MALANG - Lagu berjudul "Seindah-Mu" berhasil membawa mahasiswi IAIN Kudus, Hidayatul Muharromah meraih medali perunggu dalam cabang lomba Cipta Lagu Islami di acara Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset IX 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Rabu (17/07/2019). 

Sedangkan untuk posisi juara I diraih oleh Busthomil Karim dari UIN Malang yang berjudul Sang Pemilik Hati, dan juara II diraih oleh Yuliadi Yusuf dari UIN Makassar yang berjudul Memohon Ampun.

Mahasiswi jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Hidayatul Muharromah merasa senang dapat masuk 10 besar dan akhirnya terpilih menjadi juara tiga.

"Saya sudah bersyukur dapat juara tiga. Apalagi untuk masuk 10 besar perlu perjuangan yang tidak gampang," kata mahasiswi semester 6 ini. 

Ida mengaku membutuhkan waktu 5 bulan dari bulan Maret hingga Juli 2019 untuk dapat merampungkan lagunya yang berjudul "Seindah-Mu".

"Untuk membuat lirik lagu saya melakukan penelitian ke 30 orang dan juga mengambil beberapa referensi dari Al-Qur’an dan Hadits, jadi tidak sembarangan membuat lirik," jelasnya. 

Ia juga berterima kasih kepada UKM SMS IAIN Kudus, Eko Budiarto selaku official, dan gab studio karena telah membantu menggarap lagu ciptaannya sendiri.

"Tanpa mereka semua mungkin saya belum tentu bisa dapat medali perunggu," ungkapnya.

Ida juga berharap isi pesan yang disampaikan dalam lagu yang diciptakannya dapat diterima oleh para pendengar dengan baik. 

"Bagi saya, menjadi Juara bukan tujuan utama. Tujuan utama saya sebenarnya menyampaikan isi pesan dari lagu itu dan menjadikan lagu sebagai media dakwah. Juara hanya sebagai bonus," jelasnya.

Selain itu pendamping pelaksanaan lomba Cipta Lagu Islami, Eko Budiarto mengatakan bahwa lagu yang ditampilkan oleh Ida memiliki keunikan tersendiri dan terinspirasi dari kisah kehidupan. 

“Lagu yang dibawakan ber-genre pop balada yang menyentuh hati, sehingga hal tersebut menjadi keunikan tersendiri dan dapat dinikmati oleh banyak orang,” terang Eko.

Wakil Rektor III IAIN Kudus, H. Ihsan mengapresiasi prestasi Ida dalam lomba cipta lagu islami dan berharap hal tersebut menjadi titik awal untuk lebih bersemangat dalam pelaksanaan PIONIR IX 2019 di UIN Malang. 

“Selaku civitas akademika IAIN Kudus, selalu mendukung dan mendampingi setiap perserta yang bertanding. Semoga cabang lomba lainnya mampu meraih prestasi seperti cabang lomba Cipta Lagu Islami ini,” harapnya. (Arum)


MALANG - Tokoh Nahdhatul Ulama', KH. Ahmad Muwafiq atau yang lebih dikenal Gus Muwafiq mengatakan eksistensi Islam sebagai umat yang terbaik di era globalisasi saat ini perlu dipertanyakan. Pasalnya, Islam yang dulu memiliki peradaban yang sangat maju masih bisa terkalahkan oleh bangsa lain yang tanpa disadari telah menguasai pasar dunia. Hal itu menjadi tantangan besar bagi para mahasiswa PTKIN.

"Ternyata Islam ditarik mundur di titik nadir supaya tidak dapat kembali maju ke depan," kata Gus Muwafiq pada acara PTKIN Bersholawat di panggung utama PIONIR IX UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (18/07/2019).

Kemunduran kejayaan Islam, Gus Muwafiq mencontohkan, bisa disebabkan oleh umat muslim sendiri seperti karena tidak bisa menghargai perbedaan baik dari segi agama, ras, suku dan lain sebagainya. 

"Manusia itu disuruh Allah _Lita'arofu_ untuk mengerti satu sama lain dan harus ada pengertian. Kita umat Islam akan bertemu dengan bangsa lain yang berbeda dari suku, ras, dan agama seperti yang ada di Indonesia. Rasulullah bertemu dengan bangsa yang berbeda saja tidak masalah," jelasnya. 

Oleh karena itu, Gus Muwafiq menambahkan, sebagai negara dengan umat muslim terbesar di dunia, umat muslim Indonesia harus mampu mempertahankan eksistensi Islam negaranya yang beranekaragam bangsa, suku dan budaya untuk perlu dibekali dengan narasi kebangsaan supaya tidak mudah terkejut dengan hal yang berbeda.

"Mari bersama-sama memahami Islam dari tingkat paling dasar sampai menjadi sempurna supaya negara ini menjadi _Baldatun Thoyyibatun_ ," tegasnya. 

Selain itu, wakil rektor III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H Isroqunnajah mengatakan bahwa Indonesia Punya tantangan yang sangat besar untuk ke depannya. Tantangan itu sebuah hal yg tidak sulit jika kita terus bersama dalam kebhinekaan.

"Sebagai bangsa Indonesia jangan jadikan perbedaan sebagai pemicu untuk tidak bersatu. Apalagi sebagai negara yang mayoritas umat muslim. Umat muslim harus bisa mencontohkan perilaku yang baik di mata dunia nantinya," katanya. (Arum)


MALANG - Rektor IAIN Kudus, Dr. H Mundzakir melakukan kunjungan kepada para peserta lomba PIONIR IX di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (16/07/2019).

Kunjungannya kali ini merupakan bentuk dukungan dari Rektor untuk para peserta lomba agar secara psikis mereka dapat bersungguh-sungguh dalam mengikuti lomba.

"Saya tidak menargetkan kemenangan, yang penting mereka mempunyai pengalaman karena pengalaman itulah yang lebih berharga. Kalah menang Itu persoalan kedua," kata Mundzakir.

Sedangkan menurut Salah satu official lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) H. Saiful Mujab, mengaku kunjungan rektor IAIN Kudus berpengaruh dan sangat bermanfaat untuk semua kontingen IAIN Kudus agar lebih percaya diri. 

"Keberhasilan anak tak lepas dari doa dan dukungan orang tua," jelas Saiful. 

Menurutnya, perlombaan tidak hanya memperhatikan faktor fisik saja, tetapi pembangunan mental terhadap peserta juga diperlukan. 

"Sebagus apapun latihan, apabila tidak ada mental maka beda hasilnya. Pendampingan dan dukungan baik dari Rektor, pelatih maupun official akan menumbuhkan rasa percaya diri dan mental untuk bertanding," jelasnya.

Senada dengan Syaiful, H. Ihsan M.Ag selaku Warek III IAIN Kudus mengatakan bahwa yang terpenting semua kontingen dapat bertanding dengan maksimal. Karena dengan usaha yang maksimal akan menghasilkan hasil yang maksimal juga. 

"Kalau peserta lomba sudah dibebani dengan target juara yang ada malah membebani mental mereka. Yang penting bertanding secara sportif dan berkualitas", Ungkapnya. 

Sedangkan, M. Saiful Anam Perwakilan lomba MTQ putra juga mengaku bahwa dukungan rektor sebelum ia tampil membawa pengaruh yang besar baginya. 

"Tadi sebelum tampil saya disuruh tenang dan jadikan perlombaan ini sebagai pengalaman. Ketika tampil saya jadi semangat dan percaya diri," katanya. (Arum)

MALANG - Hadir sekaligus membuka acara PIONIR ke-IX Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin mengatakan PIONIR menjadi salah satu kebijakan dan program strategis dalam meningkatkan mutu mahasiswa di bidang olahraga, seni dan Riset. 

"Ketiga hal tersebut yang menjadi dasar terbentuknya PIONIR," jelas Lukman Hakim Saefuddin di lapangan utama kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim, Senin (15/07/2019).

Menurut Lukman, kajian dan penelitian mengenai olahraga dan seni masih belum banyak dilakukan di kalangan PTKIN. 

"Saya meminta supaya diadakan kajian dan penelitian secara serius dan diikuti program implementasi tentang revitalisasi olahraga dan seni untuk mewujudkan Indonesia yang sehat dan bermartabat," jelasnya.

Ia juga menambahkan PIONIR harus dijadikan momentum rekonsiliasi nasional untuk menguatkan tali kebhinekaan dan menyulam ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. 

"Melalui PIONIR, semoga dapat melahirkan para juara dan mari kita buktikan kepada dunia bahwa mahasiswa PTKIN adalah anak bangsa yang berprestasi. Dari PTKIN untuk NKRI," tegasnya. (Arum)

MALANG- Ada tiga misi utama dalam perhelatan PIONIR Ke-IX dengan tema "Mewujudkan Generasi Bangsa Yang Berkarakter dan Berprestasi" yaitu Memperkuat kebersamaan dan silaturahmi, melahirkan prestasi dan membangun pencitraan serta branding bagi PTKIN. 

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Abdul Haris, di Lapangan utama Kampus 1 UIN Maulana Malik Ibrahim dalam pembukaan PIONIR ke IX, Senin (15/07/2019).

Prof Abdul Haris menjelaskan pertama, bahwa PIONIR dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan tali asa, asih dan asuh antar civitas akademika dari 58 PTKIN yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia baik UIN, IAIN maupun STAIN. 

"PIONIR dapat dijadikan sebagai jalur menyatukan kita semua untuk saling mengenal dan berasilaturahmi antar PTKIN," jelasnya.

Kedua, yaitu melahirkan prestasi. Menurut Abdul bertemunya para mahasiswa antar pulau, suku dan etnik ini dapat saling memberikan manfaat dalam bertanding, memberikan prestasi yang membanggakan dan saling menyambung tali kebangsaan 

"PIONIR harus dijadikan tempat strategis unjuk kebolehan, unjuk karya dan unjuk prestasi. Mahasiswa perlu mengembangkan semangat fastabiqul khoirot yang artinya memberikan panggung bagi siapapun dan mencapai misi kualitas," ungkap Abdul.

Terakhir, ia menyampaikan bahwa publik harus diyakinkan mengenai kualitas dan branding dari mahasiswa PTKIN yang tidak kalah dengan mahasiswa Perguruan tinggi Umum dalam hal prestasi, Olahraga, Seni, dan Riset 

"Semoga dengan adanya PIONIR di lingkungan PTKIN, dapat membangun citra positif dan branding akan eksistensi PTKIN dalam kancah nasional maupun internasional," harapnya. 

Sedangkan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Phil Kamaruddin mengatakan bahwa PTKIN berperan sangat sentral untuk menyiapkan manusia yang berilmu, profesional. Dan menjadikan generasi bangsa Indonesia sebagai generasi yang kreatif, bugar, sehat, serta memiliki daya imajinasi dan apresiasi yang tinggi terhadap seni.

"Mahasiswa sebagai aktor yang penting dalam pengembangan PTKIN. Melalui event ini mahasiswa di dorong untuk memiliki kemampuan menemukan, menciptakan, dan melakukan pembaharuan agar dapat berkompetisi dengan anak bangsa yang lain," jelasnya.

Ia juga berharap dari PIONIR IX tahun 2019 ini, akan muncul ilmuwan, atlet olahraga, seniman dan para peneliti muda yang kompetitif, kreatif dan dapat berkontribusi pada pembangunan bangsa 

"Jadikan PIONIR sebagai piranti untuk mengeksplorasi beragam potensi mahasiswa. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya karena tidak sedikit mahasiswa yang ingin ikut event seprti ini juga," tandasnya. (Arum)

KAMPUS - Rektor IAIN Kudus Dr. Mundzakir melepas 100 kontingen IAIN Kudus yang akan berlaga dalam ajang PIONIR IX 14-21 Juli 2019 yang dilaksanakan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di lapangan kampus timur IAIN Kudus, Minggu (14/07/2019). 

Dalam sambutannya, Mundzakir mengatakan kemenangan apapun harus diraih secara objektif dan normatif tidak boleh ada rekayasa dan sebagainya karena dapat merusak pembentukan karakter yang bernilai islami. 


"Jaga nama baik almamater kita dengan bersifat sportif dalam perlombaan. Segala bentuk kecurangan baik di hadapan manusia maupun di hadapan Allah adalah perbuatan yang tidak baik," jelas Mundzakir.


Menurutnya, ajang PIONIR ini dapat dijadikan sebagai wujud pengalaman dan juga pengenalan terhadap sesama Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Se-Indonesia. 


"Dengan belajar dari PTKIN yang lain, dapat menjadi tolak ukur supaya IAIN Kudus menjadi lebih baik. Semoga sampai akhir pertandingan, para peserta mendapatkan kemenangan sesuai harapan dan kemampuan masing-masing," harapnya. 


Senada dengan Mundzakir, Wakil Rektor III Dr. Ihsan juga berpesan supaya peserta dapat menjaga almamater dan dapat berkomunikasi baik dengan PTKIN lain guna membangun koneksi sehingga dapat saling mengenal di ajang perlombaan lainnya. 


"Selamat berlaga dan berkompetensi membawa prestasi yg membanggakan. Membangun pribadi yang berkualitas, bertanggung jawab dan bertanding secara objektif. Semoga kontingen pulang dengan prestasi yang membanggakan," tuturnya. 


Ihsan juga berpesan kepada seluruh kontingen PIONIR supaya dapat benar-benar siap dan selalu menjaga kesehatan baik secara fisik maupun mental. 


"Jaga kesehatan mental dan rohani. Agar dalam ajang perlombaan semangat tetap menyertai kalian," pesannya. 


Salah satu peserta lomba PIONIR cabang lomba debat Bahasa Inggris, Fandi Ahmad Fajar mengaku setuju bila seluruh kontingen lomba harus bertanding secara sportif dan  membawa nama baik almamater.


"Semoga dari IAIN Kudus banyak yang menyabet juara di setiap cabang yang diikuti. Pergi untuk berkompetisi dan pulang membawa prestasi," Ungkapnya. (Arum)


KAMPUS -  Kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) menjadi salah satu syarat kelulusan wisuda yang harus diikuti mahasiswa PGMI IAIN Kudus. 

Kegiatan yang diadakan oleh HMPS PGMI bekerjasama dengan Racana Sunan Kudus-Rabiah al-Adawiyyah IAIN Kudus ini diikuti sekitar 270 peserta dari mahasiswa PGMI IAIN Kudus, mahasiswa kampus lain, dan masyarakat umum yang dilaksanakan di Kampus Timur IAIN Kudus, mulai Senin-Sabtu (8-13/07/2019).

Koplatih, M. Junaidi mengatakan tujuan KMD untuk mendapatkan lisensi sebagai pembina yang baik dan membentuk pembina yang akan mengabdi untuk Negara Indonesia.

"Mahasiswa lulusan PGMI harus mampu menjadi guru yang handal dan pembina yang professional," kata Junaidi dalam sambutannya di acara KMD bertema "Mencetak Pembina yang Berkarakter dan Profesional" di Gedung olahraga (GOR) IAIN Kudus, Senin (08/07/2019). 

Ia juga menjelaskan KMD 2019 berbeda dari KMD sebelumnya karena dikhususkan ke penggolongan siaga, penggalang, dan penegak agar Pembinanya lebih fokus. Sedangkan untuk materi KMD berasal dari perencanaan daerah dan nasional yang sudah ada kurikulumnya. 

“Semua yang ingin menjadi pembina pramuka harus mengikuti KMD. Peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh untuk menjadi pembina dan peserta harus mempunyai tujuan agar ilmunya dapat diamalkan kedepannya," Junaidi.

Sedangkan, reka kerja, Nanang Dwi Praatmana menuturkan urutan untuk menjadi pembina pramuka dimulai dari KMD, KML, KPD,KPL, dan seterusnya. Jika sudah mengikuti KMD bisa dilanjutkan dengan tingkatan selanjutnya.

"Jika ingin menjadi pembina pramuka harus melalui KMD terlebih dahulu untuk bisa diakui sebagai pembina dan perlu adanya bukti sertifikat bahwa sudah melakukan kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar," katanya.(Ayu/Nonik)



Paradigma Reaserch Center proudly present LKTI Competition
Tema : Inovasi dan Strategi Pengembangan Ekonomi Kreatif  Berbasis Kearifan Lokal
 Sub tema :
1. Ekonomi
2. Pendidikan
3. Pariwisata
4. Sosial dan Budaya
5. Lingkungan dan Kesehatan
6. Pangan

📆Time Line Lomba
10 Juli – 09 September 2019 Pendaftaran dan Pengumpulan Karya Abstrak
14 September 2019 Pengumuman Abstrak (15 besar)
14 Oktober 2019 Batas Akhir Pengumpulan Full Paper dan Pembayaran
14 Oktober 2019 Konfirmasi Kehadiran Finalis
17 Oktober 2019 Technical Meeting
21 Oktober  2019 Presentasi Finalis dan Pengumuman Juara
.
.
🏆Hadiah
-Juara 1 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
-Juara 2 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
-Juara 3 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
Marchindes + sertifikat untuk Finalis
e-Sertfikat untuk semua peserta

📋Registrasi
Peserta mengisi form pendaftaran https://forms.gle/EEkcWBaWDAh7jKaJA
Panduan Abstrak dapat diunduh pada web www.parit.id dan dikirim ke e-mail risetparadigma@gmail.com
Free Abstrak dan membayar HTM 100 K/karya bagi 15 besar
Registrasi melalui rek.BRI : 001601052828504 a/n Kustina Candra Ningrum
Konfirmasi Pembayaran ke 085842402604(Umi Zakiatun Nafis)

Kunjungi 👉 www.parist.id
.
📞Contact person :
📱0895612382855 (Intan Permatasari)
📱085842402604 (Umi Zakiatun Nafis)

Download panduan disini :
https://drive.google.com/open?id=1CAJrDlxrzIqUGPpgDWiFHQy4JmUBMAJb


✒📣  Paradigma Reaserch Center proudly present Essay Competition 🎊
Tema : Inovasi Pelajar Indonesia dalam Menanggulangi Kerusakan Lingkungan
 .
.
📜Syarat dan ketentuan :
-Peserta adalah pelajar SMA/MA/SMK se Karisidenan Pati
-Lomba bersifat Perseorangan
-Setiap peserta maksimal mengirimkan dua karya
-Naskah essay orisinil karya sendiri
-Format Penulisan sesuai tema,  terdiri dari 500-800 kata, font times new roman, size 12, spasi 1,5, margin 4 4 3 3
-Menyertakan lampiran biodata diri dan scan Kartu Pelajar
-Keputusan panitia dan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
-Hasil karya dikirim ke email: risetparadigma@gmail.com dengan subjek  Esai_Nama Penulis_Asal Sekolah_Judul Esai

 .
📆Time Line Lomba
-Pendaftaran dan Pengumpulan Naskah : 10 Juli – 25 Agustus 2019
-Penjurian Karya : 22 Agustus 2019
-Pengumuman 10 besar :  2 September 2019
-Konfirmasi Kehadiran : 14 September 2019
-Presentasi dan Pengumuman  : 17 September 2019
.
.
🏆Hadiah
-Juara 1 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
-Juara 2 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
-Juara 3 Uang Pembinaan Trofi Sertifikat
e-Sertfikat untuk semua peserta

📋Registrasi
-Peserta Mengisi form pendaftaran di  https://forms.gle/teD7czczmSsZoAX46
-Membayar HTM 20K/esai bagi 10 besar
-Registrasi melalui rek.BRI : 001601052828504 a/n Kustina Candra Ningrum
-Konfirmasi Pembayaran ke 085866652070 (Annisa)

Kunjungi 👉 www.parist.id

📞Contact person :
📱085866652070 (Annisa Rahmawati)
📱085842402604 (Umi Zakiatun Nafis)

Sosialisasi Dana Dipa oleh Pihak Kampus ke Ormawa IAIN Kudus
Parist.id - Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) untuk mahasisa IAIN Kudus turun di pertengahan tahun 2019. Dengan ini semua organisasi mahasiswa bisa segera melakukan pengajuan anggaran untuk melaksanakan kegiatan di sisa waktu 2019 atau pencairan dana dari kegiatan dan acara di awal tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasubag Kemahasiswaan, Sutanto dalam acara Rapat Koordinasi dan Sosialisasi DIPA IAIN Kudus di aula gedung SBSN Lantai 2 Selasa, (2/07/2019).

Sutanto memaparkan ada 54 organisasi mahasiswa dengan total 405 juta rupiah yang akan didistribusikan. SEMA-DEMA Institut, SEMA-DEMA Fakultas dan UKM/UKK untuk menyusun anggaran belanja dari 5 juta hingga 10 juta dan HMPS sebagai organisasi baru bisa menyusun anggaran kisaran 3 sampai 5 juta untuk melaksanakan kegiatan di periode 2019.

"Jadi sekarang tugas organisasi mahasiswa untuk segera menyusun Rencana Anggaran Belanja (RAB) agar segera bisa mencairkan ke bendahara kampus," katanya.

Ia juga menghimbau agar setiap kegiatan ada dokumentasi yang rapih, proposal dan TOR acara yang jelas.

"Setelah ini tinggal menyusun Surat Pertanggung Jawaban (SPJ). Dan untuk penyerahan SPJ maksimal sepuluh hari setelah acara ini berlangsung," jelasnya

Selain itu, Bendahara IAIN Kudus, Yus menyatakan tertib SPJ berdampak atas kelancaran keuangan yang diterima SEMA-DEMA, UKM dan HMPS. Dana akan keluar 50% setelah proposal masuk dan akan menerima pelunasan setelah SPJ.

"Proposal yang sudah disetujui oleh Wakil Rektor 3 bisa diserahkan ke saya. 50% bisa diterima, sisanya setelah SPJ," jelasnya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wakil Rektor 3, Ihsan berpesan meski dana yang diterima berbeda dengan tahun lalu. Bukan berdasar gradasi organisasi tapi seberapa kualitas dari setiap acara yang dibuat nantinya harus disyukuri

"Saya harap kita semua mensyukuri. Bukan tentang jumlah, tapi bagaimana kita menggunakan uang tersebut untuk melancarkan kegiatan," harapnya.

Senada dengan Ihsan, Wakil Rektor 2, Nor Hadi Menghimbau untuk tidak memandang organisasi besar yang akan mendapat dana paling banyak. Pandangan harus diubah untuk maju. Bukan gradasi, tapi input, output, outcome.

"Siapapun yang bisa menyelenggarakan kegiatan yang berkualitas, itu yang akan didanai," tegasnya. (Fandi)


KAMPUS-  Di abad ke-21 seorang konselor harus bisa menaklukkan sebuah tantangan dan mampu memanfaatkan peluang sehingga profesi konselor dapat eksis, kokoh dan mampu dipercaya masyarakat (Public Trust). Para Konselor juga harus bisa bersaing meningkatkan kualitas diri untuk persaingan antar profesi yang semakin ketat. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Guru Besar Bimbingan Konseling (BK) Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo dalam seminar bertema Pengembangan Profesi Konselor Pendidikan Abad 21, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (HMPS-BKPI) di Aula SBSN lantai 2, Senin (01/07/2019).

Menurutnya, pada abad sekarang ini atau lebih dikenal dengan disruptive (perubahan) dalam berbagai hal seperti disruptive regulation, culture, mindset dan marketing menjadikan Konselor harus lebih kreatif, inovatif dan kompetitif agar menghasilkan individu yang produktif.

"Konselor harus mampu menampilkan kepribadian yang jujur, konkrit, optimisme dan menyenangkan sehingga terbentuknya sikap, keyakinan dan keterampilan interpersonal dari dalam dirinya," jelas Mungin. 

Mungin menambahkan, Seorang konselor pada abad ke-21 tidak hanya menggunakan Konseling cara tradisional saja, melainkan perlu menggunakan cara modern, yaitu cyber conseling atau konseling online.

"Konselor itu tidak hanya bekerja di sekolah saja, namun bisa lebih luas lagi di luar sekolah hingga ke masyarakat luas. Jadi harus mempunyai kemampuan menggunakan cara modern" tegasnya. 

Berbeda dengan Mungin, Rektor IAIN Kudus Dr. H. Mudzakir mengatakan bahwa Untuk dapat menjadi konselor yang baik seseorang harus mampu menjadikan Alqur’an dan Hadits sebagai konsep atau teori dalam pelaksanaan layanan Konseling. Selain itu harus mampu menerjemahkan pesan atau nilai-nilai yang ada dalam kandungan alqur’an dan Hadits sesuai dengan kondisi dan perkembangan zaman.

"Sebagai mahasiswa PTKIN yang telah dibekali dengan ilmu Islam terapan, para calon Konselor harus dapat merumuskan perubahan-perubahan yang terjadi dengan bersumber dari Alquran dan Hadits," Jelasnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Abdul Karim, menurutnya potret seorang Konselor harus bisa memberikan bimbingan kepada peserta didik untuk dapat mengembangkan potensi yang dimiliki baik akal pikiran, kejiwaan, keimanan, keyakinan dan mengurangi problem yang ada di sekolah dan masyarakat dengan baik dan benar secara mandiri berdasarkan Al-quran dan Hadits.

"Apapun terapi Konseling yang digunakan harus merujuk pada keberagamaan. Desain pengembangan dari BKPI yaitu Merumuskan, membentuk konsep dan teknik BKPI yang penguatannya relevan dengan bersumber dari ajaran islam," ungkapnya. (Arum)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.