![]() |
Dokumentasi kegiatan konsolidasi akbar mahasiswa (17/06) |
Forum ini diikuti oleh seluruh aliansi mahasiswa dari berbagai ormawa UIN Sunan Kudus serta beberapa mahasiswa yang andil dan aktif mengikuti jalannya acara.
Fokus utama dalam konsolidasi ini mengarah pada isu kepemerintahan, khususnya terkait program kerja Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), kenaikan harga BBM, serta rendahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Presiden Mahasiswa UIN Sunan Kudus, Ahmad Thoyyib Sertiyansyach, dalam orasinya menegaskan bahwa mahasiswa tidak boleh apatis terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak langsung pada rakyat.
"Konsolidasi ini menjadi ruang bersama untuk menyamakan persepsi dan merumuskan sikap. Kita kawal program MBG dan KDMP agar tepat sasaran, sekaligus kritisi kebijakan BBM dan stabilitas ekonomi yang kian menekan masyarakat," ujarnya.
Peserta Konsolidasi juga diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi. Keterlibatan aktif mahasiswa menunjukkan adanya kesadaran untuk tidak hanya memahami isu, tetapi juga mengambil sikap.
Salah satu peserta, Fajri Sholah Mahasiswa Pemikiran Politik Islam (PPI) UIN Sunan Kudus menyampaikan bahwa ekonomi negara menjadi salah satu titik permasalahan negara.
"Saat ini ekonomi sedang krisis, tapi harga BBM justru naik. Petani mungkin masih bisa balik modal, tapi bagaimana nasib para pekerja? Perputaran ekonomi di bawah semakin terhimpit," kata Fajri Sholah.
Ia juga menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih yang sampai pada saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah. "Di Wonogiri, KDMP malah didirikan di tengah hutan. Ini perlu dievaluasi, jangan sampai programnya tidak tepat sasaran," tambahnya.
![]() |
| Dokumentasi pembacaan petisi oleh Presma bersama peserta konsolidasi |


