KAMPUS - Koperasi harus mempunyai peran yang signifikan dalam perkembangan generasi milenial di era 4.0. Di era sekarang kita tidak bicara lagi tentang persaingan, tapi kita bicara tentang kolaborasi, dan koperasi merupakan salah satu organisasi modern yang sangat sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.  

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto, SE, M. Si di acara Talkshow Nasional dan Pendidikan Menengah Koperasi Nasional (Dikmenkopnas) Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan tema "Explore Your Potential to be a Great Young Entrepreneur" yang diadakan oleh KOPMA IAIN Kudus di gedung SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Kamis (25/04/2019).

Penampilan Tarian Tradisional dalam Acara Pembukaan
Acara ini dihadiri oleh Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto, SE, M. Si, Founder Hotel Safin Pati H. Saiful Arifin, S. E dan Owner Namira Tour and Travel, ketua HIPSI Kudus Ersyat Qomar, ST dan kader mahasiswa seluruh koperasi di Indonesia, di antaranya yaitu KOPMA Raden Fatah Palembang, Raden Lintang Lampung, Amirul Tuban, PGRI Semarang, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, Universitas Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan IAIN Kudus.

Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto SE, M. Si menjelaskan, peran koperasi yang signifikan ini sejalan dengan rekonstraksi total koperasi sedang dilakukan oleh kementrian koperasi. Tiga strategi yang sedang dirumuskan yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan usaha. 

"Dalam reorientasi sekarang lebih mengedepankan kualitas dari pada kuantitas. Rehabilitasi ini upaya untuk memperbaiki database koperasi. Dan pengembangan usaha, kita ingin jika koperasi berkembang seperti usaha-usaha yang lain," jelasnya.

Hasil dari dikmenkopnas diharapkan dapat menciptakan konsep rebranding koperasi yang kekinian dan sesuai dengan selera anak muda zaman sekarang.

“Koperasi punya salah satu keunggulan berupa captive market, artinya pasar yang sudah tersedia ketika koperasi itu lahir yakni anggotanya. Kuncinya adalah komitmen dan inisiatif anggota, agar sebuah koperasi bisa berkembang, " tambah Rully.

Selain itu, Founder Hotel Safin Pati H. Saiful Arifin, S. E memberikan motivasi kepada peserta, bahwa pengusaha saat ini tidak diciptakan, tapi karena hasil keterpaksaan. Untuk menjadi wirausahawan sebenarnya tidak perlu modal yang besar. 

"Untuk menjadi pengusaha kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas untuk mencapai sebuah kesuksesan itu. Usaha tidak harus dimulai dari yang besar, tapi usaha bisa dimulai dari yang kecil-kecil," jelasnya.

Sedangkan, Owner Namira Tour and Travel Ersyat Qomar, ST mengatakan jika motivasinya menjadi wirausaha adalah tersesat di jalan yang benar, menjadi entrepreneur yang dipercaya oleh siapapun, seperti yang dicontohkan Rasulullah. Jangan takut tidak punya modal, karena ketakutan itu hanya di awal, karena ketakutan itu hanya fatamorgana.

"Berbanggalah sebagai wirausaha, jangan samapai menciptakan sekat-sekat premodial. Karena wirausaha itu usahanya tetap jalan dan pengusahanya jalan-jalan," kata Ersyat yang juga mebjadi ketua HIPSI Kudus. (Gib/Ulyanuddin)

KAMPUS - Suatu kurikulum harus mampu menghasilkan profil output mahasiswa berkualitas yang mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan serta mempunyai sikap dan keterampilan yang bagus. 

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khoiruddin Nasution di acara workshop dalam rangka Penguatan Kurikulum dengan tema "Peluang dan Tantangan Alumni Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Menghadapi Dinamika Hukum Keluarga Islam di Era Kontemporer" yang diadakan Prodi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah di gedung Rektorat lantai 3 IAIN Kudus, Selasa (23/04/2019).

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Pengadilan Agama (PA) Kudus dan juga penyuluh Kantor Urusan Agama  (KUA) Kudus. 

Menurut Khoirudin antara dosen, mahasiswa dan alumni penting melakukan kerjasama untuk mengevaluasi kualitas dan kekurangan kurikulum. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk penguatan kurikulum agar dapat menghasilkan alumni yang semakin berkualitas. 

"Mahasiswa harus mampu berperan aktif dan teliti sebagai bentuk evaluasi apakah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan sinkron dan sesuai dengan kenyataan di lapangan atau tidak," jelasnya.

Sedangkan, Dekan Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah, Dr. Any Ismayawati mengatakan fakultas atau lembaga jangan hanya mengandalkan penilaian dari dosen dan lembaga terkait tempat mahasiswa menempuh Kuliah Kerja  Nyata (KKN), tetapi juga melalui evaluasi dari stakeholder yang ahli di bidangnya mengenai kekurangan dan kelebihan kurikulum pembelajaran.

"Evaluasi dari stakeholder penting dilakukan. Jadi nanti ilmu yang  dimiliki mahasiswa tidak hanya membahagiakan dosen dengan nilai-nilai yang tinggi saja," katanya. 

Ia berharap workshop ini nantinya dapat menjadi bentuk pengembangan kurikulum dan penguatan perwujudan program studi Akhwal Syakhsiyyah nantinya.

"Saya harap mahasiswa terutama  alumni bisa bersaing dan melahirkan stakeholders yang berkualitas," harapnya. (Ina/Fal)

KAMPUS - Himpunan Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (HIMA IPS) IAIN Kudus mengadakan penanaman pohon bersama dalam rangka memperingati Hari Bumi dengan tema "Mahasiswa IPS Beraksi dan Berkontribusi" di sekitar air terjun gender Dawe Kudus, Ahad (21/4/2019).

Ketua panitia, Nazmil Huda mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut bertujuan sebagai bentuk pengurangan kerusakan alam yang terjadi saat ini. Sekaligus sebagai wujud dalam mencintai alam dan melakukan penghijauan bumi.
Terlihat salah seorang dari Dinas Kehutanan Kudus memberikan pengarahan
"Kami ingin menumbuhkan jiwa sosial, rasa cinta dan rasa memiliki terhadap alam dengan melakukan penanaman pohon, bersih-bersih sungai, dan pemungutan sampah," jelas Nazmil. 

Penanaman, lanjut Namzil, dilakukan di sekitar air terjun gender karena di sana masih kurang penghijauan. 

"Kami berharap pohon yang kami tanam dapat menyerap air hujan dan mengurangi tanah longsor yang ada disekitar daerah tersebut," harapnya.

Salah satu peserta, Sri Hartini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan tersebut  bisa menyadarkan manusia untuk mencintai alam yang ada disekitar.

"Kegiatannya sederhana, cuma menanam pohon, memungut sampah, dan membersihkan sungai tapi besar manfaatnya," kata Sri.

Selain itu, kegiatan ini mendapat sumbangan 500 bibit tanaman berupa pohon jambu, kayu putih, alpukat dan sebagainya dari dinas kehutanan Kudus.

Soeharto perwakilan Dinas Kehutanan Kudus, berharap agenda ini bisa terus berjalan sehingga alam tetap terjaga dan mendapatkan keberkahan dari Tuhan.  

"Manusia harus saling menjaga ciptaan Tuhan. Termasuk menjaga alam dan lingkungan," jelasnya. (Lenny)


KUDUS - Hard skill maupun soft skill harus seimbang dimiliki setiap individu yang ingin sukses. Demikian itu mengemuka dalam talkshow "Kupas Tuntas Raih  Beasiswa Dalam dan Luar Negeri" di aula SMP Al Ma'ruf lantai 3, ahad (14/04/19).

Acara yang diadakan oleh Kelas Inspirasi ini dihadiri oleh Awardee Afirmasi Scholarships Master of International Relations Univ of Sydney, Wahyu Alif Raharjo, alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin, S. Pd., dan penerima Beasiswa Djarum Foundation IAIN Kudus, Nanang Dwi Pratmana.

Salah seorang pemateri tengah menjelaskan mengenai Bidikmisi
Alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin mengatakan setiap individu mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda. Jadi mulailah dengan mengenali bakat, minat, dan tuangkan dalam tindakan.

"Kalau kalian merasa tidak layak dapat beasiswa, kalian harus bisa melayakkan diri, mengupdate, dan mengolah skill. Selayaknya kalian pantas untuk apa yang kalian inginkan," jelas Mudrofin.

Di sisi lain, Penerima Beasiswa Djarum Foundation, Nanang Dwi Pratmana mengatakan salah satu kunci kesuksesan yaitu dengan aktif dalam organisasi. Menurutnya soft skill harus diimbangi dengan hard skill karena sangat penting bagi kehidupan. 

"Begitu juga di perguruan tinggi, kuliah tanpa diimbangi dengan organisasi itu akan sulit meraih kesuksesan. Karena pintar saja tidak cukup menjadi jaminan untuk sukses," jelas Nanang.

Salah satu peserta seminar beasiswa talkshow, Sofia mengaku senang dengan mengikuti seminar kali ini. Karena para narasumber memiliki pengalaman dan cara penyampaian materi yang berbeda.

"Saya senang dengan diadakanya seminar beasiswa talkshow ini, masing-masing pengalaman yang dimiliki para narasumber dan cara narasumber dalam menyampaikan materi juga sangat relefan  mudah ditangkap dan dipahami," kata Sofia. (Ayu).

KUDUS - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kudus mengadakan pemilihan Duta Genre Kudus 2019 dengan tema "Melalui Pemilihan Duta Genre Kita Tingkatkan Ketahanan Remaja Dengan Mewujudkan Saatnya yang Muda yang Berencana" di aula dinas P3AP2KB, Sabtu (13/04/19). 
Foto bersama finalis Duta Genre 2019 dengan Dinas P3AP2KB Kudus.
Acara ini terdiri dari tujuh finalis, empat perempuan dan tiga laki-laki dari IAIN KUDUS, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMK). Sedangkan untuk tahapan penyeleksian meliputi tes subtansi, bakat minat, dan tes wawancara. 

Salah satu juri pemilihan Duta Genre, Dewi mengatakan kegiatan genre Kudus untuk menyosialisasikan pemahaman remaja tentang program genre. Supaya remaja tidak terjebak dalam seks bebas, pernikahan dini, dan penggunaan obat-obat terlarang. 

"Remaja di masyarakat harus bisa membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja," jelas Dewi.

Selain itu, Sekretaris Dinas Sosial, Sutrisno mengaku terharu jika ada anak muda yang mempunyai cita-cita luhur untuk pemerintahan. Menurutnya orang yang aktif berorganisasi di lingkungan kampus dan masyarakat itu pasti ada hasilnya.

"Generasi penerus bangsa harus berlomba-lomba dalam kebaikan dan berani berkecimbung langsung dengan masyarakat" ujar Sutrimo 

Sedangkan, salah satu finalis Duta Genre Kudus, Nurhayati mengaku senang mengikuti acara tersebut. Karena mendapat pengalaman yang luar biasa dan juga menambah teman. 

"Saya senang bisa masuk finalis calon duta Genre Kudus, selain dapat pengalaman berharga saya juga dapat teman banyak," kata nurhayati pemenang juara tiga Duta Genre. 

Duta Genre Kudus 2019 diraih oleh Muhammad Naili Rizki Setiawan (mahasiswa Bimbingan Konseling Islam Pendidikan IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre laki-laki dan Agidatun Nisa (mahasiswa Manajemen Bisnis Syaruah IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre perempuan. (Nonik)

KAMPUS- Komunitas Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Kawan Insani) IAIN Kudus merayakan anniversary yang keempat  bertema "Satu Senyuman, Satu Kebersamaan, Satu Keluarga" di GOR IAIN Kudus, Kamis (11/04/19).
Foto: Penampilan fashion show di acara anniversary keempat Kawan Insani

Adapun dalam serangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai lomba di antaranya, lomba gerak dan lagu, APE (alat permainan edukatif), dongeng, serta lomba kreasi lagu dan fashion show. 

Ketua panitia, Ina mengatakan kegiatan ini diadakan secara rutin setiap tahun agar menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk prodi PIAUD sendiri.

"Biar mahasiswa PIAUD lebih kreatif. Dan alhamdulillah anniversary tahun ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Ina.

Selain itu,  Rektor III IAIN Kudus Dr. H Ihsan MAg mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya mahasiswa PIAUD harus lebih menonjolkan kreativitasnya dalam mengembangkan pengalaman-pengalaman.

"Saya sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah menyelenggarakan acara semacam ini. Semoga kampus kita tercinta betul-betul mencetak alumni PIAUD yang mumpuni dan berkualitas," harapnya saat memberikan sambutan sekaligus yang membuka acara anniversary ke-4.

Salah satu peserta lomba, Imam mengaku merasakan kemeriahan acara. Ia bangga dan senang karena bisa meraih juara satu dalam kategori Lomba fashion show.

"Karena tidak ada persiapan sama sekali cuma modal berani dan pakai baju khas jawa beserta blangkon saja. Apalagi saya satu-satunya peserta laki-laki lomba fashion show. Tapi alhamdulillah saya juara". Tutur Imam.

Senada dengan Imam, Dinda sebagai pemenang Juara satu kategori lomba dongeng ikut juga merasakan meriahnya acara, ia mengaku senang karena bisa membawa nama baik kelas dalam acara anniversary ini.

"Awalnya sebelum penampilan saya dan partner dongeng merasa bahwa apa yang akan kami sampaikan itu biasa saja, tetapi ketika sudah menampilkan hasilnya tidak mengecewakan" Jelasnya. (Ayun)

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr Ihsan MAg sampaikan sambutan dalam milad ke 23 UKM JQH

KAMPUS, Parist.Id – Hadir dalam Milad ke-23 UKM JQH Asy-Syauq IAIN Kudus Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid mendoakan agar UKM kebanggaan IAIN Kudus itu semakin jaya, berkah dan berprestasi. Ia juga bercerita mengenai pengalamannya untuk pertama kali mengisi acara maulid di Kota Kretek ini.

“Mudah-mudahan berkat salawat ini UKM JQH Asy-Syauq semakin jaya, berkah dan berprestasi serta menjadi kebanggaan IAIN Kudus,” doanya diamini ribuan jamaah yang hadir di halaman kampus timur IAIN Kudus, Selasa (09/04/2019).

Habib Muhsin Al-Hamid juga mengaku terkesan sebab ini merupakan pertama kalinya ia mengisi acara salawat di Kudus. Menurutnya keberkahan dari kota Kudus adalah luar biasa. Hal itu ia nilai dari para munsyid dan habib yang semakin terkenal usai berada di Kudus.

“Instagram saya pengikutnya awalnya 18K langsung tambah 19,1K karena ada gambar saya mau ngisi acara di Kudus ini,” kelakarnya.

Selain itu, Rektor IAIN Kudus Dr Mundakir MAg mengapresiasi acara yang dihadiri ribuan jamaah dan memenuhi lapangan kampus timur IAIN Kudus ini. Terlebih sebab acara ini menghadirkan Habib Muhsin Al-Hamid dari Jember yang bisa dicadong barokah doanya.

“Mudah-mudahan kehadiran beliau sebagai pengisi jiwa kita, keutuhan manusia,” katanya.

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr H Ihsan MAg juga mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya ini bisa jadi sarana menguatkan dan mendekatkan hati mahasiswa IAIN Kudus kepada Allah SWT melalui salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Semoga pertemuan malam ini betul membawa berkah fi ad-diin wa ad-dunya wa al-akhirah. Dengan payung rahmat, nikmat dan hidayah Allah SWT kita bisa ringan dan berkumpul di lapangan IAIN Kudus ini,” ujarnya. (Fal/Ali)

KUDUS - Menyambut pesta demokrasi tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mengadakan acara Pemilihan Umum (Pemilu) Run di depan Gedung Olahraga (GOR) Gelora Bung Karno Kudus, Minggu (07/04/2019).

Acara yang dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan provinsi ini memiliki beberapa kegiatan di antaranya jalan sehat, donor darah, konser musik hingga pembagian doorprize untuk para masyarakat yang berpartisipasi. 

Ketua KPU Kudus, Nailis Syarifah mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini untuk meningkatkan partisipasi dari masyarakat terhadap pemilu 2019 mendatang.


"Tujuan utama kami agar masyarakat dapat berbondong-bondong menuju TPS untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti" kata Nailis.

Suasana pelaksanaan kegiatan Pemilu Run oleh KPU Kudus
Ia juga memberikan sosialisasi serta informasi terkait kepemiluan dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak golput dalam pemilu 2019 nanti.

"Masyarakat jangan sampai golput. Semoga target partisipasi nasional 77,5 persen bisa tercapai," harapnya.

Selain itu, salah satu peserta Pemilu Run, Qoriatun Nasichoh (22) merasa senang dan sangat mendukung penuh acara ini. Menurutnya, acara seperti ini sangat seru dan mengedukasi masyarakat terkait kepemiluan. 

"Untuk KPU Kudus semoga semakin jaya dan sukses selalu. Dan untuk masyarakat semoga semakin sadar akan pentingnya pemilu dan jangan sampai golput," kata pemenang doorprize berupa mesin cuci. (Arum)


JEPARA - Mahasiswa Akhwal Syahsiyyah fakultas Syari'ah IAIN Kudus ikuti pelatihan Rukyatul Hilal dan doa bersama menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) di Pantai Kartini Jepara, Jumat (05/04/ 2019).

Pelatihan Rukyatul Hilal yang didampingi langsung oleh kepala tim ahli badan hisab rukyat daerah Kudus, Muhammad Agus Yusrun Nafi' tersebut diadakan setiap satu tahun dua kali, yaitu pelatihan penentuan awal bulan Sya'ban di akhir bulan Rajab, dan penentuan awal bulan Ramadhan di akhir bulan Sya'ban yang diadakan oleh Fakultas Syariah.

salah seorang mahasiswa program studi ahwal syakhsiyyah mencoba melihat hilal
Ketua program studi Ahwal Syakhsiyyah, Fuad Riyadi mengatakan mahasiswa lulusan Fakultas Syari'ah harus memiliki kemampuan dalam menentukan awal bulan hijriyah, karena salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan mahasiswa syariah adalah ahli ilmu falak.

"Diadakannya pelatihan rukyatul hilal ini adalah untuk memberi bekal kepada mahasiwa agar setelah lulus nanti memiliki kemampuan di bidang ilmu falak," jelas Fuad.

Selain itu, Nailul Mubarok, mahasiswa Ahwal Syakhsiyyah semester empat mengaku senang mengikuti pelatihan rukyatul hilal. Menurutnya pelatihan tersebut memilili banyak manfaat untuk mahasiswa. Seperti mengetahui alat-alat untuk merukyat hilal sekaligus bisa menggunakan alat tersebut secara langsung untuk melihat hilal.

"Saya senang, dengan mengikuti pelatihan  ini mahasiswa bisa tau caranya menentukan awal bulan Sya'ban," Ungkapnya. (Ifa)

KAMPUS - UKM Teater Satoesh dan SMS mengadakan gelar aksi laga futsal persahabatan di Markass Sport Center Kudus. Kegiatan yang bertema "Menyambut Dana DIPA Belum Turun" tersebut merupakan perwakilan aksi protes karena uang Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belum ada kejelasan dari pihak kampus, Kamis (04/04/2019).
FOTO: Pemanasan jelang laga persabahatan futsal antara UKM Teater Satoesh Vs UKM SMS IAIN Kudus.

Lurah UKM Satoesh, Najib mengatakan kegiatan laga futsal persahabatan tersebut hanyalah untuk mengisi kekosongan kegiatan dan main biasa. Tapi viral karena mengangkat tema yang menyinggung uang DIPA.

"Aslinya hanya main biasa, tapi karena kita semua butuh kejelasan uang DIPA jadi mengambil tema tersebut," tutur Najib.

Ia juga mengatakan, jika sampai akhir April masih belum ada kejelasan mengenai uang DIPA, maka akan mengajak SEMA dan DEMA untuk bergerak bersama.

"Kami para UKM masih setia menunggu walau sudah berjalan tiga bulan. Tapi usaha-usaha akan tetap dilaksanakan," jelasnya. 

Senada dengan najib, Ketua Umum UKM SMS, Muhammad Asyiqulkaf mengatakam selain untuk ajang persahabatan antar UKM, juga menjadi ajang nyata protes kepada atasan. Petisi akan dilayangkan jika akhir April belum turun.

"Selain mengajak SEMA dan DEMA. Kami juga akan mengajak para HMPS baru untuk bersama menyuarakan," Jelas Asyiqul. (Fandi)


Kampus - Tiga komunitas bahasa adakan pelantikan bersama, diantaranya Komunitas Hotaru (komunitas bahasa Jepang) Hanjohsa (komunitas bahasa Korea) dan Komba (forum komunitas bahasa asing) di gedung PKM IAIN Kudus, Rabu (03/04/19).

Dosen penikmat bahasa Jepang,  Nuskhan Abid mengatakan bahwa komunitas seperti ini unik dan ia yakin satu-satunya yang ada di kampus kita, IAIN Kudus .
Foto bersama Pengurus Hotaru, Hanjohsa, dan Komba.
"Ini positif sekali, dan inisiasi anak muda seperti ini sangat bermanfaat dan jangan Lupa dengan bahasa kita sendiri seperti bahasa Sunda, Jawa dan lain-lain," katanya.

Ia mengapresiasi adanya komunitas bahasa yang di dalamnya beranggotakan mahasiswa. Menurutnya ini salah satu jalan untuk saling mengenal bahasa orang lain.

"Bahasa itu universal dan dengan  bahasa kita bisa kenal dunia," jelas Nuskhan.

Selain itu, ketua komba, Sihab mengatakan bahwa Komba, Hotaru dan Hanjohsa adalah wadah bagi teman teman mahasiswa yang mempunyai minat terhadap bahasa asing seperti Jepang dan Korea.

"Mari kita belajar bersama-sama. Adanya komunitas bahasa seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi peminat bahasa asing," jelasnya. (Syaroful)

JEPARA - Tim SSB Putra Maulana sukses meraih juara dalam Turnamen Bogoran Fun Game 2019 di Lapangan Bogoran Welahan, Jepara, Ahad (31/03/2019). Tidak tanggung-tanggung, SSB Putra Maulana ini menjadi juara dalam tiga level kompetisi. diantaranya yaitu tim U-15 sebagai juara 1 diikuti oleh tim U-11 dan U-12 mereka yang meraih juara 3.
Selebrasi perayaan juara SSB Putra Maulana dalam turnamen Bogoran Fun Game 2019.

Turnamen ini diikuti sebanyak 16 tim dari sekolah sepak bola usia 11-12 dan usia 15 antar SSB.

Kipper Tim SSB Putra Maula U-15, David, mengaku senang karena bisa menang dalam kompetisi ini. Menurutnya pertandingan turnamen ini sangat menguras tenaga. kendati begitu ia merasa lelahnya bisa terbayar lunas dengan juara yang ia raih bersama tim.

"Karena hobi dan cinta dengan sepak bola, capek pun tidak terasa. Apalagi dapat meraih juara seperti ini," jelas David.

Pelatih tim Putra Maulana U-11,  Mafaza, mengatakan persiapan sebelum pertandingan peserta di tekankan untuk mengikuti pelatihan dua hari sebelum turnamen dimulai, sekaligus mematangkan kualitas peserta dalam bersaing.

"Kita latihan untuk memperbaiki kualitas pemain usia dini yang telah mengikuti turnamen, agar kedepannya bisa mendapatkan juara lebih tinggi dan otomatis mendapatkan kualitas pemain yang baik," jelasnya. 

Sedangkan pelatih tim Putra Maulana U-15, Akhlis Jihan berharap turnamen usia dini lebih sering di selenggarakan sebagai bekal mengasah kemampuan anak-anak dalam bermain sepakbola.

"Kompetisi sangat penting untuk meraih pengalaman, melatih kekompakkan tim pemain muda. Khususnya di Desa Kedungmalang sendiri sangat harus dikembangkan" ujarnya.

Banyak anak-anak usia dini, lanjut Akhlis, yang antusias mengikuti sekolah sepak bola. Mereka selalu mengikuti pelatihan-pelatihan setiap minggunya.

"Mereka mempunyai semangat yang tinggi. Jadi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin," jelas Akhlis. (A'yun)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.