KAMPUS - Sejumlah 18 Program Studi (Prodi) di IAIN Kudus sudah terakreditasi di tahun 2019 dan 8 diantaranya telah submit di bulan Maret 2019. Hal tersebut disampaikan oleh rektor IAIN Kudus, Dr. H. Mudzakir dalam sidang senat terbuka wisuda ke-26 program sarjana S-1 dan wisuda ke-8 program Pascasarjana S-2 di GOR IAIN Kudus, Sabtu (30/10/2019).

Ia menjelaskan bahwa dengan beberapa akreditasi yang telah tercapai, untuk dapat diterima menjadi mahasiswa IAIN Kudus perlu adanya kompetisi yang ketat.

"Untuk dapat menjadi mahasiswa IAIN Kudus perlu adanya kompetisi dengan rasio perbandingan 1:7 calon mahasiswa baru," jelasnya.

Lebih lanjut, rasio tersebut dapat dilihat dari mahasiswa baru tahun 2019 yang berjumlah 3.268 dari 23.894 pendaftar.

"Maka, kompetisi mahasiswa pun perlu ditingkatkan lebih baik sebelum maupun sesudah menjadi mahasiswa," jelas Mudzakir.

Ia juga menambahkan bahwa ada banyak organisasi baik di dalam maupun luar kampus yang dapat menunjang kreativitas mahasiswa. 

"Ada 53 organisasi kemahasiswaan yang terdiri dari 12 Senat Mahasiswa (SeMa) dan Dewan Mahasiswa (DeMa), 26 Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), 15 Unit Kegiatan Kemahasiswaan," tambahnya.

Kegiatan-kegiatan kemahasiswaan tersebut ditunjang dengan fasilitas yang sediakan kampus seperti lapangan tenis, Gedung Olahraga (GOR), Lapangan Voly, Ruang Multimedia, Studio Musik, Peralatan Musik, Peralatan Musik Tradisional dan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM).

Selain itu, Mudzakir mengaku fasilitas-fasilitas dan sarana prasarana dimanfaatkan dengan baik. Terbukti dengan banyak prestasi yang diraih. 

"Beberapa prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa diantaranya di ajang PIONIR 2019, POM-RAYON Jawa Tengah, MTQ mahasiswa se-Jawa Tengah dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah," ungkapnya. (Diah/Arum)

Foto Mahasiswa PPI bersama wakil ketua DPRD Komisi A di gedung Berlian
Semarang - Puluhan  mahasiswa Progam Studi (Prodi) Pemikiran Politik Islam (PPI) semester tiga melakukan Education Trip di Komisi Informasi Provinsi (KIP) dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Jawa Tengah, Kamis kemarin (28/11/2019).

Ketua jurusan PPI, Siti Malaiha Dewi mengatakan maksud dan tujuan education trip ini adalah dalam rangka perkenalan. Karena dari IAIN Kudus, Prodi ini adalah tergolong masih baru, sebagai ikhtiar dari Prodi untuk memperkenalkan ke berbagai pihak yang terkait antara lain ke KIP dan ke DPRD Jawa Tengah. 

“Karena ada semangat dari mahasiswa, maka kami dari prodi berusaha untuk memfasilitasinya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, mahasiswa dapat melihat langsung di lokasi, bagaimana proses dan bisa berdialog dengan orang-orang yang memang sudah di bidangnya.

“Selanjutnya untuk tholabul ilmi, karena di mata kuliah tidak diajarkan hal-hal yang spesifik,” tambah Malaiha.
Suasana diskusi saat kunjungan di gedung DPRD
Sedangkan Ketua panitia Education Trip Hamam, menjelaskan Education Trip bermanfaat untuk mengetahui secara langsung tentang fungsi dari KIP sekaligus dapat mengutarakan aspirasi dan belajar secara langsung dengan anggota dewan.

“Saya cukup puas karena dapat ditterima langsung oleh ketua KIP Provinsi Jateng dan Wakil Ketua Komisi A Jateng  yang di mana menjadi langkah besar prosi PPI dalam meningkatkan eksistensisnya,” katanya.

Ia juga memiliki harapan besar terutama yang menyangkut kemajuan prodi PPI.

“Semoga setelah ini semamgat teman-teman bertambah dalam memajukan prodi PPI,” harapnya.

Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah, Sosiawan menyatakan ada tiga fungsi utama KIP, menurut UU No. 14 tahun 2008, yakni menjalankan UU informasi, menetapkan/menyelesaikan informasi publik, dan menetapkan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis standar layanan informasi publik. 

“UU No. 14 tahun 2008 informasi ini mengalami proses yang alot karena memang keterbukaan itu bukan budaya kita (masyarakat Indonesia) segala hal ihwal termasuk penyelenggaraan negara dan pemerintahan itu selalu bersifat tertutup,” paparnya. (Fatwa)



Kuala Lumpur
- Student Mobility Program (SMP) menjadi wadah pimpinan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA) PTKIN se-Indonesia untuk kenali dunia luar. SMP diyakini dapat memberikan pengalaman baru kepada mahasiswa mengenal sistem pendidikan, tradisi akademik dan kemahasiswaan perguruan tinggi di luar negeri.

Kasubdit Sarana Prasarana dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan pimpinan mahasiswa harus berani mengenal dunia luar agar tidak terkurung dan minim pengetahuan untuk menghadapi masa depan. 

"Penting bagi pimpinan Mahasiswa mengenal dunia luar agar mampu mengikuti pergaulan global dan membekali diri sejumlah ilmu dan pengalaman untuk masa depannya” kata Ruchman Selasa (26/11/2019) di Kuala Lumpur.

Mantan Ketua Senat Mahasiswa IAIN Walisongo ini berharap agar moment SMP dimanfaatkan dengan baik untuk menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan dan pengalaman.

"Gali sebanyak-banyaknya ilmu dan pengetahuan saat mengikuti SMP," jelasnya. 

Ketua Forum WR/WK III PTKIN se-Indonesia, Waryono Abdul Ghofur menjelaskan agenda penting SMP adalah mahasiswa mengikuti seminar dan mempresentasikan makalah moderasi beragama, berdiskusi dengan para mahasiswa PT tujuan dan juga melakukan memorandum of understanding (MoU) untuk pengembangan PTKI.

“SMP kita desain agar mahasiswa dapat banyak belajar di kampus-kampus di luar negeri dan mereka mengenalkan moderasi beragama sebagai bentuk tanggungjawab global”, terang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Kalijaga ini

Sedangkan, Rektor IAIN Purwokerto, Muhammad Rokib yang turut serta dalam rombongan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program SMP Kemenag. Menurutnya, Student Mobility merupakan program penting bagi mahasiswa dan Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama PTKIN untuk mengetahui seluk beluk pendidikan di luar negeri.

“Jika yang di lihat nanti ternyata lebih unggul dari apa yang ada di Indonesia maka bisa ijadikan roole model, tetapi jika lebih rendah dengan apa yang kita miliki akan menambah kepercayaan diri mahasiswa," terang Rokib.

Kegiatan SMP ini di inisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama bersama Wakil Rektor/Wakil Ketua PTKIN se-Indonesia yang berlangsung tanggal 24-30 November 2019. Dan diikuti 68 mahasiswa yang tergabung dalam DEMA dan SEMA PTKIN, yang didampingi oleh 36 WR/WK III PTKIN se-Indonesia dan 13 dosen dan juga tenaga kependidikan.

Rombongan akan mengunjungi tiga negara yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand. Serta empat perguruan tinggi tujuan, diantaranya Kolej Az-Zuhri di Singapura, KUIS-Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (Universitas Islam Antarbangsa Selangor), International Islamic University of Malaysia (IIUM) dan di Fathoni University Thailand. (Falis/RB)



KAMPUS -  Rumah Konseling Mahasiswa (RKM) mengajak mahasiswa untuk mengeluarkan uneg-unegnya di Home Room. Home Room merupakan wujud pelayanan dari rumah konseling untuk mahasiswa IAIN Kudus.

Demikian itu disampaikan oleh Wakil Ketua RKM, Husnul dalam acara Home Room With Konselor dengan tema "Manajemen Stress Mahasiswa" di gedung PKM, Senin (25/11/2019). 

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Saliyo menjelaskan bahwa stres bisa berdampak baik dan buruk. Untuk itu RKM hadirsebagai tempat untuk mahasiswa yang mengalami kegelisahan. 

"Saat stres jangan sungkan untuk bercerita kepada RKM," ajaknya. 

Sedangkan Founder RKM, Khilman Rofi Azmi mengatakan RKM penting dan wajib bagi fakultas yang mempunyai program studi bimbingan konseling.

"RKM seperti ini diharapkan dapat membangun keakraban bersama dan terjalinnya Komunikasi yang hangat. Seperti layaknya suasana rumah antara kakak dan adik atau ayah/ibu dengan anak," katanya.

Azmi berharap RKM dapat menciptakan kedekatan antara mahasiswa dengan fakultas atau program studinya, terutama Bimbingan Konseling Islam (BKI).

Salah satu peserta, Rizal mengaku  merasa terbantu atas hadirnya RKM karena ia dapat bercerita seputar probelmnya di semester yang sudah tua.

"Alhamdulillah saya merasa terbantu atas hadirnya RKM. Curhat di tempat yang tepat," katanya. (Anam)



JEPARA - Masyarakat Adat Nusantara (Matra) DPD Jepara Jawa Tengah mengajak generasi muda untuk sadar akan budaya lokal. Budaya lokal diharapkan menjadi benteng kepribadian bangsa Indonesia, mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan informatika yang merubah gaya berpikir masyarakat agar tetap terjaga dengan terus melakukan inovasi budaya yang lebih baik sesuai zaman.

Hal itu disampaikan oleh Lena Efendi selaku Ketua Matra DPD Jepara pada saat Peringatan HUT Pertama Matra Jepara dan Rapat Koordinasi Matra Eks-karesidenan Pati di Pendopo Nalumsari Jepara, Minggu (24/11/2019).

Menurut Lena, sudah saatnya generasi muda menjadi pelaku budaya yang berada di daerahnya masing-masing.  Bukan lagi sebagai 'penonton' budaya asing dengan meninggalkan budaya khas daerah masing-masing.

"Tentu kita akan kemas budaya itu dengan tidak menghilangkan pesan didalamnya agar diminati banyak generasi muda," ujarnya.

Budaya lokal sebagai basis kontrol sosial terlebih saat ini sedang maraknya paham radikalisme dan terorisme.

"Budaya lokal mampu menangkal semua itu karena sama halnya kita mengingat leluhur yang telah berjasa pada Nusantara," tambahnya.

Sementara itu, salah satu penasehat Matra, Kyai Su'udi menghimbau seluruh anggota Matra Jepara agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Kebudayaan lokal harus disokong bersama masyarakat. Jangan mau diadu domba dengan budaya yang sekiranya melanggar norma-norma yang berlaku.

"Untuk itu, esensi dari budaya apapun itu, selama baik untuk kehidupan, maka lestarikanlah sebagai warisan dari leluhur kita," pesan Kyai Su'udi dihadapan para anggota muda Matra.

Hadir dalam acara tersebut yakni pengurus  Matra se-Eks-karisidenan Pati, Pepadi Jepara, Srikandi Matra, dan tamu undangan lainnya. (Salim)


KAMPUS - Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (AMDIN) menggelar rapat kerja wilayah (RAKERWIL) III selama dua hari di IAIN Kudus. Acara tersebut dihadiri dari lima perwakilan kampus wilayah Se-Jateng dan DIY, Kamis (21/11/2019)

Wakil Dekan I Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) Saliyo, menyambut hangat kedatangan para peserta yang telah menghadiri kegiatan tersebut.

"Selamat datang dan selamat berkunjung di kampus IAIN Kudus. Maaf apabila ada dari kekurangan penerimaan kami," Sambutnya.

Ia berharap kegiatan ini nantinya dapat berkonsolidasi dalam memperjuangkan orientasi mahasiswa dengan studi dan masa depannya.

 "Dengan aktif berorganisasi ini, bisa berkenalan dan ta'aruf dan diskusi di berbagai daerah dengan bisa saling sharing. Sehingga asosiasi dakwah bisa saling melengkapi mengisi pos-pos untuk penerus generasi bangsa," harapnya.

Sedangkan, pengurus AMDIN perwakilan dari UIN Walisongo, Kudiantoro  mengucapkan terimakasih karena sudah diterima dengan baik di IAIN Kudus.

 "Saya perwakilan dari pengurus AMDIN mengucapkan terimakasih karena sudah diberikan jamuan luar biasa dan dipersilakan untuk mengadakan acara di IAIN Kudus ini." Sanjung Kudiantoro.

AMDIN merupakan perkumpulan mahasiswa Dakwah yang terdiri dari beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)  Se-Indonesia yang memiliki fakultas dakwah. tujuannya sebagai penyalur wadah penyalur aspirasi para mahasiswa jurusan dakwah.

"Dulu AMDIN awalnya bernama FKMDI (Forum Komunikasi Dakwah Indonesia) dan untuk AMDIN wilayah III daerah JATENG dan DIY itu terdiri dari tujuh kampus. tetapi yang bisa hadir pada kegiatan ini hanya ada 5 kampus yaitu IAIN Pekalongan, UIN Walisongo Semarang, IAIN Purwokerto, IAIN Surakarta, dan IAIN Salatiga", Jelasnya.

Kegiatan RAKERWIL tersebut digelar setelah mengikuti adanya Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) AMDIN. 

"Kemarin RAKERNAS dilaksanakan di IAIN Jember, Jawa Timur kemudian masing-masing wilayah mengadakan RAKERWIL," tambahnya.

Serangkaian acara tersebut merupakan rapat kerja dari pengurus baru korwil wilayah III dan juga sekaligus pelantikan dari pengurus baru. Selain itu, juga ada kegiatan lomba da'i, fan trip dan pengenalan wisata. (Fiski)

KAMPUS - Sejumlah mahasiswa KPI-D semester 5 mengadakan kampanye "Gerakan kampus bebas asap rokok" di lingkungan kampus IAIN Kudus, Jumat (16/11/2019). Kampanye tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak dari asap rokok yang merugikan kesehatan. Kampanye ini berawal dari issu mengenai banyaknya mahasiswa yang masih merokok di sembarang tempat dalam lingkup kampus IAIN Kudus.

Kustina, salah satu mahasiwa KPI-D mengatakan bahwa selain menjadi tugas mata kuliah profesi kehumasan, hal tersebut memang perlu diperhatikan agar dapat menumbuhkan kesadaran dari para perokok. 

"Banyak dari perokok aktif yang tidak sadar kalau asap rokok itu berdampak buruk juga bagi yang tidak perokok. Kalau mau merokok ya di luar Kampus," katanya. 

Walaupun banyak pro dan kontra dari aksi kampanye tersebut, namun diharapkan aksi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian para mahasiswa terhadap lingkungan kampus yang bersih dari asap rokok.

"Saya dan teman-teman KPI-D yang lain tidak melarang orang untuk merokok, itu hak individu. Akan tetapi, kita ingin supaya tidak ada mahasiwa maupun seluruh civitas akademika IAIN Kudus yang merokok di lingkungan kampus," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Riza Zahriyal Falah ketua prodi KPI sangat mengapresiasi dosen yang mengampu mata kuliah dan juga para mahasiswa yang telah menyelenggarakan kampanye tersebut. Beliau menyampaikan bahwa memang sudah ada regulasi mengenai kawasan tanpa asap rokok. Akan tetapi karena ketidaktertiban dari mahasiswa, dosen, atau pegawai peraturan tersebut masih dilanggar.

"Ketidaktertiban tersebut bisa jadi karena memang tidak tahu mengenai regulasi yang ada atau bisa jadi karena tidak ada sanksi yang tegas bagi yang melanggar itu," ungkapnya.

Beliau berharap kampanye tersebut dapat dilakukan secara konsisten sebagai bentuk sosialisasi kepada warga kampus.

"Kampanye yang dilakukan secara continue dapat dilakukan dengan membuat banner atau pamflet yang bentuknya sosialisasi supaya tidak ada lagi orang yang merokok di lingkungan kampus. Kalaupun mau merokok ya di luar lingkungan kampus," harapnya. (Arum)


PATI - Mahasiswa Manajemen Dakwah (MD) IAIN Kudus gandeng biro umroh MAIS Impressa Media Wisata adakan bakti sosial kepada masyarakat Pati Kidul. Aksi peduli masyarakat tersebut diwujudkan dalam bentuk pendistribusian air bersih ke beberapa titik rawan air bersih, Sabtu (09/11/2019).

Pemimpin kantor cabang biro umroh MAIS, Dewi menyebutkan Air dari tangki-tangki dikirim ke desa Tanjunganom kecamatan Gabus, desa Paras kecamatan Gabus, desa Triguno kecamatan Pucakwangi, dan ke desa Carikan kecamatan Kayen. Keempat desa tujuan tersebut sangat membutuhkan air bersih sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

"Air didistribusikan ke empat titik. Masing-masing berada di kecamatan Gabus, kecamatan Pucakwangi, dan kecamatan Kayen," jelasnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswi MD Nur Kholifah mengaku merasa takjub dengan rutinitas yang ada pada MAIS Impressa Media Wisata. Sebagai perusahaan biro yang mengejar profit, ternyata memiliki program yang berdaya guna untuk masyarakat. 

"Saya kagum dan tidak menyangka. Banyak yang bisa Saya pelajari. Tidak melulu tentang bisnis, ternyata juga penting untuk berguna di masyarakat." Jelas Nur Kholifah.

Lebih lanjut, mahasiswi semester tiga ini juga berharap agar kegiatan bakti terhadap masyarakat ini dapat terus dilaksanakan. Berpikir tidak hanya usaha tapi juga berdaya guna.

"Harapannya ini terus berlanjut. Kita berusaha untuk mencukupi kebutuhan dunia dan berbagi agar kita menjadi manusia yang berguna." Tutup Nur Kholifah mengakhiri perbincangan.  (Dwi/ Fandi)


KUDUS - Kudus Walking Tour mengadakan berlelana atau mplaku-mplaku sambil belajar sejarah dengan tema "Tentrem Ayem Ing Langgar Dalem". Kegiatan yang diadakan perdana ini bertujuan mengajak masyarakat khususnya Kudus untuk mplaku-mplaku sambil belajar sejarah di desa Langgar Dalem Kudus, Minggu (10/11/2019).

Founder Lelana Kudus Walking Tour, Rahmat Hidayat mengatakan nama Lelana terinspirasi dari nama samaran Bupati Kudus yakni Raden Mas Arya Purwalelana yang juga seorang penjelajah, petualang sekaligus pencerita. 

“Lelana berarti bepergian menuju tempat yang tenang dan sunyi. Mengambil tema Tentrem Ayem Ing Langgar Dalem, menjadi titik fokus bahwa dengan berlelana di langgar dalem bisa menciptakan ayem (red: nyaman) pada rencang lelana (panggilan untuk peserta lelana)," jelasnya saat memulai perjalanan menuju langgar dalem.

Perjalanan ini dimulai dari mempelajari keberadaan klenteng Hok Hien Bio, kemudian menyusuri jalan madurekso hingga singgah di tempat pabrik rokok dan berakhir di masjid langgar dalem. 

Sementara itu, peserta lelana, Karina Hasbi Jantari mengaku merasa bangga dengan adanya kegiatan berlelana khususnya sejarah di Kudus ini yang bisa dipelajari kembali.

“Saya suka dengan kegiatan semacam ini karena bisa menambah kecintaan dan rasa bangga pada kota Kudus.  Selain itu, saya jadi Indonesia ada karna terselip perjuangan dibaliknya," katanya. (Umi)


KAMPUS - Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (ES) dan prodi Manajemen Bisnis Syariah (MBS) IAIN Kudus mengadakan ekspo Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syari'ah (FEBI) 2019 bertema "entrepreneurship as a soul of change" sebagai salah satu kegiatan mata kuliah kewirausahaan di GOR IAIN Kudus, Rabu (06/11/2019) kemarin.

Ketua panitia ekspo FEBI, Basri mengatakan acara yang diikuti 384 peserta dari 34 stand ini sebagai sarana memunculkan inovasi dan mengembangkan ide-ide bisnis bagi mahasiswa semester 3 dan semester 5, khususnya yang mendapat mata kuliah kewirausahaan. 

"Banyak sekali kegiatan yang diperlombakan, seperti lomba menghias stand, lomba presentasi produk, dan lomba vlog," katanya.

Basri berharap, dengan adanya Expo FEBI 2019 mahasiwa prodi ES dan MBS dapat melatih diri untuk mulai berwirausaha dan memiliki pengalaman berdagang dari acara expo tersebut.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kreativitas dan inovasi yang dimiliki mahasiswa dapat dikembangkan dan diekspresikan dengan baik," harapnya. 

Sementara itu, salah satu pengunjung, Faizi mengaku acara ekspo FEBI 2019 cukup menarik dari segi produk yang dijual.

"Semoga tahun depan acaranya dapat lebih meriah dan melibatkan semua mahasiswa fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) yang diselenggarakan tidak hanya satu hari saja, akan tetapi dalam beberapa hari," terangnya. (Sulaiman)

KAMPUS - Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah (MD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus akhirnya meluncurkan website. Website yang diberi nama manajemendakwah.com tersebut merupakan upaya untuk mendokrak akreditasi Prodi MD.

"Sebenarnya mahasiswa MD sudah mempunyai cara sendiri untuk mengolah informasi seputar kampus. Untuk itu alangkah baiknya kemampuan tersebut dituangkan dalam website sehingga mampu menjadi wadah pusat informasi seluruh mahasiswa MD” kata Kepala Prodi MD, Mas’udi dalam acara peresmian website Prodi MD dakwah.com di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), Selasa (05/11/2019).

Senada dengan Mas'udi, Penanggung Jawab website manajemendakwah.com, Wahyu Khoiruz Zaman, mengatakan website manajemendakwah.com ini nantinya menjadi wadah aspirasi mahasiswa. Jadi diharapkan mahasiswa dapat berpartisipasi dengan mengisi website tersebut.

“Harapan saya mahasiswa bisa aktif menulis dan meramaikan website. Nanti akan ada timbal balik atau hadiah bagi mahasiswa yang aktif mengisi website," harapnya.

Sementara itu, Tim Redaksi manajemendakwah.com, Fandi Fajar mengaku sangat tertarik akan website terbaru tersebut. Ia juga merasa bangga dengan adanya website karena bisa menjadi wadah untuk berpartisipasi.

“Bangga dengan peresmian website terbaru, apalagi kita ketahui minat menulis mahasiswa sangat minim. Sehingga dengan adanya website dan pelatihan jurnalistik selanjutnya bisa meningkatkan minat mahasiswa dalam bidang kepenulisan,” katanya. (Intan)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.