DEMAK - Sejumlah 160 peserta mengikuti pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata (DinPar) Demak. Pelatihan tersebut merupakan pendayagunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Tahun 2019 di Hotel Amantis Demak, Senin-Rabu (28-30/10/2019).

Kepala Dinas Pariwisata Demak, Agus Kriyanto mengatakan pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pelaku usaha kepariwisataan dan dalam rangka mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu program unggulan kabupaten Demak.

"Kita punya tempat wisata yang bermutu jadi sayang bila tidak ada pemandu wisatanya," kata Agus.

Ia juga memaparkan 160 peserta akan dibagi menjadi tiga kelompok. Untuk 60 peserta pertama akan dilatih tentang wisata yang mencakup kuliner dan belanja, 50 peserta dilatih sejarah, dan 50 sisanya dilatih mengembangkan wisata di pedesaan dan perkotaan.

"Ketiga kelompok ini saya harap berlatih dan belajar serius. Pelatihan selama tiga hari dimanfaatkan agar mendapatkan ilmu baru," harapnya. 

Menanggapi hal tersebut, asisten 2 bupati Demak, Windu Sunardi mengaku prihatin Demak hanya dijadikan destinasi transit makan saja. Beli di tempat lain, makan di Demak dan sampah makanan dibuang di Demak.

"Saya melihat banyak wisatawan datang bawa makanan sendiri. Mereka beli di tempat lain, makan di sini dan sampahnya dibuang di sini. Kita hanya dapat sampahnya," terangnya prihatin.

Padahal menurutnya ada dua icon khas Demak yang tidak dimiliki kabupaten lain berupa Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kali Jaga. 

"Untuk itu, pelatihan ini dirasa mampu mencetak pemandu wisata handal dan mendatangkan wisatawan untuk meningkatkan sektor ekonomi," kata Windu

Ia berharap Demak menjadi destinasi wisata seperti Hongkong. Menurutnya, sebagai tempat wisata modern Hongkong dapat menyediakan view dan seluruh panorama indahnya melalui kelihaian pemandu wisata dalam menawarkan paket wisata.

"Saya berkaca dengan ketika saya di Hongkong. Di sana tour guide dapat membius wisatawan untuk berkunjung keliling kota. Jika ini terjadi di Demak, pastinya akan menekan angka kemiskinan dan meningkatkan sektor ekonomi," jelasnya. (Fandi)


Berkaitan dengan pengumuman sayembara cerpen puisi yang mengususng tema "Perempuan Hutan"  yang telah dilangsir di media daring https://www.parist.id/ pada tanggal 07 oktober 2019  tentang E- sertifikat  yang dapat diunduh di media daring https://www.parist.id/ . kami selaku panitia pelaksanaan Sayembara Cepen Puisi dengan ini, memberitahukan kepada semua kontributor bahwa  E-Sertifikat bisa di unduh  di link dibawah ini;

https://drive.google.com/file/d/1bYZ-UIHoq7U0k1x692KFbq90DXmPHM0R/view?usp=sharing


KAMPUS - Era Revolusi 4.0 sangat identik dengan teknologi dengan perubahan yang sangat cepat. Perubahan itupun terjadi di dalam dunia kerja. Bagaimana membangun komunikasi terhadap rekan kerja dalam menyelesaikan masalah. Walaupun begitu ternyata ada dua skill yang tidak akan tergantikan dan akan bertahan yaitu kemampuan public speaking dan berbagi inspirasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Inspirational Speaker, Erma Assegaf dalam acara Trining Public Speaking dan Motivation dengan tema "Built Confidence and Speak Up Your Mind", yang diselenggarakan oleh UKM Kelompok Pecinta Nalar (KPN) di Aula lantai 2 Gedung SBSN, Senin (28/10/2019).

Erma mengatakan bahwa mahasiswa harus bisa mengubah dan menggerakkan diri menjadi pemimpi masa depan. Hal tersebut dapat dilakukan apabila kita mempunyai public speaking dan memiliki motivasi yang baik untuk mewujudkannya.

"Saya mempunyai impian menjadi seorang inspirator, dan itu terbukti ketika saya sudah berumur 50 tahun sekarang ini, karena Allah mewujudkannya", jelasnya.

Menurutnya, impian adalah satu-satunya bahan bakar yang bisa menggerakkan kita ke arah yang lebih baik lagi dan membuat kita sukses dalam mencapai kebahagiaan kita sendiri.

"Semua orang mempunyai impian, I want to start; dan selalu saya deskripsikan, lalu meminta Ibu untuk mendoakan dan tentukan target untuk meraihnya," katanya.

Berbeda dengan Erma, penyiar radio Suara Kudus, Rizaldo Ahmad Wildan mengatakan menurutnya public speaking merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh calon-calon pemimpin masa depan, pada dasarnya seorang pembicara yang hebat  adalah  pembicara yang buruk terlebih dahulu.

"Jangan takut gerogi, sebab itulah awal langkah kita agar berani berbicara di depan umum. Yang perlu kita persiapkan adalah mental, sistem penyampaian dan membangun keakraban dengan audiens," jelasnya.

Ia berharap acara ini dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan public speaking mereka

"Saya harap peserta nantinya memiliki kemampuan baik dal berpublic speaking, tidak hanya ketika presentasi di kelas, tapi bisa menjadi  seorang MC  berbagai event yang mampu menghidupkan acara," harapnya. (A'yun)


KAMPUS - Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI. Yakni dengan mengetahui makna kebangsaan dan latar belakang masalah sehingga mampu mengambil keputusan secara bijak. Selain itu, mahasiswa dituntut menciptakan keamanan dan ketertiban dalam suatu negara.

Hal tersebut dikatakan oleh Rektor IAIN Kudus, Mundakir dalam acara halaqah kebangsaan yang bertajuk “Menguatkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Demi Keutuhan NKRI” yang diadakan oleh Dewan Eksekutif Mahasisiwa (DEMA) Institut di GOR IAIN Kudus, Senin (28/10/2019).

Sebab, menurutnya mahasiswa mengetahui bahwa perbedaan merupakan suatu hal yang biasa dan ada sejak manusia dilahirkan di muka bumi.

"Dengan adanya perbedaan tidak membuat semangat dalam berbangsa dan bernegara runtuh, melainkan semakin menguatkan manusia dalam menjaga dan mempertahankan NKRI," kata Mundakir.

Sedangkan secara realitas, Mundakir menyebutkan adanya perbedaan di Indonesia terbagi dalam tiga gologan, yaitu priyai tokoh sekuler yang tidak kental dengan hal-hal yang sifatnya religius, abangan tidak bersentuhan dengan ajaran agama, dan santri tokoh yang memiliki sifat religius atau mempertahankan nilai-nilai ajaran agama.

“Kita lahir di Indonesia merupakan sebuah anugrah dan kodrat. Bangsa Indonesia terkenal multikultural terdiri dari 746 bahasa, 17.508 pulau, 300 etnik dan 1.340 suku yang disatukan dengan ketuhanan yang Maha Esa dan universum atau menghubung berbagai unsur dari bahasa, adat dan budaya. Sehingga terciptanya pluralisme dalam suatu bangsa," jelasnya.

Selain itu, menurut Kapolres Kudus, AKBP Saptono, menjelaskan bahwa ada tiga unsur utama yang mendorong mahasiswa mampu menjadi rakyat yang kreatif, baik dan mampu memanfaatkan perkembangan IPTEK.

Pertama, bangsa Indonesia lahir dari Bhineka Tunggal Ika sehingga antar manusia mampu memahami dan mengerti dengan lainnya.

"Dari lahir kita sudah dibiasakan dengan perbedaan. Ini yang diharapkan agar bangsa kita menjadi bangsa yang baik," jelas Saptono.

Kedua, bangsa Indonesia mampu menghargai para pejuang muda terdahulu yang menyatukan dalam sumpah pemuda. Ketiga, sebagai mahasiswa mampu mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang inovatif, kreatif dan menjadikan lebih baik sesuai dengan role atau peraturan yang ada.

"Mahasiswa harus mampu memanfaatkan IPTEK sesuai tuntutan zaman," ungkapnya.

Sedangkan Badan Bispanpol Jawa Tengah, Atik Suniarti berharap mahasiswa mampu mewaspadai dan menghentikan gejolak-gejolak yang timbul dari golongan-golongan yang berusaha merusak NKRI yang berideologi pancasila dan UUD 1945.

"Jangan sampai negara kita diporak pandakan karena tepapar paham radikalisme yang disebarkan oleh golongan tertentu," harapnya. (Lenny/Azkal)

KAMPUS - Sebagai minuman yang paling banyak diminum nomor dua di dunia, Menarasikan kopi lokal menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kopi lokal agar dikenal sampai internasional. Langkah ini yang dilakukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma dalam menarasikan kualitas kopi lereng muria yang belum diketahui banyak orang. 

"Banyak orang yang hanya mengenal Kudus sebagai kota kretek maupun santri. Tapi belum banyak yang mengetahui bahwa Kudus punya kopi yang kualitasnya tak kalah bagus dari kopi daerah lain," kata Pimpinan Redakasi LPM Paradigma 2018, Faqih Mansyur Hidayat dalam bedah majalah edisi 33 “Narasi Kopi Lereng Muria” yang diadakan  dalam serangkaian acara Haflah Ilmiah Jilid 4 di GOR IAIN Kudus, Selasa (21/10/2019).

Meski begitu, daerah muria yang belum begitu tereksplor menjadi salah satu kendala dalam pembuatan majalah narasi kopi lereng Muria ini.

“Daerah muria yang belum begitu tereksplor sedikit menjadi kendala kami saat melakukan peliputan tentang kopi," ungkap Faqih.

Sementara itu, ahli kopi lereng muria, Dani Dole mengatakan masyarakat lokal Kudus yang tak percaya dengan kualitas kopinya sendiri juga menjadi kendala dalam memperkenalkan kopi lereng muria.

"Kunci utama kesuksesan adalah percaya pada diri sendiri. Kalau kita tidak percaya dengan kualitas kopi kita sendiri bagaimana kopi kita dikenal banyak orang," tuturnya.

Di coffe shop Kudus misalnya, Doni mencontohkan, coffe shop cenderung menggunakan kopi daerah lain daripada kopi daerahnya sendiri. Hal ini dikarenakan paradigma mereka yang menganggap kopi lereng muria belum terkenal dan diragukan kualitasnya.

"Persaingan bisnis dan paradigma yang salah akan mempersulit keyakinan kita pada produk kita sendiri," jelas Doni.

Untuk itu, menurutnya, langkah awal dalam menarasikan kopi lokal harus didukung penuh. Narasi kopi tidak hanya sebatas bagaimana meminum kopi, akan tetapi yang dimaksud menuliskan segala hal tentang kopi mulai dari menanam kopi, mengolah kopi, hingga memproduksi kopi dalam kemasan yang siap di seduh.

"Masyarakat harus diberi pemahaman bahwa memajukan produk lokal adalah hal yang paling utama," tambahnya.

Lebih lanjut, Doni mengatakan bahwa sebagai mahasiswa kita harus berkarya di negeri sendiri dan memberikan citra baik kopi muria kepada masyarakat.

”Tunjukkan kepada seluruh masyarakat bahwa lereng Muria merupakan daerah penghasil kopi dengan kualitas baik," ungkapnya.

Sedangkan, Founder Kopi Tasty Muria Kudus, Shinta Dwi Mutiarani menjelaskan bahwa untuk memperkenalkan kopi muria harus diawali dari petani kopi. Sebab dari langkah awal ini yang akan memperkenalkan kualitas kopi muria.
"Dulu para petani sering memanen kopi sebelum masa panen dan dijual begitu saja ditengkulak. Lebih parahnya tengkulak tidak memberikan label bahwa itu kopi muria," keluhnya.

Itu sebabnya, lanjutnya, kopi muria hilang di pasaran. Petani yang asal-asalan memanen menjadi langkah awal kami untuk memberikan sosialisasi bagaimana proses penanaman, panen, pengolahan sampai berupa produk kepada para petani.

"Alhamdulillah, sekarang sudah ada sekitar 20 UKM kopi lereng muria yang turut memperkenalkan kopi muria," katanya. (Hasyim/Fal)

KAMPUS - Bedah buku "Hati Suhita" karya Khilma Anis yang diselenggarakan oleh LPM Paradigma dalam rangkaian acara Haflah Ilmiah Jilid 4 berhasil menyedot perhatian publik. Ratusan penggemar dan sejumlah dosen turut hadir dan memadati GOR IAIN Kudus, Kamis (24/10/2019).

Salah satu penggemar novel hati suhita, Nurul Mubari'ah mengaku senang dapat melihat penulisnya secara langsung. Meski tak dapat berjabat tangan, baginya dapat hadir di acara bedah buku kegemarannya sudah menjadi hal yang membanggakan.

"Sempat menyesal karna datang terlambat. Akibatnya kursi dan tribun sudah penuh. Tapi beruntung ada orang yang mau memberikan kursinya untuk saya," kata mahasiswi semester tujuh Pendidikan Bahasa Arab (PBA) ini.

Menurutnya, cerita yang paling membuatnya termotivasi adalah mikul duwur mendem jero yang sulit dilakukan oleh orang-orang zaman sekarang.

"Saya dapat memetik pelajaran bahwa tak selamanya masalah harus diumbar. Tapi bagaimana harus bersikap dewasa. Khilma Anis suskes memotivasi saya lewat novel hati suhita," ungkapnya.

Berbeda dengan Nurul, penggemar lain, Cindi Fatmawati mengaku suka dengan karakter Rengganis yang ikhlas dan legowo dengan takdir Tuhan saat harus berpisah dengan Gus birru.

"Tidak semua wanita bisa ikhlas bila berada di keadaan seperti itu. Dan Khilma Anis mampu menceritakan dengan baik dan mampu membuat saya menangis saat membaca novelnya," jelasnya.

Lebih lanjut, menurutnya Khilma Anis mampu memperlihatkan harkat dan martabat seorang perempuan di novelnya.

"Novel hati suhita melihatkan marwah dan keteguhan perempuan. Hal itu yang membuat novel ini menarik dibaca," tambahnya.

Terakhir, ia berharap akan ada novel-novel dari Khilma Anis yang tak jauh bagusnya dari novel hati suhita dan novel-novel sebelumnya.

"Siap menunggu novel selanjutnya, dan siap menjadi penggemar setia," katanya. *(A'yun/Falis)*


KAMPUS - Setelah sukses menjadi novel best seller, novel Hati Suhita karya Khilma Anis akhirnya akan difilmkan 2020 mendatang. Hal tersebut menjadi kabar yang menggembirakan bagi penggemar novel Hati Suhita.

Penulis Novel Hati Suhita, Khilma Anis mengatakan Hati Suhita merupakan novel pertamanya yang akan difilmkan. Ia mengaku pihaknya dengan sutradara starvision sudah membicarakan novel yang akan difilmkan tersebut.

"Saya selalu diikut sertakan dalam penggarapan film. Mulai dari part-part yang tidak boleh dihilangkan, pemilihan tempat sampai dengan olah rasa," jelasnya kepada wartawan parist.id dalam acara Haflah Ilmiah Jilid 4 LPM Paradigma, Kamis (24/10/2019).

Untuk siapa aktor yang akan membitangi, Khilma masih merahasiakan dan berharap film tersebut akan memberikan motivasi kepada banyak orang.

"Kalau aktornya saya kasih tahu sekarang tidak kejutan dong. Tunggu saja nanti saat mulai rilis pemutaran film yang akan tayang di seluruh bioskop tanah air," tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap akan muncul kritikus-kritikus film yang akan mengkritik dan mengevaluasi film Hati Suhita untuk pembelajaran ke depannya.

"Kritikan novel menjadi film pasti berbeda. Nah ini nantinya yang akan jadi bahan evaluasi," jelas Khilma.

Salah satu penggemar novel Hati Suhita, Cindi Fatmawati berantusias menyambut film hati suhita. Ia mengaku akan meluangkan waktu untuk menonton film dari novel yang penuh pembelajaran tersebut.

"Saya sudah mulai membayangkan ceritanya ketika difilmkan. Saat membaca saja sudah mampu membuat orang menangis apalagi saat difilmkan," ungkapnya. (Falis)

KAMPUS – Acara haflah ilmiah jilid 4 Lempaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma yang sudah terlaksana selama empat hari 21-24 Oktober 2019 resmi ditutup. Penutupan dilakukan oleh pembina LPM Paradigma dengan pemukulan jidor secara simbolis di GOR IAIN Kudus, Kamis (24/10/2019).

Pembina LPM Paradigama, Any Ismayawati mengatakan, apapun kegiatan pasti ada positif dan negatifnya karena tidak ada yang sempurna di dunia ini, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Menurutnya tidak mudah suatu kegiatan yang melibatkan banyak pihak di dalamnya.

“Saya sangat berterima kasih dan bangga dengan LPM yang mampu menyelenggarakan kegiatan yang cukup besar ini. Dan terima kasih kepada UKM lain yang bersedia untuk berkolaborasi dan bersinergi menjadikan acara paradigma ini sukses,” kata Any.

Lebih lanjut, ia menghimbau perlu adanya evaluasi terhadap serangkaian kegiatan acara yang telah diselenggarakan. Mulai dari evaluasi kelebihan, kekurangan dan, kendala dengan harapan ke depannya akan lebih baik lagi.

"Evaluasi adalah hal penting yang wajib dilakukan setelah melakukan apapun. Untuk itu saya harap evaluasi dapat menjadi jembatan memperbaiki diri," jelasnya.

Sedangkan, Pimpinan Umum (PU) LPM Paradigma, Ali Murtadho berharap nantinya apa yang telah di rencanakan dapat di wujudkan sebagai bentuk implementasi dari teori menjadi kenyataan.

“Terima kasih atas partisipasinya dari awal hingga akhir kegiatan acara. Semoga kegiatan Haflah Ilmiah Jilid 4 dapat berlangsung berjilid-jilid dan semakin lebih baik, harapnya. (Ayu


KAMPUS – Di era digital penyebaran literasi semakin dipermudah dengan media online. Media Online menjadi alat untuk menumbuhkan kesadaran literasi. Literasi santri misalnya, sebagai santri tidak boleh hanya membaca, tetapi harus mampu menulis, mencari informasi, mengolah informasi, dan memproduksi menjadi tulisan yang positif. 

"Dalam menulis juga harus memperhatikan regulasi dan etika ketika menulis," kata Sunarni, dosen IAIN Kudus dalam diskusi bincang media online yang bertajuk “Menakar Potensi Media Lokal Kudus dalam Literasi Santri” yang diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma dalam rangkaian acara Haflah Ilmiah Jilid 4 di GOR IAIN Kudus, Senin (21/10/19). 

Sebab, menurutnya santri yang baik harus mampu menulis dan membuat konten yang mendalam dan menarik sehingga dapat memberikan banyak informasi kepada pembaca.

"Santri tak hanya mengaji kitab, tetapi harus mampu meliterasikan dirinya sendiri," jelasnya. 

Senada dengan Sunarni, Pimpinan Umum (PU) Suara Nahdliyin, Qomarul Adib mengatakan santri sebagai salah satu pengguna media sosial harus mampu meliterasi diri dengan baik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda negatif dari media lain. 

”Media sebagai komunikasi, edukasi dan kontrol sosial. Pelaku media harus meliterasi diri dengan baik, dan menghindari propaganda dari pengaruh negatif” Jelasnya. 

Lebih lanjut, literasi santri bisa dimulai dari kiyai untuk lebih produktif dan melek teknologi agar dapat menjadi teladan bagi para santri dalam berliterasi. 

“Menumbuhkan kesadaran media online bukan hanya tugas santri, tetapi kiyai juga harus produktif agar menjadi teladan bagi para santri dan kiyai yang lain," katanya.

Sementara itu, pegiat fanspage santri mbareng, Ilyas Alkayisi menghimbau agar para santri harus mewarnai dunia, melalui inovasi dan kreativitas dalam menulis. 

Ilyas juga berharap media online santri mbareng dapat mengenalkan santri dan kegiatan kepesantrenan kepada masyarakat melalui literasi. 

”Melalui fanspage dan instagram, kami berharap dapat mengenalkan kegiatan santri kepada masyarakat sekitar,” harapnya. (Hasyim)


KAMPUS – Mahasiswa harus mampu berperan aktif di masyarakat dalam memberikan contoh pendidikan politik yang baik. Sebagai orang berpendidikan, mereka dituntut untuk memberikan pencerahan di masyarakat. 

“Mahasiswa menjadi panutan di masyarakat dan dianggap punya kepandaian yang lebih. Maka mereka harus mampu mengarahkan pandangan mayarakat  ke arah yang lebih baik, jangan malah sebaliknya,” kata Wakil Ketua DPRD Kudus, Ilwani, dalam dialog politik, yang bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Mengontrol Inklusifitas Parlemen Indonesia” yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam di gedung SBSN lantai 1, Rabu (16/10/2019).

Untuk itu, lanjutnya, mahasiswa perlu memahami ilmu politik terlebih dulu agar tidak salah paham terhadap politik. Sebab, Orang yang tidak mengerti ilmu politik maka dia akan menyesatkan dirinya dan orang lain.

"Sebelum memberikan pemahaman kepada masyarakat kalian harus paham terlebih dahulu ilmu politik agar yang kalian sampaikan tidak menyesatkan," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, salah satu anggota DPRD Kudus, Ali Ihsan menyampaikan bahwa mahasiswa sangat ideal dalam menjadi pemimpin di masa depan. Sebab masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda. 

“Mahasiswa bisa aktif di BEM dan organisasi-organisasi yang ada di dalam kampus, ibarat kata sudah tiba di sebuah terminal, tinggal bisa memilih ke mana tujuan dan cita-cita yang kita inginkan tergantung dari kita,” jelasnya.

Sementara itu, Dosen IAIN Kudus, Muhtarom berpesan kepada mahasiswa agar mereka tidak apatis terhadap politik. 

“Mahasiswa jangan anti terhadap politik. Karena kampus menjadi bagian penting bagaimana kinerja politik dan bagaimana memberikan masukan ke sana,” katanya.

Sebab menurutnya, mahasiswa yang terpaku pada bangku perkuliahan akan sulit untuk mengembangkan potensinya.

“Mahasiswa yang mampu untuk menunjukan berbagai disiplin ilmu, berbeda tipologi mahasiswa yang hanya kutu buku dan terfokus dengan jurusannya,” katanya. (Fatwa)


KAMPUS -  Ajaran Tepo Seliro Sunan Kudus merupakan bentuk toleransi masyarakat Kudus terhadap keberagaman Indonesia. Tepo Seliro diartikan sebagai ukuran perbuatan seseorang apakah merugikan orang lain atau sebaliknya.  

Misalnya, hubungan baik umat Islam dengan umat Hindu di Kudus pada zaman dahulu. Sunan Kudus melarang masyarakatnya untuk tidak menyembelih sapi meski dalam Islam sapi halal untuk disembelih. Hal tersebut dilakukan  sebagai bentuk toleransi keberagaman, karena sapi sangat disakralkan oleh umat Hindu.

"Sunan Kudus sudah mencontohkan bagaimana kita harus bertoleransi. Karena dengan kasih sayang kita semua bisa hidup berdampingan dengan baik," kata Wakil Rektor III IAIN Kudus, Ihsan dalam acara Simfoni Toleransi dengan tema “Antar Iman, Keberagaman dan Kemampuan Berpikir Kritis” di GOR IAIN Kudus, Rabu (16/10/2019).

Ihsan menambahkan inti ajaran toleransi adalah saling menghargai. Tidak menbenarkan apa yang menurut kita benar dan menyalahkan yang tidak sama dengan kita. 

"Simponi toleransi merupakan nada, irama, suasana keberagaman yang memperkuat dan lengkap. Kita diciptakan bersuku, berbangsa agar kita saling mengenal," jelasnya. 

Di samping itu, tokoh Kristen, Elga J. Sarapung mengatakan bahwa perbedaan akan menjadi konflik bila tidak dikelola. Menurutnya, berdialog merupakan salah satu cara saling memahami saat hidup di negara dengan banyak keberagaman.

"Inti ajaran semua agama adalah sama-sama mengajarkan kasih sayang. Untuk itu pemahaman perbedaan aqidah menurut agama masing-masing harus dihargai," tuturnya. 

Lebih lanjut, ia menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi dengan sesuatu yang tidak jelas asal usulnya. Sebab menurutnya manusia diciptakan untuk saling mengasihi dan menyayangi.

"Bercermin pada agama kita sendiri. Karena setiap agama tidak akan mengajarkan kebencian dan permusuhan," katanya. 

Sedangkan, Tokoh Samin Ki Pramugi Prawiro Wijaya, menjelaskan ada lima tujuan hidup sedulur sikep yaitu demen, becik, rukun, seger, dan waras. 

"Lima tujuan hidup ini yang dijadikan sebagai landasan bertoleransi," katanya. (Nonik)


KUDUS - Kudus Ekspo 2019 yang dimulai sejak 11-15 Oktober berhasil menarik 40.249 pengunjung baik dari Kudus maupun luar kota. Sedangkan untuk pengunjung terbanyak jatuh pada hari Sabtu dengan jumlah 14.983 pengunjung.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala dinas UKM Kudus, Bambang Tri Wahyu dalam penutupan Kudus Ekspo 2019 di alun-alun simpang 7 Kudus, Selasa (15/10/2019) kemarin malam.

Jumlah pengunjung yang banyak tersebut berdampak pada transaksi penjualan 60 UKM dan 2 koperasi dengan jumlah transaksi mencapai 1,2 milyar.

"Alhamdulillah semakin banyak pengunjung maka semakin banyak transaksi. Itu baru yang UKM binaan, belum lagi stand-stand yang berada di luar," jelas Bambang. 

Sedangkan Plt. Kudus, Muhammad Hartopo bersyukur produk-produk kerajinan maupun kuliner kota Kudus banyak diminati pengunjung. Menurutnya hal tersebut tak lepas dari kreativitas dan inovasi masyarakat Kudus yang luar biasa.

"Semoga UKM kudus tak hanya berkiprah nasional saja tetapi bisa mencapai skala internasional," harapnya. 

Terakhir Hartopo mengumumkan juara stand terbaik kategori OPD. Juara 1 oleh Dinas Pertanian dan Pangan, juara 2 oleh Kecamatan Dawe, dan juara 3 oleh BPM PT SP. Sedangkan untuk kategori IKM juara 1 oleh Kopi Tasty Muria, juara 2 oleh Muria Bakti, dan juara 3 oleh BKM Muria Indah Go Green.

Salah satu pemenang stand terbaik kategori IKM, Shinta Dwi Mutiarani mengaku tak menyangka stand yang dimilikinya menjadi juara 1. 

"Sebenarnya ini bukan pertama kali mendapat pernghargaan sebagai stand terbaik. Kemarin ketika Kudus ekspo di Balai Budaya Kudus kopi tasty juga mendapatkan juara stand terbaik," ungkapnya. (Falis) 


Dalam rangka Memperingati HUT Teater Satoesh yang ke-22 dengan tema "Regenerasi atau mati" Teater Satoesh menggelar konser musik yang di isi oleh UKM musik SMS IAIN Kudus dan tamu undangan dari Teater yang ada di beberapa universitas, seperti  Semarang, Salatiga, Magelang, jogja, solo, Tegal, Purwokerto, Tuban, Lamongan, Surabaya dan Madura. Mereka turut tampil dalam acara konser musik tersebut. Acara berlangsung di GOR IAIN Kudus, Jumat malam (11/10/2019).

Saliyo, pembina UKM Teater Satoesh berharap Teater Satoesh dapat menjadi legenda dan melahirkan karya-karya besar. "Berkaryalah secara terus-menerus dengan pikiran yang cerdas", Jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, ketua panitia HUT Teater Satoesh, Reza menjelaskan bahwa acara HUT Teater Satoesh ini menjadi penting karena acara HUT merupakan salah satu wujud rasa syukur dan sebagai ajang silaturahmi antar Teater di beberapa universitas. "Semoga acara HUT Teater Satoesh lebih baik lagi kedepannya dan juga bisa bermanfaat bagi orang lain", harapnya.

Selain itu, Kevin dari Teater Tiga Koma UMK merasa sangat senang dengan acara konser musik tersebut. Ia berharap Teater Satoesh dapat menjadi lebih baik untuk kedepannya "Dari acara HUT ini kita bisa berkumpul bersama-sama untuk menjalin silaturahmi dengan Teater yang lain", ungkapnya.

Selain konser musik, nantinya akan ada pentas Teater dari MI NU Al-Huda Padurenan, Teater dewa Ruji, komunitas pojok kidul Jepara dan pementasan dari Teater Satoesh sendiri.(Sulaiman/Arum)


 PENGUMUMAN SAYEMBARA MENULIS CERPEN DAN PUISI
BERTEMA PEREMPUAN INDONESIA
YANG LOLOS KURASI DAN AKAN DIBUKUKAN


Bersamaan dengan ini, kami beritahukan kepada seluruh peserta Sayembara Menulis Cerita Pendek (Cerpen) dan Puisi bertema “Perempuan Indonesia”, bahwa proses kurasi puisi dilakukan sejak puisi diterima panitia dan diteruskan ke tim kurator (dewan juri) yang ditunjuk panitia, yakni Reza Nufa (Editor Penerbit Diva Press) dan Widyanuari Eko Putra (Pegiat Kelab Buku Semarang). Dan pada akhirnya menghasilkan daftar nama penulis cerpen dan puisi berikut yang akan dibukukan. Terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya dalam event menulis kali ini.
Berikut ialah daftar penulis cerpen dan puisi yang lolos kurasi dan akan dibukukan dalam Buku Antologi Cerpen dan Puisi “Perempuan Hutan ” yang akan diluncurkan saat Haflah Ilmiah Jilid IV LPM Paradigma IAIN Kudus pada Selasa, 22 Oktober 2019 di Gedung Olahraga (GOR) Kampus Timur IAIN Kudus.

No
Nama
Judul
Perguruan Tinggi
Kategori
1
Ahcmad Ridwan Palili
Perempuan Hutan
Universitas Negeri Makassar
Cerpen
2
Ahcmad Ridwan Palili
Nenek Tija Sang Duta Kebersihan
Universitas Negeri Makassar
3
Faizul Futhona Ulinnuha
Amanda
UIN Walisongo
4
Mu’ayyadah
Mimpiku
IAIN Kudus
5
Nanik Almira
Kala Hati Merenta
IAIN Kudus
6
Septian Abdullah
Amma
IAIN Kudus
7
Sindi Maulita
Gender Kita Berbeda
UIN Walisongo
8
Brigitta Sherlen
Perwira itu Bernama Marsinah
Universitas Diponegoro
Puisi
9
Brigitta Sherlen
Hipokrisi Saat Ini
Universitas Diponegoro
10
Ezara Mila Fawwazah Prayitno
Tak Semudah Membalik Telapak Tangan
UMK
11
Fadila
Srikandi di Tanah Pertiwi
Universitas Atma Jaya Makassar
12
Felita Icasia Hadi
Perempuan Hebat
PPA
13
Isnaini
Persembahan Kartini
UIN Raden Intan Lampung
14
Itsna Yuliar Rohmah
Wanita Berbaja
IAIN Kudus
15
Juwilda
Gadis Pribumi
Universitas Hasanuddin
16
Lina Triwahyuni
Pendidikan Untuk Penerus Bangsa
Universitas Riau
17
Mu'ayyadah
Kartiniku
IAIN Kudus
18
Muhammad Fatwa Fauzian
Gerwani 1965
IAIN Kudus
19
Nurlaely
Perempuan Negeri Ini
UNNES
20
Rohmatus Saidah
Kartini Masa Kini
IAIN Kudus
21
Salya Pualam
Peramut Kemuning
IAIN Kudus
22
Septian Abdullah
Wanita
IAIN Kudus

Semua kontributor akan mendapatkan E-Sertifikat yang nanti dapat diunduh di https://www.parist.id/ (informasi lengkapnya akan diumumkan kembali)


Cerpen Tiga Terbaik
·         Ahcmad Ridwan Palili, “Perempuan Hutan”
·         Faizul Futhona Ulinnuha, “Amanda”
·         Nanik Almira, “Kala Hati Merenta”

Puisi Tiga Terbaik
·         Brigitta Sherlen, “Perwira itu Bernama Marsinah”
·         Nurlaely, “Perempuan Negeri Ini”
·         Lina Triwahyuni, “Pendidikan Untuk Penerus Bangsa”
6 penulis dengan karya terbaik di atas harap konfirmasi segera kehadiran dalam acara bedah buku dan penyerahan hadiah oleh panitia.


Untuk kontributor dan masyarakat umum yang ingin mendapatkan bukunya dapat memesan kepada panitia Haflah Ilmiah Jilid IV LPM Paradigma IAIN Kudus di nomor 0856 4202 3257 (Firda)
Adapun kami juga membuka preorder (PO) hanya sampai tanggal 17 Oktober 2019 dengan harga:
Harga PO untuk umum                       : Rp 55.000,-
Harga normal untuk umum                 : Rp 65.000,-

Sedangkan untuk kontributor, kami memberikan harga spesial, yakni:
Harga PO untuk kontributor               : Rp 40.000,-
Harga normal untuk kontributor         : Rp 50.000,-
Bagi kontributor yang ikut PO akan mendapatkan sertifikat cetak

Pembayaran maksimal pada 20 Oktober 2019 melalui rekening  5884-01-015882-53-1 an Cindi Fatmawati. Konfirmasi lewat 0823 2821 5010 (Cindi) atau 0856 4202 3257 (Firda)


Dalam pemesanan harap sesuai format;

Jika Kontributor          : Kontributor – Nama Pemesan – Jumlah – Alamat penerima lengkap dengan nomor HP

Jika Umum                  : Umum – Nama Pemesan – Jumlah – Alamat penerima lengkap  dengan nomor HP


NB: Bagi kontributor diharapkan datang ke Kudus, kami mengundang untuk hadir dalam acara Bedah Buku Cerpen dan Puisi dalam serangkaian acara Haflah Ilmiah Jilid IV LPM Paradigma IAIN Kudus pada Selasa, 22 Oktober 2019 di GOR Kampus Timur IAIN Kudus. (biaya transport ditanggung sendiri)



Sastra Qov dan Segenap Panitia Haflah Ilmiah Jilid IV
LPM Paradigma

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.