ah. Pihaknya ingin mengoordinasikan dan memastikan penjadwalan agar tidak terlalu berpengaruh dengan kegiatan ormawa. (Yan)


KAMPUS-Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) mulai tahun 2020 menjadi syarat ujian munaqosah. Hal tersebut berdasarkan pada sosialisasi SKPI Fakultas Dakwah dan Komunikasi pada Senin kemarin, (20/01/2020) di Lantai 1 Fakultas Tarbiyah.

Dekan Fakultas  Dakwah dan Komunikasi , Masturin, menjelaskan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 81 tahun 2014 mengharuskan setiap perguruan tinggi memberikan sertifikat kompetensi bagi setiap lulusannya. 

"SKPI ini sebagai keterangan resmi mengenai kompetensi mahasiswa sekaligus bisa digunakan untuk mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya," jelasnya saat ditemui Tim Paradigma pada Kamis, (23/01).

Masturin menambahkan, ketika kurikulum KKNI nasional Indonesia diundangkan pada 2014, 2 tahun kemudian harus dilaksanakan. ada yang pelaksananya pada 2015, ada juga yang dilaksanakan pada 2016. 

"Adapun IAIN Kudus merealisasikan surat edaran tersebut pada angkatan 2017 sehingga jika diprediksi akan lulus pada 2021 dan mereka sudah memiliki SKPI," tambah Masturin.

Adanya SKPI ini, lanjut Masturin, mahasiswa memiliki kemampuan lebih sesuai bidangnya  dan tentunya diakui oleh pihak luar.

"Mahasiswa tidak hanya berbekal ijazah ketika ingin melamar pekerjaan, tetapi ada skill yang bisa diakui oleh pihak perusahaan," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, Riza Zahriyal Falah, menjelaskan, sertifikat yang wajib dipenuhi sebelum ujian munaqosah yakni sertifikat Toefl, sertifikat Toafl, sertifikat komputer dan sertifikat kompetensi prodi.

"Dari beberapa sertifikat tersebut hanya sertifikat kompetensi prodi yang berjumlah minimal dua dan bisa diperoleh dari mengikuti magang di sebuah lembaga sesuai prodi," jelasnya.

Riza menambahkan, adapun tempat magang, mahasiswa memiliki keluasan untuk mencari tempat sendiri dan bisa dimulai kapan saja tanpa mengganggu waktu kuliah.

"Waktu magang bisa dimulai pada semester 3 hingga sebelum munaqosah. Tidak harus semester ini," pungkasnya. (arum/umi)


Kudus - Jagong Sastra adalah sub kegiatan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK). Kali ini, akan menyelenggarakan parade puisi dan diskusi "Sastra Kudus Zaman Semo(now)". 

Sastrawan yang akan hadir : Mukti Sutarman Espe, Jumari HS, MM Bhoernomo, Jimat Kalimasadha, dan Rohadi Noor. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas literasi di Kudus. Seperti, Komunitas Fiksi Kudus, Omah Gatra, Keluarga Berkarya dan Omah Dongeng Marwah.

Berlangsung pada hari Sabtu, 25 Januari 2020. Mulai pukul 19.00 di Museum Kretek Kudus, kegiatan ini diharapkan akan menstimulus ketertarikan anak muda pada sastra dan mempertemukan dua generasi 'Semono' dan 'Now'. (Red)

KAMPUS - Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadipa Satuan 954 Yudhagama IAIN Kudus berlangsung khidmat. Serah terima jabatan  ini dilakukan oleh Komandan Menwa 2019, Ridho Soviyan kepada Komandan Menwa 2020, M Khoirul Umam yang dilantik langsung oleh Rektor IAIN Kudus, Mudzakir di  Rektorat lantai 3, Rabu (16/20). 

Pembina Resimen Mahasiswa IAIN Kudus, Abdurrahman Kasdi, dalam sambutanya menekankan bahwa, Menwa menjadi garda depan, utamanya dalam konteks kedisiplinan. 

"Dinamika organisasi bisa tertata rapi dengan tetap memegang kedisiplinan. Bahwa itu menjadi ruh kita,"  imbuhnya.

Ia juga memberi apresiasi terhadap peningkatan positif Menwa. 

"Peningkatan  perubahan yang terjadi secara signifikan menjadi modal positif kepengurusan 2020 ini," jelas Kasdi

Kasdi berharap, serah terima jabatan menjadi awal estafet di internal Menwa.

"Harapanya serah terima jabatan kali ini menjadi awal estafet kepengurusan yang berjalan dengan baik ke depanya", harapnya.

Sementara itu, Komandan Menwa terlantik 2020, Khoirul Umam, menjelaskan, Sertijab merupakan proses penting pergiliran kepengurusan. 

"Adanya sertijab ini menjadi agenda tahunan demi keberlangsungan Menwa kedepan", jelasnya

Ia juga menegaskan pentingnya membangun jiwa nasionalisme baik masyarakat kampus termasuk anggota Menwa.

"Siapapun dan menjadi apapun penting untuk menjaga integritas dan membangun jiwa nasionalisme", tandasnya. 

Hadir dalam acara tersebut  Komandan Resimen Mahadipa Jawa Tengah, Instansi Satpol PP, Komandan Ramil dan Komandan Kodim. (umi)

Jakarta - Lengkapi pengetahuan dan wawasan bisnis, 214 mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS)  IAIN Kudus melakukan kunjungan ke kantor pusat Small and Medium Enterprises and Cooperatives (SMESCO) Indonesia, Jakarta Selatan, dalam kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Selasa, (14/01)

Wakil Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Syariah (FEBI), Anita Rakhnawati, dalam sambutannya mengatakan, adanya KKL ini guna mempererat tali persaudaraan dengan SMESCO Indonesia dan melakukan kerja sama dengan perusahaan di bawah naungan kementerian koperasi dan umkm ini. 

"Tidak hanya belajar tapi juga menyambung tali persaudaraan dengan perusahaan Smesco Indonesia," tambahnya.

Selain itu, lanjut Anita, teori bisnis yang didapat dari bangku kuliah bisa dilengkapi dengan praktik materi bisnis dari adanya KKL ini. 

"Memadukan antara teori dan praktik yang ada di lapangan hingga sesuai dengan kurikulum yang ada," tandasnya.

Anita berharap, usai lakukan kunjungan ini mahasiswa MBS 2017 sudah memiliki bekal untuk mengembangkan ekonomi bisnis, dan mampu memunculkan ide kreatif.

"Jadi setelah melakukan kunjungan ini diharapkan mahasiswa MBS 2017 sudah berbekal untuk mengembangkan bisnis dan ide kreatif mereka masing-masing," harapnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Umum Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM), Tajuddin Nur,  menjelaskan, SMESCO merupakan brand dari Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM RI. LLP-KUKM  yang didirikan pada Maret 2007.

"Pada dasarnya SMESCO merupakan nama lain dari UKM. Karena ketika orang menyebut UKM lebih bisa dipahami banyak orang," jelasnya. 

Tajuddin, juga memaparkan tujuan pendirian LLP-KUKM yakni memberikan layanan promosi dan pemasaran KUKM Indonesia yang mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai pelaksana layanan.
"Beberapa tugas SMESCO yakni informasi pasar, sarana pemasaran, promosi produk dan jaringan pemasaran serta distribusi produk KUKM, konsultasi pemasaran peningkatan kemampuan manajemen dan teknik pemasaran, serta inkubasi pemasaran ," paparnya. 

Selain itu, Smesco Indonesia juga berguna untuk mempersiapkan generasi UKM masa depan dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. 

"Generasi ke depan perlu mempersiapkan tantangan industri yakni dengan cara menciptakan standar baru dalam proses menciptakan produk dan karya inovatif khas Indonesia yang menyejahterakan," pungkasnya. (Yan)


Kudus - Sebagian besar calon mahasiswa memilih perguruan tinggi tanpa mempertimbangkan bagaimana kedepannya. Akibatnya mereka memilih untuk pindah dari perguruan tinggi yang dipilihnya. Pernyataan tersebut disampaikan, PLT Bupati Kudus, M Hartopo, sekaligus membuka acara Expo Perguruan Tinggi ke-V yang berlangsung di Jamiyatul Hujjaj Kudus. Acara tahunan tersebut diadakan Musyawaroh Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) pada Selasa (14/01/20).

"Saya harap siswa kelas 12 tidak asal-asalan dalam memilih perguruan tinggi yakni dengan memprioritaskan perguruan tinggi dan program studi yang telah terakreditasi," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah III, Sutopo, mengatakan, adanya expo perguruan tinggi yang disajikan sebagai wadah informasi untuk kelas 12 agar tidak salah dalam memilih perguruan tinggi. 

"Para siswa kelas 12 ini didekatkan dengan sejumlah informasi mengenai perguruan tinggi sehingga ini menjadi bagian untuk saling melengkapi antara SMA MA SMK Se-Kabupaten Kudus dan Perguruan Tinggi area Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI," terangnya. 

Sunoto berharap, kuliah di perguruan tinggi tertentu tidak menjadi sebuah uji coba bagi mahasiswa sehingga sebelum memilih mereka berusaha untuk mencari informasi perguruan tinggi terlebih dahulu.

"Saya harap kuliah mereka tidak hanya sebatas uji coba saja. Terkadang ada yang kuliah satu tahun lalu pindah ke perguruan tinggi lain," harapnya.


Sarana Penyalur Informasi Kampus

Ada beberapa perguruan tinggi yang mengikuti kegiatan Expo ini salah satunya, yaitu IAIN Kudus. Kasubbag Akademik IAIN Kudus, Agus Wahyudi, mengatakan,  kegiatan Expo perguruan tinggi merupakan sarana untuk menyalurkan informasi seputar kampus. 
"Informasi mengenai IAIN Kudus akan bisa tersampaikan melalui kegiatan expo ini, baik informasi mengenai program studi, akreditasi, maupun biaya yang ada di IAIN Kudus sehingga menambah keyakinan calon mahasiswa untuk kuliah di IAIN Kudus," jelasnya. 

Agus menambahkan, ada beberapa hal yang bisa disampaikan kepada siswa kelas 12 yakni mengenai kualitas sebagian prodi, biaya yang terjangkau dan beberapa program beasiswa. 
"Bisa dilihat bahwa IAIN Kudus memiliki sebagian prodi yang terakreditasi B. Selain itu sarana dan prasana juga semakin baik dan yang terpenting adalah biaya yang terjangkau," tandasnya. 

Adapun tahun ini, lanjut Agus, di jalur SPAN-PTKIN, mahasiswa berkesempatan mendapatkan biaya UKT terendah yakni dengan kuota 5 persen dari keseluruhan calon mahasiswa. 

"Kami juga akan sampaikan mengenai beberapa biaya yang bisa menjadi pertimbangan mereka yakni berupa kesempatan mendapatkan biaya UKT terendah dan tak lupa juga program bidikmisi yang ada di IAIN Kudus," pungkasnya.(shel, zak, hani/Umi)

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma STAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.