Postingan Populer

JEPARA-Parist.id. Penampilan Tari Kretek yang dipersembahkan oleh HMPS PGMI IAIN Kudus, turut memeriahkan pembukaan acara bertajuk Pagelaran Seni dan Budaya yang diadakan Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Jepara pada Sabtu, (22/02). 

Tidak hanya Tari Kretek, Tari Gambyong dan Penampilan Pencak Silat Kelompok Persatuan Hati Teratai juga turut menjadi pembuka. Berlangsung di Lapangan Daren Desa Karangnongko, Nalumsari, Jepara, acara diakhiri dengan pertunjukkan Wayang Kulit oleh Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) dengan lakon Semar Boyong.

Ketua Matra Jepara, Lena Efendi Sholeh, menyatakan, Matra ingin menepis anggapan masyarakat yang memandang budaya merupakan hal yang tidak sesuai dengan nilai agama, sehingga dalam acara kali ini budaya akan dikolaborasi secara agamis dengan tampilan kejawen. 

"Nilai agama tetap kita junjung dengan acara istighosah bersama dan pra pembukaan ada penampilan dari rebana Ahbabul Mustofa, " katanya. 

Efendi, berpesan, seluruh ormas  dan masyarakat khususnya Kabupaten Jepara agar tetap nguri-uri budaya agar tidak diakui negara lain.

"Siapa yang akan menjaga budaya kalau bukan masyarakat Indonesia karena itulah yang menjadi benteng kita," pesan Efendi. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia(Pepadi), Plt Bupati Jepara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara, DPRD Jawa Tengah, Kasepuhan Kadilangu. DPP Matra Pusat dan Paguyuban Margolangit. (umi)

JEPARA, PARIST.ID - Untuk pertama kalinya, Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Jepara akan menggelar pementasan seni budaya Nusantara. Berpusat di Lapangan Desa Karangnongko, Kecamatan Nalumsari Jepara acara akan berlangsung pada Sabtu, (22/02/2020) mendatang. 

Pasalnya, Matra Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jepara yang berdiri sejak 24 November 2018 akan menampilkan berbagai macam kreasi seni budaya anak bangsa. Diantaranya adalah rebana Maulid Nabi Muhammad SAW, Seni Bela Diri Silat, Tari Gambyong, Tari Kretek dan sebagai puncak acara, Matra Jepara juga akan menampilkan Wayang Kulit dengan Lakon Semar Boyong.

Pertunjukkan wayang kulit yang terbuka untuk umum dan dihadiri pula oleh sebagian undangan khusus, menceritakan lakon Semar yang mulai diperebutkan banyak orang. Tokoh inilah yang mengemong/ mengasuh para ksatria dan menata kembali sebuah sistem yang menentramkan masyarakat. Alur cerita yang menarik dan nilai moral dari pertunjukkan wayang tersebut akan diulas lengkap dalam puncak acara pementasan seni budaya Nusantara.

Bekerjasama dengan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jepara, Yayasan Dharma Bhakti Lestari, Pemdes Karangnongko, DPRD Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, PT Central Sari Air Minum, Yayasan Kartini Indonesia dan sebagai media patner ada Suara Baru.id dan Parist.id. (red)


JEPARA, PARIST.ID - Berdiri sejak 24 November 2018, Masyarakat Adat Nusantara (Matra) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jepara berharap kebudayaan lokal tetap dilestarikan oleh masyarakat khususnya Kabupaten Jepara. Hal ini dikarenakan kebudayaan akan kuat jika masyarakat sendiri yang melestarikan.

Matra sendiri merupakan organisasi masyarakat yang bergerak dibidang kebudayaan. Memiliki visi menjaga, merawat dan melestarikan kebudayaan Nusantara agar tak punah dan menjadi sumber belajar hidup bagi rakyat Indonesia. Matra Jepara telah mengadakan berbagai even seperti pelantikan, halal bi halal, harlah, Kemah Matra, Sajen (Sarasehan Ngaji Bareng) dan lain-lain. 

Berawal dari keresahan tergesernya kebudayaan lokal akan kemajuan modern, yang diidentikan dengan perkembangan industri, Matra Jepara ingin menggeser stigma masyarakat yang menganggap kebudayaan adalah memakai pakaian adat semata dan menghabiskan banyak anggaran dana (mahal). 

Padahal, budaya merupakan hasil cipta karsa manusia yang ditimbulkan oleh semangat kemanusian yang adil dan beradab. Ia muncul sebagai respon terhadap fenomena sosial yang terjadi atau ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. 

Hasil karya Nusantara itu harus dimunculkan kembali sebagai bentuk cinta tanah air budaya Nusantara. Membentengi diri dari budaya asing yang kian merata adalah tugas sebagai generasi muda. Oleh karenanya, Matra Jepara hadir sebagai ‘rumah’ kebudayaan bagi pecinta budaya Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut, pada 2020 dengan diketuai oleh Lena Efendi, Matra Jepara menggelar pementasan seni budaya Nusantara dan berharap akan menjadi agenda tahunan Matra Jepara.(red)


KAMPUS- Parist.Id. Melihat dari beberapa prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) hingga saat ini, SDM mahasiswa KPI yang sudah mumpuni harus bisa lebih diberdayakan. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kudus, Riza Zahriyal Falah, dalam sambutannya di acara pembukaan Festival Komunikasi (FestKom). Acara yang digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) KPI berlangsung di GOR IAIN Kudus, Rabu, (19/02/2020)

"Kita mengharapkan dari rektorat, mahasiswa KPI yang memiliki skill  bisa dilibatkan di berbagai event di perguruan tinggi misalnya dengan pelibatan mahasiswa dalam pembuatan video dokumentasi kampus,"  jelas Riza.


Sementara itu, Rektor IAIN Kudus, Mudzakir, berharap, acara festkom mampu menjadi wadah pengembangan minat dan bakat para peserta lomba. Baik dari anak KPI maupun dari prodi dan fakultas lainnya. 

"Adanya beberapa lomba di rangkaian acara ini nantinya bisa dijadikan wadah mengembangkan minat bakat mahasiswa," tambahnya.

Selain itu, lanjut Mudzakir, kegiatan ini bisa meningkatkan kreativitas mahasiswa sehingga mampu untuk menunjang tingkat akreditasi.

“Satu hal yg perlu lebih tingkatkan jika kegiatan semacam ini mampu mendukung kompetensi umumnya bagi keseluruhan lembaga  untuk akreditasi," tandasnya.

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Masturin, mengapresiasi, terselenggaranya kegiatan festival komunikasi yang kedua setelah tahun kemarin tidak diselenggarakan.

"Saya apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya festkom yang kedua ini dan semoga menjadi agenda tahunan HMPS KPI dengan konsisten," kata Masturin.

Terakhir, Ia berpesan, rangkaian lomba pada hari ini agar bisa terselenggara dengan profesional dan tentunya tetap berkreativitas untuk maju.

“Setiap HMPS punya kreativitas masing-masing. Kami ingin melihat geliat pejuangan mahasiswa untuk maju, pesannya. 
(Zakiya/Diah)


Kudus, Parist.id - Wakil menteri agama Zainut Tauhid Sa'adi mengapresiasi pembangunan Rumah Moderasi Beragama di IAIN Kudus yang di launching pada Jumat, (14/02/2020) di aula SBSN lantai dua kampus timur IAIN Kudus. 

Dalam launching tersebut, Zainut Tauhid mengungkapkan apresiasinya kepada IAIN Kudus karena menjadi salah satu kampus yang termasuk assabiqunal awwalun (terdahulu)  dalam membangun Rumah Moderasi Beragama. dan berpesan agar rumah moderasi tidak hanya namanya saja namun harus diikuti dengan landasan konsep yang mapan.

"Saya sangat mengapresiasi pembangunan rumah moderasi beragama di kampus IAIN Kudus ini," Ucapnya.  

Sementara itu, dalam sambutannya, Rektor IAIN kudus, Mudzakir mengatakan Rumah Moderasi Beragama akan menjadi tempat penyemaian, edukasi, pendampingan, pengaduan, dan penguatan atas wacana dan gerakan moderasi beragama di lingkungan kampus .

"Kami akan berusaha mengembangkan kampus lebih luas lagi dan IAIN kudus akan melahirkan para akademisi yang berwawasan moderat dan cinta NKRI", Pungkasnya.
Zainut Tauhid (Wakil Menteri Agama), memberikan pidatonya dalam acara launching Rumah Moderasi
Dilansir dari kemenag.go.id bahwa dasar formal pendirian rumah moderasi beragama adalah arah kebijakan Menteri Agama RI periode 2019-2024 dan Surat Edaran DIRJEN PENDIS Nomor B-3663.1/Dj.I/BA.02/10/2019 tertanggal 29 Oktober 2019 tentang Edaran Rumah Moderasi Beragama dan setiap PTKIN diintruksikan untuk memiliki Rumah Moderasi Beragama. 

"Bagi IAIN Kudus,moderasi beragama merupakan out put dan outcome dari visi dan misi," Lanjut Mudzakir 

Terakhir Zainut Tauhid juga berharap kepada mahasiswa untuk saling merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek, dan melalui rumah moderasi ini diharapkan mampu memperkuat di bidang riset dan akan tercipta lingkungan yang moderat.

Dalam Seminar Nasional keagamaan sekaligus launching rumah moderasi beragama IAIN Kudus yang mengusung tema Refleksi Moderasi Beragama di Kudus dalam Bingkai Ilmu Islam Terapan ini, wakil ketua menteri Agama sekaligus wakil ketua MUI ini juga mengajak dan mengingatkan bahwa sebagai tokoh, ulama dan para akademisi harus memiliki keberanian dan berani bangkit perangi radikalisme. 
Zainut Tauhid memukul Gong sebagai simbolis peremian Rumah Moderasi.

"Mari bangkit  kita lakukan perlawanan dari gerakan-gerakan radikalis, Karena diam seolah-olah benar," Tegas Zainut. 

Hadir dalam acara tersebut Zainut Tauhid (Wakil Menteri Agama), kepala kantor Kemenag se-karisidenan Pati, Plt kepala kantor Provinsi Jateng, rektor IAIN kudus, para wakil rektor dan jajarannya, dosen, serta mahasiswa. (if)


Rektor IAIN Kudus, Mudzakir, kembali tekankan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) agar memprogram kegiatan yang berorientasi pada akreditasi. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara pelantikan bersama 12 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)  IAIN Kudus periode 2020 yang berlangsung di SBSN Lantai 2 pada Rabu (12/02). 

“Diusahakan untuk semua UKM dalam membuat kegiatan berorientasi pada akreditasi. Karena pada dasarnya akreditasi sepenuhnya menjadi kepentingan mahasiswa,” katanya. 

Ia,  juga berpesan, setelah mengucapkan sumpah baiat agar segera melaksanakan tugas dan kewajiban berupa kegiatan yang direncanakan. 

"Begitu saudara mengucapkan maka harus dilakukan sesegera mungkin, mumpung masih awal tahun,” pesan Mudzakir.

Senada, Wakil Rektor III dalam sambutanya,  Ihsan,  mengatakan, pelantikan bersama hari ini dalam rangka mempercepat  untuk mengawali program kerja masing-masing UKM.

“Hari ini bisa menjadi momen baik untuk melalukan start untuk bekerja,” katanya.

Adapun tahun ini, lanjut Ihsan,  Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) akan dicairkan berbasis program dan kegiatan yang dirancang oleh UKM. 
Prosesi Pelantikan Pengurus terpilih semua UKM IAIN Kudus
“Kemarin kami berikan anggaran yang sama. Berbeda dengan tahun ini anggaran akan berbasis program dan kegiatan,” jelas Ihsan. 

Terakhir, Ia menegaskan, setiap UKM agar bisa berkontribusi terhadap akreditasi dengan  menorehkan dan melahirkan prestasi sesuai dengan sektor kegiatan masing-masing. 

”Prestasi bisa diperoleh baik secara individu atau kelompok  baik dari even atau lomba di luar kampus,” tandasnya. 

Hadir dalam pelantikan tersebut pembina dan pengurus terpilih UKM LDK,  UKM AL Izzah, UKM Palwa, UKM Musik, UKM Kelompok Pecinta Nalar (KPN), UKM Koperasi Mahasiswa (Kopma),  UKM Student English Club (STEC), UKM Olahraga, UKM Teater Satoesh, UKM JQH, UKM LPM Paradigma, dan UKM Bela Diri. (um)

Kudus - Parist.id, Pengurus baru Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) periode 2020 diharapkan ikut berkonstribusi dalam meningkatkan akreditasi. 
Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Kudus, Mudzakir, dalam sambutanya di acara  pelantikan SEMA dan DEMA periode 2020 di Aula Rektorat lantai 3 IAIN Kudus pada Jumat, (07/02/2019).

Mudzakir mengatakan, menjadi pengurus tidak hanya  sebagai  tren  saja, namun sebagai amanah yang harus diemban dan dijalankan sebaik-baiknya. 

"Sudah menerima amanah harus dijalankan semaksimal mungkin," katanya.

Selain itu, lanjut Mudzakir SEMA dan DEMA diharapkan lebih bisa mewarnai kampus dengan menciptakan program kerja yang bagus.

"Semoga mampu menciptakan program kerja yang bagus karena akan menambah nilai plus akreditasi," jelasnya.  

Terakhir, Ia juga mengajak kepada para aktivis SEMA dan DEMA agar saling mendukung satu sama lain termasuk dengan pimpinan yakni untuk memajukan kampus. 

"Marilah kita saling mendukung untuk memajukan kampus," tambahnya. 

Sementara itu, Presiden Mahasiswa,  Abdul Muiz, berharap agar SEMA dan DEMA kedepannya dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga dapat menjadi satu kesatuan yang saling bersinergi. 

"Semoga dapat bekerjasama dengan baik untuk menuju SEMA DEMA yang lebih baik pula," harapnya. 

Hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Rektor III, M Ihsan, Kasubag Akademik, Tanto, pengurus SEMA DEMA periode 2020, serta beberapa delegasi dari berbagai UKM/UKK IAIN Kudus. (if)


KAMPUS, Parist.Id – Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di IAIN Kudus, pihak Teknologi Informasi dan Pusat Data (TIPD) meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android yang diberi nama SMURT (Sistem Manajemen Universitas Terpadu). Aplikasi yang diharapkan dapat mengontrol seluruh kegiatan pembelajaran baik dosen maupun mahasiswa ini diluncurkan pada selasa, (04/02/2020). 

Kepala Bagian Kantor TIPD, Slamet Siswanto, mengungkapkan, adanya aplikasi ini guna memenuhi kebutuhan IT dan mempermudah kinerja. 

“Berawal dari rapat pimpinan, kami berusaha untuk memenuhi kebutuhan IT saat ini dengan memanfaatkan keberadaan android untuk mempermudah kinerja dosen, pegawai, dan  mahasiswa," ungkap Slamet saat ditemui Tim LPM Paradigma pada Jum’at (08/02/2020).

Slamet mengatakan, meskipun masih dalam tahap uji coba, penggunaan aplikasi SMURT ini sudah cukup signifikan karena sekitar 60,8 % mahasiswa aktif di IAIN Kudus sudah terkoneksi aplikasi tersebut.
Fitur Aplikasi SMURT IAIN Kudus

“Dari 11.283 total mahasiswa, sebanyak 7.193 mahasiswa sudah terkoneksi. Sementara ini kami terpaksa menonaktifkan SIKADU sehingga mahasiswa diharuskan untuk memasang aplikasi SMURT agar dapat mengakses data mereka," katanya.

Selain itu, lanjut Slamet, penamaan aplikasi ini berasal dari karakter binatang semut, meskipun kecil tetapi memiliki banyak manfaat dan kelebihan. 
“Kami mengambil konsep dari sifat-sifat semut, kecil memiliki banyak kelebihan, bergotong-royong, dan selalu bekerja sama," jelas Slamet.

Ia juga menjelaskan, aplikasi smurt sudah disosialisasikan dan sudah mempunyai aturan tertulis di pegawai.

“Untuk sosialisasi ke dosen sudah, sedangkan untuk mahasiswa hanya lewat online mengingat jumlahnya yang mencapai ribuan," jelasnya.

Untuk seterusnya, Slamet berharap aplikasi ini dapat berjalan dan 
berkembang dengan baik sehingga dapat menjaring seluruh aktivitas perkuliahan mulai dari absensi, publikasi dosen, dan dokumen pegawai secara terintegrasi satu login. 

"Saya berharap aplikasi ini bisa berkembang dengan baik di aktivitas perkuliahan," harapnya.

Sementara itu, Dosen PGMI,  Elya Umi Hanik, pengguna aplikasi SMURT mengeluhkan karena sosialisasi yang belum maksimal dari pihak TIPD.

“Untuk konsep sudah bagus, sudah terkoordinasi dengan baik, hanya saja belum terdapat aturan khusus dalam input data sehingga dosen yang belum terbiasa agak kerepotan dalam mengoperasikannya," ungkapnya.

Adapun, Mahasiswa PPI Semester 4 pengguna SMURT, Fatwa Fauzia, berharap aplikasi Smurt ini dapat dibenahi lagi sistemnya agar mahasiswa lebih mudah dalam mengakses informasi seputar perkuliahan.

“Aplikasinya sudah berfungsi cukup baik, tinggal dibenahi lagi sistemnya," harapnya. (sid/syim)


KUDUS – Parist.ID,  Menggenapi target 10 juta PKH, sebanyak 1.671 keluarga bakal menjadi anggota baru Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Februari 2020. Semantara ini Kecamatan Kota Kudus menjadi yang pertama dalam pendistribusian kartu keluarga sejahtera (KKS-PKH).

Pendistribusian tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Kota Kudus, Kamis (06/02/2020). Sebanyak 145 keluarga telah resmi menjadi KPM baru dan menerima kartu yang bisa digunakan untuk mengambil uang tunai, bantuan beras dan telur.

Koordinator Kabupaten PKH Habib Rifa'i menjelaskan jumlah 1.671 itu mencakup se-Kabupaten Kudus. Disesuaikan dengan pemenuhan target 10 juta penerima manfaat PKH dari Kementerian Sosial RI. "Sementara ini yang sudah diserahkan baru 145 di Kecamatan Kota. Nanti mulai tanggal 10-13 Februari 2020 menyusul penyerahan untuk kecamatan lainnya," ujar Habib.

Ia menambahkan, secara teknis tim PKH Kudus menerima data calon KPM dari Kementerian Sosial RI, kemudian data tersebut dilakukan validasi ke lapangan pada 2019 lalu. "Setelah validasi itu selesai, keluarga yang dianggap layak menerima bantuan akan menjadi anggota KPM PKH baru pada 2020 ini," jelasnya.

Ia kemudian berharap program ini bisa tepat sasaran. Sebab, sesuai tujuannya, program PKH ini adalah bukti hadirnya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan."Untuk itu, bagi yang merasa sudah mampu dan masih terdata diharap bisa legowo mundur dari keanggotaan KPM PKH, supaya bisa digantikan oleh keluarga lain yang memang layak menerimanya," kata pria asal Grobogan, Jawa Tengah itu.


Sementara itu, Camat Kota Kudus, Endah Pramudyawati, SH memberi arahan agar bantuan berupa uang itu nantinya bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan primer. Utamanya untuk biaya pendidikan, kesehatan ibu hamil dan Anak Usia Dini (AUD), pendampingan untuk lanjut usia (lansia) dan disabilitas berat.

"Jangan dibuat untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Karena ini sudah disesuaikan dengan beban yang dimiliki oleh penerima," katanya didampingi kasi Kesra Kecamatan Kota, Dra. Suryanti.

Usai memberi pengarahan, Endah menyerahkan secara simbolis Kartu Keluarga Sejahtera (KKS-PKH) kepada salah satu penerima. Kegiatan dilanjutkan oleh BNI 46 Cabang Kudus dan pendamping PKH untuk pendistribusian kartu keluarga sejahtera (KKS-PKH).

Adapun jadwal penyerahan untuk kecamatan lainnya yakni, 10 Februari 2020 (Jekulo dan Mejobo), 11 Februari 2020 (Undaan dan Jati), 12 Februari 2020 (Bae dan Kaliwungu), 13 Februari 2020 (Gebog dan Dawe). [rls]

KUDUS, Parist.id - Dalam rangka ulang tahun perdana, Komunitas Keluarga Berkarya (KB) Kudus adakan  bedah buku kumpulan puisi berjudul Waktu Indonesia Bagian Bercerita (WIBB). Dihadiri langsung oleh penulis buku  WIBB Setia Naka Adrian dan penyair Rhy Husaini sebagai pembicara dalam acara yang berlangsung di Kafe Dua Sodara Kudus pada Jumat, (02/02/2020)

Hadir dalam acara tersebut berbagai komunitas yakni Keluarga Penulis Kudus (KPK), Swatantu, Omah Gandrung sastra (Gatra), Komunitas fiksi kudus (Kofiku), Omah aksi, Omah Dongeng Marwah (ODM), Jagong satra, Paradigma IAIN Kudus, Tinta pergerakan, Penerbit parist, Teater SaGe, dan Teater Satoes. 

Hadir pula sastrawan-sastrawan senior Kudus yang turut memeriahkan Ulang Tahun KB seperti Jumari HS, Rhy Husaini, Mangir Chan, Reyhan Muhammad Abdurrahman. 

Ketua komunitas Keluarga Berkarya, Moh Annas, mengungkapkan tujuan diadakannnya kegiatan tersebut adalah untuk mensinergikan antar komunitas literasi dan mempererat silaturahmi antar pegiat sastra dengan sastrawan senior di kota Kudus. 
"Senior yang bisa mendampingi dan memberikan nasihat kita manfaatkan dengan baik," ungkapnya.  

Ia juga berpesan agar di usia  muda ini komunitas KB kedepannya bisa lebih kreatif, produktif, selalu berani mencoba, dan kompak untuk menuju Keluarga Berkarya di usia berikutnya.
"Terus kompak, sukses selalu untuk Keluarga berkarya dan terus mengeja," pesannya.  

Sementara itu, salah satu Pelopor Komunitas Keluarga Berkarya  Reno Septia Budi Laksono,  agar KB menjadi komunitas dan wadah yang mampu mengembangkan dunia literatasi di kabupaten Kudus.

"Semakin jaya kedepannya dan semoga menjadi komunitas dan wadah untuk mengembangkan literasi, khususnya di Kudus," tandasnya.  
(if)

KUDUS, Parist.Id - Bahwasanya karya akan mengenalkan seseorang kepada dunia luar. Tanpa karya seseorang tidak akan bisa dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu, adanya Janji Sri menjadi sebuah karya yang bisa mengenalkan kami pada masyarakat. 

Demikian itu disampaikan Penulis Buku Janji Sri, Pipiek Isfianti dalam acara bulanan Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK) pada Jumat, (31/02) di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK). 

“Tidak masalah tidak mengenal secara pribadi, tapi apa yang ingin kita sampaikan berupa pencerahan ataupun literasi kepada masyarakat bisa tersampaikan,” kata Pipiek.

Ia menambahkan, dalam cerpen Janji Sri menyimpan sebuah pesan bahwa janji itu tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Halnya tokoh Srikandi yang berpegang teguh pada janjinya meski bertahun-tahun lalu. 

“Sampai kapan pun yang namanya berjanji ya harus dipegang,” tambahnya.

Pipek berpesan, sebagai perempuan harus tetap bisa berkarya di waktu sesempit apapun. Apalagi berdasar pada fenomena, rata-rata perempuan berhenti berkarya setelah menikah.

“Disela-sela waktu kesibukan berkeluarga harus tetap berkarya yang penting niatnya,” pesan Ibu tiga anak itu.

Sementara itu, Penggiat Teater sekaligus pembaca cerpen, Eka Retno Diana Putri, mengaku senang bisa membacakan cerpen Boneka Panda Ibu pada buku Janji Sri.  

“Cerpen yang bagus sehingga bisa saya bawakan dengan hati yang senang,” katanya.

Diskusi bersama seusai pembacaan cepen Janji Sri
Ia juga turut terharu dengan isi cerpen yang mengkisahkan seorang anak yang benci terhadap ibunya karena suatu hal yang ternyata anak tersebut sadar bahwa ibunya sangat mencintainya. “Bikin inget sama ibu dirumah,” tandas Eka.

Ketua Badan Pelaksana FASBuK, Arfin Akhmad Maulana, menjelaskan, bahwa di edisi Januari bertema Janji Sri kali ini memberikan ruang kepada salah satu penyair perempuan yang sudah memiliki prestasi di bidang literasi. 

“Kita memberikan ruang dan mengajak generasi milenial untuk berinteraksi dengan harapan mereka menjadi generasi penyair perempuan di Kudus,” jelas Arfin saat ditemui Tim LPM Paradigma usai acara.

Berbeda dengan tahun kemarin, lanjut Arfin, hanya pembaaan cerpen namun kali ini pembaca diberikan keluasan untuk berkreasi dengan model teatrikal dan duet. 

“Biasanya hanya pembaaan cerpen namun untuk edisi ini mereka menggunakan model berteater”, pungkasnya. (umi)

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma STAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.