KAMPUS – Gus Ulil Abshar Abdalla menjelaskan rohani yang sehat adalah ketika manusia mampu membatasi kegiatan mengkonsumsi makanan dan minuman dengan bijaksana dan tidak berlebih-lebihan. Sebab mengkonsumsi apapun yang halal sekalipun secara berlebihan bisa merusak kehidupan rohani atau kejiwaan.

Hal itu disampaikannya dalam acara halal bihalal dan kopdar ngaji ihya’ ulumuddin yang diadakan oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCNU Kudus bekerjasama dengan IAIN Kudus di aula SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Jum’at malam (14/06/2019).

“Manusia harus belajar menjaga rohaninya sendiri. Bagaimana Manusia mencapai rohani yang sehat? Agar jasmani manusia tidak bersifat kasar maka ia harus mengurangi konsumsi barang ataupun makanan secara berlebihan yang akhirnya tidak mengandung manfaat,” katanya.

Dari segi kehidupan saja, Gus Ulil mencontohkan, kita hidup di mana Kelimpahan kematerial yang sangat luar biasa. Berbagai jenis makanan siap konsumsi mudah kita temukan.
ANTUSIAS : Para Jamaah Halal Bihalal dan Kopdar Ngaji "Ihya' Ulumuddin" bersama Gus Ulil Abshar Bbdalla. FOTO: Ali/PARAGRAPHFOTO.
Imam Ghazali menerangkan dalam kitabnya Ihya Ulumuddin, lanjut Gus Ulil, rasa lapar dapat mempermudah melaksanakan ibadah dengan tekun.

"Barang siapa yang kekenyangan, maka ia akan menjadi malas untuk melakukan berbagai ketaatan, tulisnya dalam kitab Ihya Ulumuddin,” jelasnya. “Sebab begitu perut penuh, maka otak akan malas berpikir dan mudah untuk tertidur. Maka jangan cemas terhadap lapar,” tambah Gus Ulil.

Gus Uili menegaskan bahwa teori Imam Al Ghazali tersebut sekarang di praktikan beberapa kominitas dunia. Kini ada satu tren pola hidup yakni pola hidup Minimalistik, yaitu dalam praktiknya  kita mengurangi sampah dan membersihkan barang yang sebenarnya tidak kita butuhkan di rumah.

“Barang yang tidak kita butuhkan di buang dengan cara mensedekahkan atau mendistribusikan ke orang-orang yang mungkin lebih membutuhkan,” jelasnya.

Wakil LAKPESDAM PCNU Kudus, H. Asyrofi Masyito mengatakan ngaji Ihya’ sekaligus halal bihalal ini merupakan untuk membersihkan hati, mental, spiritual dan keilmuan. Ia juga mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar IAIN Kudus yang telah bersedia bekerjasama dengan LAKPESDAM PCNU Kudus demi suksesnya acara ini.

“Kami mengucapkan terimakasih karena IAIN Kudus sudah mau meminjami tempat. Dan perlu kami sampaikan mayoritas pengurus NU itu ya dari IAIN Kudus ini,” jelasnya.

Mewakili rektor, Wakil Rektor I Dr. H. Supaat mengapresiasi acara ini. Karena selain mampu mencerdaskan bangsa di bidang ilmu spritual, bisa memperkenalkan IAIN Kudus ke seluruh dunia sehingga bisa populer di kalangan banyak masyarakat.

“Acara yang sangat bermanfaat. Semoga setelah mengikuti acara ini nalar spiritual kita semakin terasah dan IAIN Kudus mampu di kenal sampai ke penjuru dunia,” harapnya. (Windy/Al/Fal).


KAMPUS – Kembalinya ke fitri harus mampu menguatkan porsi diskusi seluruh dosen dan pegawai kampus di semua fakultas. Diskusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan Islam maupun umum dalam menjawab persoalan masyarakat. Agar tak ada lagi diskusi politik praktis yang selalu beredar di grup whatsaap.

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus Mundakir dalam momen halal bihalal IAIN Kudus diikuti oleh seluruh dosen dan pegawai kampus, di Gedung Olahraga Kampus Timur, Senin (10/06/2019).

Halal bi Halal IAIN Kudus merupakan wujud perekat semua pihak di civitas akademik untuk saling menyatukan visi yang sama, yaitu membesarkan dan memajukan kampus IAIN Kudus. Sesuai dengan tujuan penyelenggaraan Halal bi Halal untuk kembali kepada fitrah akademik IAIN Kudus.

“Jika kita sudah bisa mengembangkan keilmuan maupun persoalan akademik, maka kita sudah berhasil kembali pada fitrah akademik. Namun ketika belum bisa mengadakan diskusi-diskusi tersebut, berarti di Idul Fitri ini belum bisa kembali ke fitrah akademik atau dunia kampus sepenuhnya,” jelas Mundzakir. 

Menurutnya, sebagai manusia yang mengabdi di dunia pendidikan sudah sepantasnya menibukkan diri  untuk berdiskusi akademik tentang perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu pengetahuan agama untuk menjawab problematika persoalan masyarakat saat ini. Bukan sibuk untuk membicarakan politik praktis yang ada di kampus.

“Seperti yang sudah dilakukan di Fakultas Ushuludin, semua fakultas pimpinannya harus aktif dalam mengembangkan diskusi. Para pimpinan fakultas harus mengadakan diskusi akademik, agar terbiasa untuk melaksanakan diskusi secara langsung maupun melalui grup-grup whatsaap,” terang Mundakir

Wakil Rektor II IAIN Kudus, Nor Hadi mengatakan IAIN Kudus adalah lembaga yang sedang bertransformasi, oleh karena itu membutuhkan semangat bekerja yang ada di dalamnya. 

“Tak kalah penting, kita harus menyiapkan akreditasi yang saat ini sudah dirancang. Semoga kita semua bisa mengantarkan akreditasi yang menjadi lembaga kita lembaga yang baik di mata stagholder IAIN Kudus,” ungkapnya Selaku Ketua Panitia Halal bi Halal.

Diawal Syawal ini, lanjutnya, kita jadikan suasana semangat untuk memperkuat dan  mempercepat dalam memajukan lembaga birokrasi kampus IAIN Kudus.   

“Kampus harus semakin kondusif dan semakin baik. Bisa menciptakan suasana kerja yang lebih aman, nyaman dan pastinya menjadi kampus yang lebih baik lagi untuk ke depannya,” pungkasnya. (Falis/Salam)



KAMPUS – Jelang Pekan Ilmiah, Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) ke-9 yang merupakan ajang kompetisi tingkat nasional mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Kementerian Agama, sekitar 200 mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus mengikuti seleksi calon kontingen di gedung rektorat lt.3, Jum’at (31/05/2019).

Wakil Rektor III, Dr. H. Ihsan M,Ag mengatakan Penyeleksian dilakukan berdasakan kriteria yang ada dalam juknis. Namun, nantinya hanya 100 kontingen yang akan dikirim berdasarkan nama dan juga cabang lomba yang diikuti.

Dari 37 cabang perlombaan yang akan dipertandingkan, IAIN Kudus akan mengikuti 30 cabang lomba,” tuturnya .

Ia juga menyampaikan bahwa pengiriman nama kontingen yang akan mewakili IAIN Kudus harus sudah diterima panitia penyelenggara terakhir 14 Juni 2019. Mahasiswa yang ikut seleksi harus memenuhi dua syarat, yaitu benar-benar mahasiswa aktif yang terdaftar di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDPT) dan menunjukkan Kartu Mahasiswa (KTM).

Tidak ada batasan usia. Kalau tahun kemarin kan ada batasan usia” kata IhsanIa menambahkan apabila yang mengikuti perlombaan bukan peserta yang terdaftar, maka otomatis akan di diskualifikasi. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk sportivitas dalam perlombaan. “Nantinya kontingen yang terpilih akan di dampingi oleh 12 pendamping dan 12 official,” tambahnya.
Proses wawancara seleksi oleh tim penyeleksi
Ihsan berharap, tim penyeleksi dapat menghasilkan kontingen yang memenuhi target kemenangan. Ia sangat optimis bahwa IAIN Kudus tidak tertinggal angka dengan PTKIN lainnya dan sangat bersyukur jika dapat masuk ke dalam 5 besar.

“Dari cabang olahraga banyak mahasiswa yang sudah terlatih dan sangat antusias untuk mengikuti perlombaan. Masih ada waktu sekitar sebulan untuk berlatih karena pelaksanaanya di tanggal 15-21 Juli 2019. Semoga sisa waktu tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para kontingen nantinya,” harapnya.

Sedangkan Kasubag Kemahasiswaan, Sutanto mengatakan bahwa revisi Juknis dari penyelenggara PIONIR mengalami keterlambatan sehingga kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa yang telah mendaftar seleksi. Meskipun demikian, seleksi perlu dimaksimalkan.

“Kami sudah membuat jadwal seleksi untuk semua cabang mulai dari 30 Mei 2019 dan 1 Juni 2019. Rencananya nanti di tanggal 10, 11, dan 12 Juni 2019 akan kami adakan finalisasi seleksi,” jelasnya.

Salah satu peserta seleksi PIONIR cabang lomba debat konstitusi, Medan Wijaya mengaku sangat senang dapat mengikuti seleksi ini dan merasa memiliki kebanggan tersendiri.   

“Semoga saja bisa lolos seleksi dan mengikuti perlombaan dengan sebaik-baiknya. Memberikan yang terbaik untuk almamater,” harap mahasiswa semester 2 Fakultas Syariah Program Studi Ahwalus Sakhsiyah. (Arum)

KAMPUS - Sejumlah 32 mahasiswa program studi Manajemen Dakwah (MD) IAIN Kudus  mempelajari sistem perekrutan (Recruitment system) karyawan dalam kunjungannya di kantor pusat Radar Kudus sebagai bahan menyelesaikan tugas Ujian Akhir Semester (UAS), Senin (27/05/2019).

Pimpinan Redaksi, Zainal Abidin mengatakan ada dua cara dalam melakukan perekrutan wartawan. Pertama melalui perekrutan eksternal artinya siapapun boleh mendaftar. Kedua menggunakan perekrutan internal. Biasanya dari orang-orang terdekat, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dan mahasiswa yang suka menulis.

"Lowongan ini terbuka untuk siapa saja, yang penting bisa dan suka menulis," jelasnya.

Zainal menambahkan, Perekrutan wartawan dimulai dengan proses magang terlebih dahulu. Jika memenuhi syarat maka akan diangkat menjadi wartawan tetap.

"Total magang selama enam bulan. Magang pertama selama tiga bulan. Jika dinilai bagus, akan dilanjutkan ke sesi magang ke dua selama tiga bulan sisanya. Nantinya Wartawan yang magang juga akan mendapatkan gaji dan uang makan selama masa tersebut. Setelah itu baru akan diperpanjang kontrak," Tambahnya.

Setiap wartawan, lanjut Zainal, akan melalui prosesnya masing-masing. Bagi yang rajin dan tulisannya banyak akan mendapatkan perkembangan karir yang bagus. Begitu pula sebaliknya. Bagi yang kurang aktif mencari berita, kenaikan jabatan atau status karyawannya lama. 

"Jadi pengangkatan menjadi karyawan ditentukan oleh  wartawan itu sendiri. Dan untuk pengangkatan resmi nantinya diputuskan oleh manajemen Radar Kudus," jelasnya.

Mahasiswa Manajemen Dakwah, Intan Permatasari mengaku senang melakukan kunjungan di Radar Kudus. Menurutnya kunjungan tersebut dapat menambah wawasan jika ingin mendaftar wartawan di Radar Kudus nantinya. 

"Di kampus saya ikut LPM, jadi seneng karena sudah tahu sistem perekrutan wartawan di Radar Kudus. Siapa tahu saya nanti bisa jadi wartawan di sini," ungkapnya. (Fandi)

KUDUS, - Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizhul Quran Daruss Saadah siap menambah santri baru di bulan ramadan ini. Program tersebut merupakan agenda tahunan setiap ramadan, baik untuk santri selama puasa dan santri menetap. Selain itu terdapat program rutin setiap sore yakni mengaji kitab bersama warga dan rutinan Murajaah setiap selesai sholat magrib.
Foto: Santriwati ponpes Tahfizhul Quran Daruss Saadah sedang tadaruz Al Quran bersama
Pondok pesantren yang terletak di desa Hadipolo RT 01 RW 02 Jekulo Kudus tersebut merupakan pondok tahfidz yang memiliki ciri khas yang berbeda dalam menghafal dan memiliki banyak metode untuk menghafal seperti Murojaah (mengulang-ulang membaca), Taqror (mengulang-ulang ), dan Mukhafadzoh (menghafal ).

Salah satu santri Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Daruss Saadah, Aliya (21) mengatakan menghafal Alquran menjadi program unggulan di pesantren ini agar santri bisa mendapatkan keberkahan Alquran dan selalu ingat bahwa Alquran merupakan pedoman hidup manusia.

”Menghafal Alquran kelak akan menjadikan mahkota untuk kedua orang tua kami," jelas Aliya, santri yang sudah lama mondok di Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Daruss Saadah.

Selain itu, lanjut Aliya, pesantren ini memiliki program lain selain hafalan Alquran yaitu pengajian alquran, pengajian kitab kuning, santunan yatim piatu, dan koperasi pondok pesantren Daruss Saadah. 

"Di bawah naungan Yayasan Khafidzil Ilmi bil Insan di sini juga menyediakan pendidikan formal, seperti Raudlatul Athfal Daruss Saadah," tambahnya. 

Aliya mengaku setiap malam para santri dibangunkan pemilik pondok pesantren untuk melaksanakan salat tasbih sekitar jam 12 malam sampai jam 3 pagi menjelang sahur.

“Karena jumlah santri yang terbilang masih minim Ibu Ulfa selaku pemilik pondok pesantren membangunkan rutin santri-santrinya dengan penuh kesabaran dan lemah lembut. Biasanya beliau membangunkan kami sambil berteriak bangun-bangun salat, bangun-bangun sahur," teriaknya.

Sedangkan santri dari Bojonegoro Yana (19), mengaku senang mondok di pesantren Tahfizhul Quran Daruss Saadah. Menurutnya pondok pesantren tersebut tidak mengekang namun mendisiplikan santri untuk rajin mengaji. Selain itu, ia juga merasa nyaman mondok di pesantren Tahfizhul Quran Daruss Saadah.

"Saya berada di pondok tapi seperti dirumah sendiri, tidak menakutkan seperti pondok pesantren pada umumnya. Pemilik pondok juga seperti ibu kedua saya disini. Karena sosok Bu Ulfa selain pemilik pondok dan pengsuh pondok memiliki sikap yang lembut, serta sabar dalam segala situasi dan kondisi," ungkapnya. 

Yana menambahkan, hal tersebut tidak hanya dirasakan oleh mereka yang masih mondok saja, melainkan mereka yang sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah. Ia mengaku, tidak terbatas geraknya, tetap bisa mengikuti kegiatan luar di kampus dan bahkan tetap bisa menjadi aktivis di Kampus. 

“Saya aktif kuliah, aktif sana sini tapi alhamdulillah ngajinya lancar. Kesibukan lainnya pun lancar meskipun tidak terlalu terjun dalam kegiatan yang di kampus. Yang terpenting tidak melupakan ngaji," tambahnya.

Pemilik dan pengasuh Ponpes Daruss Saadah, Ulfa berpesan untuk tidak ragu lagi mengambil jalan untuk mondok, apalagi karena kuliah. Semua itu tidak menjadi alasan melainkan kembalikan lagi pada niat dan memantabkan hati.

“Ayo mondok, bisa langsung kesini ke desa Hadipolo Rt  01 Rw 02, kec jekulo, kab Kudus tepatnya dekat  pom bensin nanti ada arahannya atau bisa hubungin nomer 085290390852, tutupnya. (Rifa)


KAMPUS, - Dalam rangka menuai keberkahan di bulan Suci Ramadan Himpunan Mahasiswa Program Study Ilmu Pengetahuan Alam (HMPS IPA) mengadakan santunan Yatim Piatu dan Buka bersama di Gedung Pusat kegiatan Mahasiswa (PKM) kampus barat IAIN Kudus, Kamis (23/05/2019).

Acara tersebut dihadiri  oleh seluruh dosen Program Studi (Prodi) IPA, 30 anak yatim piatu dari panti asuhan "Darul hadonah," dan dilaksanakan pembagian takjil sebagi pembuka puasa kepada pengguna jalan yang melintas di jalan Kota dan Bae. Serta dimeriahkan oleh group rebana "Al-Jabar Sains” dan Band Sin dari Prodi IPA.

Ketua panitia, M. Alaudin mengatakan, kegiatan ini selain bentuk berbagi kasih juga sebagai ajang silaturahim  seluruh mahasiswa Prodi IPA beserta Dosen-dosen IPA. "Semoga kegiatan ini dapat membawa berkah bagi kita semua di bulan suci ramadan ini, serta dapat mengakrabkan  semua mahasiswa serta dosen-dosen prodi IPA", Ujarnya.

Foto: penyerahan bingkisan dari Dosen IPA ke salah satu anak yatim piatu

Selain itu, Wisnu Bayu Murti selaku ketua HMPS IPA menambahkan dalam rangka mensucikan hati di bulan suci ramadan yang penuh berkah ini kita isi dengan kegiatan beramal, saling berbagi.  Ia juga berharap semoga agenda tersebut konsisten menjadi agenda tahunan HMPS IPA. 

"Semoga kegiatan positif ini dapat berlanjut hingga tahun depan, dan semoga dengan kegiatan ini kita semua mendapat berkah di bulan yang suci ini serta apa yang kita sedekahkan tadi dapat bermanfaat" tambah wisnu.

Senada dengan Wisnu, Kepala Program Studi (Kaprodi) IPA, Rukhaini Fitri Rahmawati M.Pd.I sangat mengapresiasi dan  berharap kegiatan tersebut tidak berhenti  dan dapat berlanjut hingga tahun depan. "Semoga dengan adanya kegiatan ini prodi IPA semakin maju dan membawa manfaat bagi semuanya" imbuhnya. (Ali)

KAMPUS - Ada empat golongan yang dirindukan surga, yaitu orang yang selalu membaca alqur'an, orang yang selalu menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang yang lapar, dan orang yang selalu berpuasa di bulan ramadan.
Foto: Santunan Yatim Piatu di Masjid IAIN Kudus oleh Formadiksi.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh Penceramah, Gus Bahauddin, S. Hum, M. Pd, dalam acara Pengajian Umum, Santunan Yatim Piatu, dan Buka Bersama dengan tema Gapai Kedamaian di Bulan Ramadan yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi (Formadiksi) IAIN Kudus di masjid lantai 1 IAIN Kudus, Selasa (21/05/19). 

Gus Bahauddin dalam ceramahnya mengatakan bulan suci ramadan merupakan bulan untuk bermuhassabah, berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka sepatutnya umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak amal sholeh.

"Orang yang membaca alqur'an pada waktu sholat, satu huruf pahalanya dilipatkan 100 kali. Orang yang membaca alqur'an dalam keadaan mempunyai wudhu pahalanya dilipatkan 25 kali. Maka jelas Allah telah memberikan pahala berlipat ganda jika kita mau melakukannya," jelasnya.

Bulan ramadan, lanjut Gus  Bahauddin, tidak sepatutnya kita gunakan untuk menciderai lisan dengan ghibah, namimah, dan bohong sebab bulan ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan barokah. Umat Islam harua memperbanyak sedekah dan rajin berpuasa. 

"Perbanyak sedekah bukan ghibah. Perbanyak berpuasa agar kita bisa merasakan derita orang-orang yang jarang bisa makan," tambah Gus Bahaudin.

Selain itu, menurutnya ada banyak keistimewaan di bulan ramadan, di antaranya Allah akan melihat umat Rasulullah dengan pandangan penuh rahmat, jika Allah sudah melihat umat Rasulullah dengan penuh rahmat maka tidak akan disiksa.

"Allah menyuruh malaikat, makhluk yang ada di darat dan di laut agar selalu beristighfar untuk umat Rasulullah. Maka sepatutnya kita harus bersyukur karena menjadi umat Rasulullah," jelasnya.

Sedangkan, Ketua Formadiksi IAIN Kudus, Ibnu Syuaib mengatakan senandung ramadan sudah berjalan sejak tahun 2013 dengan berbagai kegiatan.

"Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar. Santunan anak yatim yang terdiri dari 30 anak. Kita kerja sama dengan dharma wanita dan mahad IAIN Kudus. Saya terima kasih kepada semuanya atas sumbangsihnya dalam kegiatan ini," jelas Syuaib.

Selain itu, Direktur Mahad Al-Jamiah IAIN Kudus, Drs. H. Abd. Wahib Syakour, M.Pd.I, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program tahunan dari bidikmisi dan juga upaya kita mewujudkan rasa kerja sama. 

"Kegiatan tersebut merupakan kepedulian terhadap sesama dan juga ajang untuk berbuat kebaikan untuk agama dan lingkungan. Jika dalam kegiatan tersebut ada kesalahan, mohon dimaafkan," katanya. (Nonik)

KUDUS -  Seorang pendidik tak hanya dituntut menguasai materi dan proses pembelajaran. Namun juga harus memiliki kemampuan mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sesuai dengan keputusan Undang-undang yang berlaku. 

Hal tersebut disampaikan oleh dosen PGMI IAIN Kudus Sulthon S. Pd., M. Ag., M. Pd dalam acara kunjungan observasi sebagai penilaian tugas Ulangan Akhir Semester(UAS) yang diikuti 79 Mahasiswa PGMI B dan C di Sekolah Luar Biasa (SLB) negeri Cendono Dawe Kudus, Senin(13/05/2019).

Menurut Sulthon, dalam undang-Undang nomor 2 Tahun 2003 menetapkan bahwa sistem pendidikan nasional di dalamnya memuat landasan pelaksanaan pendidikan untuk ABK. Maka dari itu sebagai calon pendidik juga  harus dibekali dan bisa memiliki kemampuan mengenali ABK.

"Seperti kunjungan kali ini. Kalian bisa belajar bagaimana cara memahami dan mengenali ABK," jelasnya.

Kepala Sekolah SLBN Cendono, Sri Hartono berharap mahasiswa PGMI yang berkunjung dapat lebih mengenal dan teliti pada anak-anak yang berkebutuhan khusus, sehingga dapat dipraktikkan jika nantinya memiliki peserta didik yang harus diberikan perhatian khusus. 

"Misalnya kalian menjadi guru di MI atau Mts dan menjumpai peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus, setidaknya kunjungan observasi kali ini dapat bermanfaat untuk kalian nantinya," jelasnya.

Sedangkan mahasiswi PGMI semester dua, Windy Aprilya Pangastutik mengaku bangga dan senang karena bisa mengenal anak-anak berkebutuhan khusus dan belajar secara langsung di tempatnya. Menurutnya seorang pendidik harus mengerti karakteristik dan ciri-ciri anak berkebutuhan khusus terutama pada layanan pendidikannya.

"Alhamdulillah saya bisa mengenal anak-anak istimewa dari berbagai latar belakang yang berbeda di sini, seperti anak tuna netra, tuna rungu, tuna grahita sampai anak tuna daksa dan cara mengajarnya," katanya. (Windy)

KUDUS - Paska pembentukan kepengurusan periode 2019-2024, Teater X Kudus mengadakan buka bersama sebagai agenda pertama kepengurusan untuk tingkatkan silaturahim antar anggota di lavamong cafe, Peganjaran, Kudus, Minggu (12/05/2019).

Teater X buka bersama di Lavamong Cafe

Lurah Teater X, Saiful Mu'minin mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka mempererat tali persaudaraan antar anggota.

"Acara ini juga diisi dengan beberapa pementasan dari anggota teater X," ujarnya.

Selain itu, menjadi langkah awal dari berdirinya teater X di kancah perteateran Kudus.

"Momentum ini akan sangat kami manfaatkan untuk bisa merumuskan karya-karya kami kedepan " tambah Ipul.

Menanggapi hal tersebut pembina teater X Muhammad Zaini S.Pd. M.Pd., berharap kegiatan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi juga sebagai pemicu teater X untuk terus berkarya.

"Semoga dengan adanya acara seperti ini tidak hanya sebagai ajang kumpul-kumpul melainkan sebagai pijakan awal untuk bisa berkarya dan meramaikan khasanah perteateran Kudus," Harapnya. (Dlowi)

KUDUS - Perhimpunan Pers Mahasiswa (PPMI) Dewan kota Muria akan mengadakan ngabuburit dan buka bersama, Minggu (12/05/2019) mendatang. Agenda tersebut merupakan kegiatan pertama paska pembentukan kepengurusan periode 2019 yang akan dilaksanakan di gedung Kegiatan Mahasiswa (PKM) IAIN Kudus.

Sekjen PPMI DK Muria Oky Ardiansyah mengatakan bahwa kegiatan tersebut hasil dari kerja sama dengan Parist Penerbit dan Perkumpulan Anima Mundi yang merupakan pegiat literasi yang kemarin telah menerbitkan buku berjudul "Yang asing di kampung sendiri : Kudus dalam prosa jurnalisme".

"Nanti acaranya juga akan diisi pelatihan jurnalisme sastrawi. Jadi tidak hanya ngabuburit dan buka bersama saja," Ujar Oky.

Selain itu, menjadi tonggak awal kebangkitan pada lembaga Pers Mahasiswa  DK. Muria dan serta ajang silaturahmi pertama untuk membangun kekeluargaan dan berbagi ilmu dalam lingkup LPM se-DK Muria 

"Silaturahmi sangat kami perlukan untuk membangun kemistri serta kekompakan PPMI DK Muria, apalagi pengurus tahun ini merupakan pengurus baru semua" Tambah Oky.

Menanggapi hal tersebut Ali Murtadho selaku Pengurus PPMI Dk Muria perwakilan dari  LPM Paradigma berharap dengan di laksanakan kegiatan tersebut dapat menambah kualitas kepenulisan dari LPM-LPM Dk Muria. 

"Semoga dengan adanya pelatihan Jurnalisme Sastrawi ini dapat meningkatkan kualitas SDM dan kepenulisan kita, dan memberitahukan bahwa penyampaian berita/informasi bisa di kemas secara luwes atau berbagai genre" jelasnya sebagai tuan rumah. (Ali)


KAMPUS - Dalam rangka menyambut bulan suci ramadan, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bimbingan Konseling (BK) Islam IAIN Kudus membagikan jilbab gratis sebagai wujud "Gerakan Menutup Aurat pada bulan Ramadan" di sekitar taman Krida Kudus, Sabtu (04/05/2019).

Ketua HMPS BKI, Rizal Fakih mengatakan kegiatan bagi jilbab gratis ini merupakan salah satu bentuk aspirasi dari beberapa mahasiswi yang merasa mempunyai banyak jilbab yang tidak terpakai.

"Bukan jilbab baru tapi jilbab yang sudah tidak dipakai daripada mubadzir. Untuk donasi jilbabnya sendiri kita dapatkan dari mahasiswi dan dosen. Alhamdulillah banyak yang antusias untuk berdonasi," syukurnya. 

Meskipun begitu, Rizal mengaku beberapa mahasiswa ada yang tidak bisa ikut mendonasikan karena terhalang dengan jarak.

"Banyak yang sudah di rumah jadi tidak bisa ikut berdonasi. Untuk konsep sendiri kita memang belum terlalu matang. Tapi untuk ke depannya akan diperbaiki lagi," jelas Rizal. 

Salah satu penerima jilbab gratis, Irma(30) mengatakan kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang positif dan bagus untuk dijadikan contoh mahasiswa lainnya. 

"Nantinya jilbab ini bisa saya pakai waktu tarawih di bulan Ramadan," katanya. (Anam)

Kudus- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Studio Music School (SMS) IAIN Kudus mengadakan acara anniversary ke-22 tahun dan temu alumni dengan tema "Usiaku Wujud Karyaku" di GOR IAIN Kudus, Selasa (30/04/2019).

Acara ini dibuka dengan pertunjukan musik pada siang hari dan dilanjut pemotongan tumpeng bersama alumni pada malam hari.

Ketua Panitia, Roby Hermawan mengatakan bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada alumni yang telah bersusah payah dalam mengembangkan UKM musik dari 22 tahun lalu. Dan juga sebagai wadah para alumni-alumni untuk menjalin silaturahmi.

"Dalam jangka satu tahun kepemimpinan organisasi, kita tidak selalu ketemu dengan alumni. Selain sebagai perayaan anniversary dan temu kangen, juga untuk mengetahui perkembangan adek-adeknya setahun ini," jelas Roby.

Ia menambahkan tema "Usiaku Wujud Karyaku" dipilih karena UKM musik basicnya adalah seni, jadi untuk targetnya lebih kepada karya. Dan diharapkan di usia ke-22 banyak karya yang akan dihasilkan.

"Usia mencerminkan banyaknya karya yang dihasilkan. Jadi kami semua akan berusaha menciptakan banyak karya di usia yang terbilang cukup matang bagi sebuah UKM," tambahnya.

Selain itu, salah satu alumni UKM SMS, Imam Syafi’i mengaku merasa sangat terkesan dengan diadakannya acara tersebut. acara yang diadakan satu tahun sekali ini dimanfaatkan olehnya sebagai ajang reuni dan bentuk perekatan antara anggota dengan alumni.

"Saya berharap semoga UKM Musik bisa lebih berkembang dalam memperluas jaringannya, terutama di daerah Kudus dan sekitarnya," harapnya.  (Ina/Anisa)


PATI - Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah se-Indonesia (IMPI) Wijayatirta wilayah III sukses mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) se-Jateng dan DIY bertema "Semarak Kebersamaan, Ciptakan IMPI yang Lebih Maju" di auditorium II IPMAFA Pati, Jumat-Sabtu (26-27/04/19).

Salah satu Korda Jateng, Ikhwanul Muslim mengatakan Musda kali ini ada peningkatan dari tahun sebelumnya, dan pertama kali diadakannya piala korda dapat dijadikan ajang kesempatan menunjukkan program kerja (proker) sebagai perwakilan masing-masing kampus. 

"Musda ke III ini tergolong sukses karena dihadiri sekitar 22 perguruan tinggi se Jateng-DIY. Tentu ini akan menjadi pengalaman lebih bagi mahasiswa, yang belum terbiasa berbicara di depan umum bisa mengasah kemampuan berbicaranya di sini" kata Ikhwanul

Selain itu, Pembina Utama Muda Pati, Imam Sukamto mengapresiasi kegiatan musda tersebut. Menurutnya kegiatan ini bisa dijadikan untuk ajang penguatan karakter. 

"Saya berharap karakter kita kuat sehingga dapat membangun karakter untuk anak-anak. Semoga IMPI sukses dan selalu berjaya," harapnya. 

Ketua panitia, Muhammad Ali Mansur menjelaskan niatnya ikut IMPI ingin menyatukan jurusan PGMI Se-Indonesia agar bisa saling bekerja sama dan menjalin tali silaturahim. Sekaligus mendapat ilmu-ilmu baru dari penyampaian proker setiap PGMI sendiri.

"Alhamdulillah musda ke-III di IPMAFA dapat terlaksana. Waktu Muswil di IAIN Kudus pengen memperkenalkan kampus saya bahwa kampus saya juga punya prodi PGMI," ujarnya.(Nonik)

NOBAR : Rektor IAIN Kudus memimpin diskusi pada acara PSG beberapa waktu lalu.
KAMPUS - Pusat Studi Gender (PSG) dan Anak IAIN Kudus, mengadakan kegiatan nonton bareng (Nobar) dan diskusi film berjudul "Kartini" yang disutradarai Hanum Bramantyo di gedung SBSN lantai 2 IAIN Kudus, Jum’at (26/04/2019).


Kegiatan tersebut sebagai aksi nyata yang dilakukan oleh Pusat Studi Gender dan Anak yang ada di IAIN Kudus sebagai bentuk persamaan gender, selain itu juga memberikan motivasi atau inspirasi banyak orang dalam menyadari betapa pentingnya pendidikan.

Ketua pusat studi gender dan anak IAIN kudus, Nur Said S.Ag., M.A., M.Ag. mengatakan kegiatan nobar ini merupakan salah satu cara memperkenalkan tiga tokoh yang terkenal dan menginspirasi di kawasan pantura  yaitu Ratu Sima, Ratu Kalinyamat dan R.A. Kartini.

“Kegiatan ini akan memberikan sebuah inspirasi kepada kita sehingga menjadikan sebuah titik awal untuk menjadikan responsive gender," jelasnya.

Sedangkan, Rektor IAIN Kudus, Dr. H. Mundzakir M.Ag, menjelaskan suatu budaya dan tradisi akan terjadi pergeseran pada setiap zamannya. Setiap generasi memerlukan perjuangan dan tetap mengikuti tradisi. Di sisi lain akan mengikuti perubahan seperti RA. Kartini.

"Seperti Kartini yang hidup di dua tradisi yaitu tradisi kemapanan belanda dan tradisi yang ada di Rembang," jelasnya.

Salah satu peserta Nobar dan diskusi, Irma Madania Syarofi mengaku senang dengan kegiatan ini karna sangat menginspirasi untuk perempuan-perempuan di Indonesia.

"Film ini memberikan inspirasi untuk mewujudkan cita-cita saya. Selain itu juga membuka pengetahuan dan pandangan saya tentang pentingnya pendidikan dan cara bertata krama dengan baik" Kata Irma. (Lenny)

KAMPUS - Koperasi harus mempunyai peran yang signifikan dalam perkembangan generasi milenial di era 4.0. Di era sekarang kita tidak bicara lagi tentang persaingan, tapi kita bicara tentang kolaborasi, dan koperasi merupakan salah satu organisasi modern yang sangat sesuai dengan perkembangan zaman saat ini.  

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto, SE, M. Si di acara Talkshow Nasional dan Pendidikan Menengah Koperasi Nasional (Dikmenkopnas) Koperasi Mahasiswa (KOPMA) dengan tema "Explore Your Potential to be a Great Young Entrepreneur" yang diadakan oleh KOPMA IAIN Kudus di gedung SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Kamis (25/04/2019).

Penampilan Tarian Tradisional dalam Acara Pembukaan
Acara ini dihadiri oleh Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto, SE, M. Si, Founder Hotel Safin Pati H. Saiful Arifin, S. E dan Owner Namira Tour and Travel, ketua HIPSI Kudus Ersyat Qomar, ST dan kader mahasiswa seluruh koperasi di Indonesia, di antaranya yaitu KOPMA Raden Fatah Palembang, Raden Lintang Lampung, Amirul Tuban, PGRI Semarang, IAIN Surakarta, IAIN Salatiga, Universitas Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, dan IAIN Kudus.

Deputi Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM, Rully Nuryanto SE, M. Si menjelaskan, peran koperasi yang signifikan ini sejalan dengan rekonstraksi total koperasi sedang dilakukan oleh kementrian koperasi. Tiga strategi yang sedang dirumuskan yaitu rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan usaha. 

"Dalam reorientasi sekarang lebih mengedepankan kualitas dari pada kuantitas. Rehabilitasi ini upaya untuk memperbaiki database koperasi. Dan pengembangan usaha, kita ingin jika koperasi berkembang seperti usaha-usaha yang lain," jelasnya.

Hasil dari dikmenkopnas diharapkan dapat menciptakan konsep rebranding koperasi yang kekinian dan sesuai dengan selera anak muda zaman sekarang.

“Koperasi punya salah satu keunggulan berupa captive market, artinya pasar yang sudah tersedia ketika koperasi itu lahir yakni anggotanya. Kuncinya adalah komitmen dan inisiatif anggota, agar sebuah koperasi bisa berkembang, " tambah Rully.

Selain itu, Founder Hotel Safin Pati H. Saiful Arifin, S. E memberikan motivasi kepada peserta, bahwa pengusaha saat ini tidak diciptakan, tapi karena hasil keterpaksaan. Untuk menjadi wirausahawan sebenarnya tidak perlu modal yang besar. 

"Untuk menjadi pengusaha kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas untuk mencapai sebuah kesuksesan itu. Usaha tidak harus dimulai dari yang besar, tapi usaha bisa dimulai dari yang kecil-kecil," jelasnya.

Sedangkan, Owner Namira Tour and Travel Ersyat Qomar, ST mengatakan jika motivasinya menjadi wirausaha adalah tersesat di jalan yang benar, menjadi entrepreneur yang dipercaya oleh siapapun, seperti yang dicontohkan Rasulullah. Jangan takut tidak punya modal, karena ketakutan itu hanya di awal, karena ketakutan itu hanya fatamorgana.

"Berbanggalah sebagai wirausaha, jangan samapai menciptakan sekat-sekat premodial. Karena wirausaha itu usahanya tetap jalan dan pengusahanya jalan-jalan," kata Ersyat yang juga mebjadi ketua HIPSI Kudus. (Gib/Ulyanuddin)

KAMPUS - Suatu kurikulum harus mampu menghasilkan profil output mahasiswa berkualitas yang mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan serta mempunyai sikap dan keterampilan yang bagus. 

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khoiruddin Nasution di acara workshop dalam rangka Penguatan Kurikulum dengan tema "Peluang dan Tantangan Alumni Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Menghadapi Dinamika Hukum Keluarga Islam di Era Kontemporer" yang diadakan Prodi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah di gedung Rektorat lantai 3 IAIN Kudus, Selasa (23/04/2019).

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Pengadilan Agama (PA) Kudus dan juga penyuluh Kantor Urusan Agama  (KUA) Kudus. 

Menurut Khoirudin antara dosen, mahasiswa dan alumni penting melakukan kerjasama untuk mengevaluasi kualitas dan kekurangan kurikulum. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk penguatan kurikulum agar dapat menghasilkan alumni yang semakin berkualitas. 

"Mahasiswa harus mampu berperan aktif dan teliti sebagai bentuk evaluasi apakah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan sinkron dan sesuai dengan kenyataan di lapangan atau tidak," jelasnya.

Sedangkan, Dekan Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah, Dr. Any Ismayawati mengatakan fakultas atau lembaga jangan hanya mengandalkan penilaian dari dosen dan lembaga terkait tempat mahasiswa menempuh Kuliah Kerja  Nyata (KKN), tetapi juga melalui evaluasi dari stakeholder yang ahli di bidangnya mengenai kekurangan dan kelebihan kurikulum pembelajaran.

"Evaluasi dari stakeholder penting dilakukan. Jadi nanti ilmu yang  dimiliki mahasiswa tidak hanya membahagiakan dosen dengan nilai-nilai yang tinggi saja," katanya. 

Ia berharap workshop ini nantinya dapat menjadi bentuk pengembangan kurikulum dan penguatan perwujudan program studi Akhwal Syakhsiyyah nantinya.

"Saya harap mahasiswa terutama  alumni bisa bersaing dan melahirkan stakeholders yang berkualitas," harapnya. (Ina/Fal)

KAMPUS - Himpunan Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (HIMA IPS) IAIN Kudus mengadakan penanaman pohon bersama dalam rangka memperingati Hari Bumi dengan tema "Mahasiswa IPS Beraksi dan Berkontribusi" di sekitar air terjun gender Dawe Kudus, Ahad (21/4/2019).

Ketua panitia, Nazmil Huda mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut bertujuan sebagai bentuk pengurangan kerusakan alam yang terjadi saat ini. Sekaligus sebagai wujud dalam mencintai alam dan melakukan penghijauan bumi.
Terlihat salah seorang dari Dinas Kehutanan Kudus memberikan pengarahan
"Kami ingin menumbuhkan jiwa sosial, rasa cinta dan rasa memiliki terhadap alam dengan melakukan penanaman pohon, bersih-bersih sungai, dan pemungutan sampah," jelas Nazmil. 

Penanaman, lanjut Namzil, dilakukan di sekitar air terjun gender karena di sana masih kurang penghijauan. 

"Kami berharap pohon yang kami tanam dapat menyerap air hujan dan mengurangi tanah longsor yang ada disekitar daerah tersebut," harapnya.

Salah satu peserta, Sri Hartini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan tersebut  bisa menyadarkan manusia untuk mencintai alam yang ada disekitar.

"Kegiatannya sederhana, cuma menanam pohon, memungut sampah, dan membersihkan sungai tapi besar manfaatnya," kata Sri.

Selain itu, kegiatan ini mendapat sumbangan 500 bibit tanaman berupa pohon jambu, kayu putih, alpukat dan sebagainya dari dinas kehutanan Kudus.

Soeharto perwakilan Dinas Kehutanan Kudus, berharap agenda ini bisa terus berjalan sehingga alam tetap terjaga dan mendapatkan keberkahan dari Tuhan.  

"Manusia harus saling menjaga ciptaan Tuhan. Termasuk menjaga alam dan lingkungan," jelasnya. (Lenny)


KUDUS - Hard skill maupun soft skill harus seimbang dimiliki setiap individu yang ingin sukses. Demikian itu mengemuka dalam talkshow "Kupas Tuntas Raih  Beasiswa Dalam dan Luar Negeri" di aula SMP Al Ma'ruf lantai 3, ahad (14/04/19).

Acara yang diadakan oleh Kelas Inspirasi ini dihadiri oleh Awardee Afirmasi Scholarships Master of International Relations Univ of Sydney, Wahyu Alif Raharjo, alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin, S. Pd., dan penerima Beasiswa Djarum Foundation IAIN Kudus, Nanang Dwi Pratmana.

Salah seorang pemateri tengah menjelaskan mengenai Bidikmisi
Alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin mengatakan setiap individu mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda. Jadi mulailah dengan mengenali bakat, minat, dan tuangkan dalam tindakan.

"Kalau kalian merasa tidak layak dapat beasiswa, kalian harus bisa melayakkan diri, mengupdate, dan mengolah skill. Selayaknya kalian pantas untuk apa yang kalian inginkan," jelas Mudrofin.

Di sisi lain, Penerima Beasiswa Djarum Foundation, Nanang Dwi Pratmana mengatakan salah satu kunci kesuksesan yaitu dengan aktif dalam organisasi. Menurutnya soft skill harus diimbangi dengan hard skill karena sangat penting bagi kehidupan. 

"Begitu juga di perguruan tinggi, kuliah tanpa diimbangi dengan organisasi itu akan sulit meraih kesuksesan. Karena pintar saja tidak cukup menjadi jaminan untuk sukses," jelas Nanang.

Salah satu peserta seminar beasiswa talkshow, Sofia mengaku senang dengan mengikuti seminar kali ini. Karena para narasumber memiliki pengalaman dan cara penyampaian materi yang berbeda.

"Saya senang dengan diadakanya seminar beasiswa talkshow ini, masing-masing pengalaman yang dimiliki para narasumber dan cara narasumber dalam menyampaikan materi juga sangat relefan  mudah ditangkap dan dipahami," kata Sofia. (Ayu).

KUDUS - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kudus mengadakan pemilihan Duta Genre Kudus 2019 dengan tema "Melalui Pemilihan Duta Genre Kita Tingkatkan Ketahanan Remaja Dengan Mewujudkan Saatnya yang Muda yang Berencana" di aula dinas P3AP2KB, Sabtu (13/04/19). 
Foto bersama finalis Duta Genre 2019 dengan Dinas P3AP2KB Kudus.
Acara ini terdiri dari tujuh finalis, empat perempuan dan tiga laki-laki dari IAIN KUDUS, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMK). Sedangkan untuk tahapan penyeleksian meliputi tes subtansi, bakat minat, dan tes wawancara. 

Salah satu juri pemilihan Duta Genre, Dewi mengatakan kegiatan genre Kudus untuk menyosialisasikan pemahaman remaja tentang program genre. Supaya remaja tidak terjebak dalam seks bebas, pernikahan dini, dan penggunaan obat-obat terlarang. 

"Remaja di masyarakat harus bisa membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja," jelas Dewi.

Selain itu, Sekretaris Dinas Sosial, Sutrisno mengaku terharu jika ada anak muda yang mempunyai cita-cita luhur untuk pemerintahan. Menurutnya orang yang aktif berorganisasi di lingkungan kampus dan masyarakat itu pasti ada hasilnya.

"Generasi penerus bangsa harus berlomba-lomba dalam kebaikan dan berani berkecimbung langsung dengan masyarakat" ujar Sutrimo 

Sedangkan, salah satu finalis Duta Genre Kudus, Nurhayati mengaku senang mengikuti acara tersebut. Karena mendapat pengalaman yang luar biasa dan juga menambah teman. 

"Saya senang bisa masuk finalis calon duta Genre Kudus, selain dapat pengalaman berharga saya juga dapat teman banyak," kata nurhayati pemenang juara tiga Duta Genre. 

Duta Genre Kudus 2019 diraih oleh Muhammad Naili Rizki Setiawan (mahasiswa Bimbingan Konseling Islam Pendidikan IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre laki-laki dan Agidatun Nisa (mahasiswa Manajemen Bisnis Syaruah IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre perempuan. (Nonik)

KAMPUS- Komunitas Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Kawan Insani) IAIN Kudus merayakan anniversary yang keempat  bertema "Satu Senyuman, Satu Kebersamaan, Satu Keluarga" di GOR IAIN Kudus, Kamis (11/04/19).
Foto: Penampilan fashion show di acara anniversary keempat Kawan Insani

Adapun dalam serangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai lomba di antaranya, lomba gerak dan lagu, APE (alat permainan edukatif), dongeng, serta lomba kreasi lagu dan fashion show. 

Ketua panitia, Ina mengatakan kegiatan ini diadakan secara rutin setiap tahun agar menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk prodi PIAUD sendiri.

"Biar mahasiswa PIAUD lebih kreatif. Dan alhamdulillah anniversary tahun ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Ina.

Selain itu,  Rektor III IAIN Kudus Dr. H Ihsan MAg mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya mahasiswa PIAUD harus lebih menonjolkan kreativitasnya dalam mengembangkan pengalaman-pengalaman.

"Saya sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah menyelenggarakan acara semacam ini. Semoga kampus kita tercinta betul-betul mencetak alumni PIAUD yang mumpuni dan berkualitas," harapnya saat memberikan sambutan sekaligus yang membuka acara anniversary ke-4.

Salah satu peserta lomba, Imam mengaku merasakan kemeriahan acara. Ia bangga dan senang karena bisa meraih juara satu dalam kategori Lomba fashion show.

"Karena tidak ada persiapan sama sekali cuma modal berani dan pakai baju khas jawa beserta blangkon saja. Apalagi saya satu-satunya peserta laki-laki lomba fashion show. Tapi alhamdulillah saya juara". Tutur Imam.

Senada dengan Imam, Dinda sebagai pemenang Juara satu kategori lomba dongeng ikut juga merasakan meriahnya acara, ia mengaku senang karena bisa membawa nama baik kelas dalam acara anniversary ini.

"Awalnya sebelum penampilan saya dan partner dongeng merasa bahwa apa yang akan kami sampaikan itu biasa saja, tetapi ketika sudah menampilkan hasilnya tidak mengecewakan" Jelasnya. (Ayun)

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr Ihsan MAg sampaikan sambutan dalam milad ke 23 UKM JQH

KAMPUS, Parist.Id – Hadir dalam Milad ke-23 UKM JQH Asy-Syauq IAIN Kudus Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid mendoakan agar UKM kebanggaan IAIN Kudus itu semakin jaya, berkah dan berprestasi. Ia juga bercerita mengenai pengalamannya untuk pertama kali mengisi acara maulid di Kota Kretek ini.

“Mudah-mudahan berkat salawat ini UKM JQH Asy-Syauq semakin jaya, berkah dan berprestasi serta menjadi kebanggaan IAIN Kudus,” doanya diamini ribuan jamaah yang hadir di halaman kampus timur IAIN Kudus, Selasa (09/04/2019).

Habib Muhsin Al-Hamid juga mengaku terkesan sebab ini merupakan pertama kalinya ia mengisi acara salawat di Kudus. Menurutnya keberkahan dari kota Kudus adalah luar biasa. Hal itu ia nilai dari para munsyid dan habib yang semakin terkenal usai berada di Kudus.

“Instagram saya pengikutnya awalnya 18K langsung tambah 19,1K karena ada gambar saya mau ngisi acara di Kudus ini,” kelakarnya.

Selain itu, Rektor IAIN Kudus Dr Mundakir MAg mengapresiasi acara yang dihadiri ribuan jamaah dan memenuhi lapangan kampus timur IAIN Kudus ini. Terlebih sebab acara ini menghadirkan Habib Muhsin Al-Hamid dari Jember yang bisa dicadong barokah doanya.

“Mudah-mudahan kehadiran beliau sebagai pengisi jiwa kita, keutuhan manusia,” katanya.

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr H Ihsan MAg juga mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya ini bisa jadi sarana menguatkan dan mendekatkan hati mahasiswa IAIN Kudus kepada Allah SWT melalui salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Semoga pertemuan malam ini betul membawa berkah fi ad-diin wa ad-dunya wa al-akhirah. Dengan payung rahmat, nikmat dan hidayah Allah SWT kita bisa ringan dan berkumpul di lapangan IAIN Kudus ini,” ujarnya. (Fal/Ali)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.