KAMPUS - Suatu kurikulum harus mampu menghasilkan profil output mahasiswa berkualitas yang mampu menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan serta mempunyai sikap dan keterampilan yang bagus. 

Hal tersebut disampaikan oleh Dosen UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Khoiruddin Nasution di acara workshop dalam rangka Penguatan Kurikulum dengan tema "Peluang dan Tantangan Alumni Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Menghadapi Dinamika Hukum Keluarga Islam di Era Kontemporer" yang diadakan Prodi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah di gedung Rektorat lantai 3 IAIN Kudus, Selasa (23/04/2019).

Acara ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari Pengadilan Agama (PA) Kudus dan juga penyuluh Kantor Urusan Agama  (KUA) Kudus. 

Menurut Khoirudin antara dosen, mahasiswa dan alumni penting melakukan kerjasama untuk mengevaluasi kualitas dan kekurangan kurikulum. Hal tersebut ditujukan sebagai bentuk penguatan kurikulum agar dapat menghasilkan alumni yang semakin berkualitas. 

"Mahasiswa harus mampu berperan aktif dan teliti sebagai bentuk evaluasi apakah Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang digunakan sinkron dan sesuai dengan kenyataan di lapangan atau tidak," jelasnya.

Sedangkan, Dekan Program Studi Ahwal Syakhsiyyah Fakultas Syariah, Dr. Any Ismayawati mengatakan fakultas atau lembaga jangan hanya mengandalkan penilaian dari dosen dan lembaga terkait tempat mahasiswa menempuh Kuliah Kerja  Nyata (KKN), tetapi juga melalui evaluasi dari stakeholder yang ahli di bidangnya mengenai kekurangan dan kelebihan kurikulum pembelajaran.

"Evaluasi dari stakeholder penting dilakukan. Jadi nanti ilmu yang  dimiliki mahasiswa tidak hanya membahagiakan dosen dengan nilai-nilai yang tinggi saja," katanya. 

Ia berharap workshop ini nantinya dapat menjadi bentuk pengembangan kurikulum dan penguatan perwujudan program studi Akhwal Syakhsiyyah nantinya.

"Saya harap mahasiswa terutama  alumni bisa bersaing dan melahirkan stakeholders yang berkualitas," harapnya. (Ina/Fal)

KAMPUS - Himpunan Mahasiswa Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (HIMA IPS) IAIN Kudus mengadakan penanaman pohon bersama dalam rangka memperingati Hari Bumi dengan tema "Mahasiswa IPS Beraksi dan Berkontribusi" di sekitar air terjun gender Dawe Kudus, Ahad (21/4/2019).

Ketua panitia, Nazmil Huda mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut bertujuan sebagai bentuk pengurangan kerusakan alam yang terjadi saat ini. Sekaligus sebagai wujud dalam mencintai alam dan melakukan penghijauan bumi.
Terlihat salah seorang dari Dinas Kehutanan Kudus memberikan pengarahan
"Kami ingin menumbuhkan jiwa sosial, rasa cinta dan rasa memiliki terhadap alam dengan melakukan penanaman pohon, bersih-bersih sungai, dan pemungutan sampah," jelas Nazmil. 

Penanaman, lanjut Namzil, dilakukan di sekitar air terjun gender karena di sana masih kurang penghijauan. 

"Kami berharap pohon yang kami tanam dapat menyerap air hujan dan mengurangi tanah longsor yang ada disekitar daerah tersebut," harapnya.

Salah satu peserta, Sri Hartini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan tersebut  bisa menyadarkan manusia untuk mencintai alam yang ada disekitar.

"Kegiatannya sederhana, cuma menanam pohon, memungut sampah, dan membersihkan sungai tapi besar manfaatnya," kata Sri.

Selain itu, kegiatan ini mendapat sumbangan 500 bibit tanaman berupa pohon jambu, kayu putih, alpukat dan sebagainya dari dinas kehutanan Kudus.

Soeharto perwakilan Dinas Kehutanan Kudus, berharap agenda ini bisa terus berjalan sehingga alam tetap terjaga dan mendapatkan keberkahan dari Tuhan.  

"Manusia harus saling menjaga ciptaan Tuhan. Termasuk menjaga alam dan lingkungan," jelasnya. (Lenny)


KUDUS - Hard skill maupun soft skill harus seimbang dimiliki setiap individu yang ingin sukses. Demikian itu mengemuka dalam talkshow "Kupas Tuntas Raih  Beasiswa Dalam dan Luar Negeri" di aula SMP Al Ma'ruf lantai 3, ahad (14/04/19).

Acara yang diadakan oleh Kelas Inspirasi ini dihadiri oleh Awardee Afirmasi Scholarships Master of International Relations Univ of Sydney, Wahyu Alif Raharjo, alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin, S. Pd., dan penerima Beasiswa Djarum Foundation IAIN Kudus, Nanang Dwi Pratmana.

Salah seorang pemateri tengah menjelaskan mengenai Bidikmisi
Alumni penerima Bidikmisi UNNES dan Awardee LPDP UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Mudrofin mengatakan setiap individu mempunyai tingkat kecerdasan yang berbeda. Jadi mulailah dengan mengenali bakat, minat, dan tuangkan dalam tindakan.

"Kalau kalian merasa tidak layak dapat beasiswa, kalian harus bisa melayakkan diri, mengupdate, dan mengolah skill. Selayaknya kalian pantas untuk apa yang kalian inginkan," jelas Mudrofin.

Di sisi lain, Penerima Beasiswa Djarum Foundation, Nanang Dwi Pratmana mengatakan salah satu kunci kesuksesan yaitu dengan aktif dalam organisasi. Menurutnya soft skill harus diimbangi dengan hard skill karena sangat penting bagi kehidupan. 

"Begitu juga di perguruan tinggi, kuliah tanpa diimbangi dengan organisasi itu akan sulit meraih kesuksesan. Karena pintar saja tidak cukup menjadi jaminan untuk sukses," jelas Nanang.

Salah satu peserta seminar beasiswa talkshow, Sofia mengaku senang dengan mengikuti seminar kali ini. Karena para narasumber memiliki pengalaman dan cara penyampaian materi yang berbeda.

"Saya senang dengan diadakanya seminar beasiswa talkshow ini, masing-masing pengalaman yang dimiliki para narasumber dan cara narasumber dalam menyampaikan materi juga sangat relefan  mudah ditangkap dan dipahami," kata Sofia. (Ayu).

KUDUS - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kudus mengadakan pemilihan Duta Genre Kudus 2019 dengan tema "Melalui Pemilihan Duta Genre Kita Tingkatkan Ketahanan Remaja Dengan Mewujudkan Saatnya yang Muda yang Berencana" di aula dinas P3AP2KB, Sabtu (13/04/19). 
Foto bersama finalis Duta Genre 2019 dengan Dinas P3AP2KB Kudus.
Acara ini terdiri dari tujuh finalis, empat perempuan dan tiga laki-laki dari IAIN KUDUS, Universitas Muria Kudus (UMK), dan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMK). Sedangkan untuk tahapan penyeleksian meliputi tes subtansi, bakat minat, dan tes wawancara. 

Salah satu juri pemilihan Duta Genre, Dewi mengatakan kegiatan genre Kudus untuk menyosialisasikan pemahaman remaja tentang program genre. Supaya remaja tidak terjebak dalam seks bebas, pernikahan dini, dan penggunaan obat-obat terlarang. 

"Remaja di masyarakat harus bisa membentuk Pusat Informasi dan Konseling Remaja," jelas Dewi.

Selain itu, Sekretaris Dinas Sosial, Sutrisno mengaku terharu jika ada anak muda yang mempunyai cita-cita luhur untuk pemerintahan. Menurutnya orang yang aktif berorganisasi di lingkungan kampus dan masyarakat itu pasti ada hasilnya.

"Generasi penerus bangsa harus berlomba-lomba dalam kebaikan dan berani berkecimbung langsung dengan masyarakat" ujar Sutrimo 

Sedangkan, salah satu finalis Duta Genre Kudus, Nurhayati mengaku senang mengikuti acara tersebut. Karena mendapat pengalaman yang luar biasa dan juga menambah teman. 

"Saya senang bisa masuk finalis calon duta Genre Kudus, selain dapat pengalaman berharga saya juga dapat teman banyak," kata nurhayati pemenang juara tiga Duta Genre. 

Duta Genre Kudus 2019 diraih oleh Muhammad Naili Rizki Setiawan (mahasiswa Bimbingan Konseling Islam Pendidikan IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre laki-laki dan Agidatun Nisa (mahasiswa Manajemen Bisnis Syaruah IAIN KUDUS semester empat) sebagai juara satu duta genre perempuan. (Nonik)

KAMPUS- Komunitas Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Kawan Insani) IAIN Kudus merayakan anniversary yang keempat  bertema "Satu Senyuman, Satu Kebersamaan, Satu Keluarga" di GOR IAIN Kudus, Kamis (11/04/19).
Foto: Penampilan fashion show di acara anniversary keempat Kawan Insani

Adapun dalam serangkaian acara dimeriahkan dengan berbagai lomba di antaranya, lomba gerak dan lagu, APE (alat permainan edukatif), dongeng, serta lomba kreasi lagu dan fashion show. 

Ketua panitia, Ina mengatakan kegiatan ini diadakan secara rutin setiap tahun agar menumbuhkan kreativitas dan inovasi untuk prodi PIAUD sendiri.

"Biar mahasiswa PIAUD lebih kreatif. Dan alhamdulillah anniversary tahun ini lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Ina.

Selain itu,  Rektor III IAIN Kudus Dr. H Ihsan MAg mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya mahasiswa PIAUD harus lebih menonjolkan kreativitasnya dalam mengembangkan pengalaman-pengalaman.

"Saya sangat mengapresiasi mahasiswa yang telah menyelenggarakan acara semacam ini. Semoga kampus kita tercinta betul-betul mencetak alumni PIAUD yang mumpuni dan berkualitas," harapnya saat memberikan sambutan sekaligus yang membuka acara anniversary ke-4.

Salah satu peserta lomba, Imam mengaku merasakan kemeriahan acara. Ia bangga dan senang karena bisa meraih juara satu dalam kategori Lomba fashion show.

"Karena tidak ada persiapan sama sekali cuma modal berani dan pakai baju khas jawa beserta blangkon saja. Apalagi saya satu-satunya peserta laki-laki lomba fashion show. Tapi alhamdulillah saya juara". Tutur Imam.

Senada dengan Imam, Dinda sebagai pemenang Juara satu kategori lomba dongeng ikut juga merasakan meriahnya acara, ia mengaku senang karena bisa membawa nama baik kelas dalam acara anniversary ini.

"Awalnya sebelum penampilan saya dan partner dongeng merasa bahwa apa yang akan kami sampaikan itu biasa saja, tetapi ketika sudah menampilkan hasilnya tidak mengecewakan" Jelasnya. (Ayun)

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr Ihsan MAg sampaikan sambutan dalam milad ke 23 UKM JQH

KAMPUS, Parist.Id – Hadir dalam Milad ke-23 UKM JQH Asy-Syauq IAIN Kudus Habib Muhsin bin Ahmad Al-Hamid mendoakan agar UKM kebanggaan IAIN Kudus itu semakin jaya, berkah dan berprestasi. Ia juga bercerita mengenai pengalamannya untuk pertama kali mengisi acara maulid di Kota Kretek ini.

“Mudah-mudahan berkat salawat ini UKM JQH Asy-Syauq semakin jaya, berkah dan berprestasi serta menjadi kebanggaan IAIN Kudus,” doanya diamini ribuan jamaah yang hadir di halaman kampus timur IAIN Kudus, Selasa (09/04/2019).

Habib Muhsin Al-Hamid juga mengaku terkesan sebab ini merupakan pertama kalinya ia mengisi acara salawat di Kudus. Menurutnya keberkahan dari kota Kudus adalah luar biasa. Hal itu ia nilai dari para munsyid dan habib yang semakin terkenal usai berada di Kudus.

“Instagram saya pengikutnya awalnya 18K langsung tambah 19,1K karena ada gambar saya mau ngisi acara di Kudus ini,” kelakarnya.

Selain itu, Rektor IAIN Kudus Dr Mundakir MAg mengapresiasi acara yang dihadiri ribuan jamaah dan memenuhi lapangan kampus timur IAIN Kudus ini. Terlebih sebab acara ini menghadirkan Habib Muhsin Al-Hamid dari Jember yang bisa dicadong barokah doanya.

“Mudah-mudahan kehadiran beliau sebagai pengisi jiwa kita, keutuhan manusia,” katanya.

Wakil Rektor III IAIN Kudus Dr H Ihsan MAg juga mengaku bangga atas penyelenggaraan acara ini. Menurutnya ini bisa jadi sarana menguatkan dan mendekatkan hati mahasiswa IAIN Kudus kepada Allah SWT melalui salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Semoga pertemuan malam ini betul membawa berkah fi ad-diin wa ad-dunya wa al-akhirah. Dengan payung rahmat, nikmat dan hidayah Allah SWT kita bisa ringan dan berkumpul di lapangan IAIN Kudus ini,” ujarnya. (Fal/Ali)

KUDUS - Menyambut pesta demokrasi tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kudus mengadakan acara Pemilihan Umum (Pemilu) Run di depan Gedung Olahraga (GOR) Gelora Bung Karno Kudus, Minggu (07/04/2019).

Acara yang dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan provinsi ini memiliki beberapa kegiatan di antaranya jalan sehat, donor darah, konser musik hingga pembagian doorprize untuk para masyarakat yang berpartisipasi. 

Ketua KPU Kudus, Nailis Syarifah mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini untuk meningkatkan partisipasi dari masyarakat terhadap pemilu 2019 mendatang.


"Tujuan utama kami agar masyarakat dapat berbondong-bondong menuju TPS untuk menggunakan hak pilihnya saat pemilu nanti" kata Nailis.

Suasana pelaksanaan kegiatan Pemilu Run oleh KPU Kudus
Ia juga memberikan sosialisasi serta informasi terkait kepemiluan dan menghimbau kepada masyarakat agar tidak golput dalam pemilu 2019 nanti.

"Masyarakat jangan sampai golput. Semoga target partisipasi nasional 77,5 persen bisa tercapai," harapnya.

Selain itu, salah satu peserta Pemilu Run, Qoriatun Nasichoh (22) merasa senang dan sangat mendukung penuh acara ini. Menurutnya, acara seperti ini sangat seru dan mengedukasi masyarakat terkait kepemiluan. 

"Untuk KPU Kudus semoga semakin jaya dan sukses selalu. Dan untuk masyarakat semoga semakin sadar akan pentingnya pemilu dan jangan sampai golput," kata pemenang doorprize berupa mesin cuci. (Arum)


JEPARA - Mahasiswa Akhwal Syahsiyyah fakultas Syari'ah IAIN Kudus ikuti pelatihan Rukyatul Hilal dan doa bersama menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) di Pantai Kartini Jepara, Jumat (05/04/ 2019).

Pelatihan Rukyatul Hilal yang didampingi langsung oleh kepala tim ahli badan hisab rukyat daerah Kudus, Muhammad Agus Yusrun Nafi' tersebut diadakan setiap satu tahun dua kali, yaitu pelatihan penentuan awal bulan Sya'ban di akhir bulan Rajab, dan penentuan awal bulan Ramadhan di akhir bulan Sya'ban yang diadakan oleh Fakultas Syariah.

salah seorang mahasiswa program studi ahwal syakhsiyyah mencoba melihat hilal
Ketua program studi Ahwal Syakhsiyyah, Fuad Riyadi mengatakan mahasiswa lulusan Fakultas Syari'ah harus memiliki kemampuan dalam menentukan awal bulan hijriyah, karena salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan mahasiswa syariah adalah ahli ilmu falak.

"Diadakannya pelatihan rukyatul hilal ini adalah untuk memberi bekal kepada mahasiwa agar setelah lulus nanti memiliki kemampuan di bidang ilmu falak," jelas Fuad.

Selain itu, Nailul Mubarok, mahasiswa Ahwal Syakhsiyyah semester empat mengaku senang mengikuti pelatihan rukyatul hilal. Menurutnya pelatihan tersebut memilili banyak manfaat untuk mahasiswa. Seperti mengetahui alat-alat untuk merukyat hilal sekaligus bisa menggunakan alat tersebut secara langsung untuk melihat hilal.

"Saya senang, dengan mengikuti pelatihan  ini mahasiswa bisa tau caranya menentukan awal bulan Sya'ban," Ungkapnya. (Ifa)

KAMPUS - UKM Teater Satoesh dan SMS mengadakan gelar aksi laga futsal persahabatan di Markass Sport Center Kudus. Kegiatan yang bertema "Menyambut Dana DIPA Belum Turun" tersebut merupakan perwakilan aksi protes karena uang Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) belum ada kejelasan dari pihak kampus, Kamis (04/04/2019).
FOTO: Pemanasan jelang laga persabahatan futsal antara UKM Teater Satoesh Vs UKM SMS IAIN Kudus.

Lurah UKM Satoesh, Najib mengatakan kegiatan laga futsal persahabatan tersebut hanyalah untuk mengisi kekosongan kegiatan dan main biasa. Tapi viral karena mengangkat tema yang menyinggung uang DIPA.

"Aslinya hanya main biasa, tapi karena kita semua butuh kejelasan uang DIPA jadi mengambil tema tersebut," tutur Najib.

Ia juga mengatakan, jika sampai akhir April masih belum ada kejelasan mengenai uang DIPA, maka akan mengajak SEMA dan DEMA untuk bergerak bersama.

"Kami para UKM masih setia menunggu walau sudah berjalan tiga bulan. Tapi usaha-usaha akan tetap dilaksanakan," jelasnya. 

Senada dengan najib, Ketua Umum UKM SMS, Muhammad Asyiqulkaf mengatakam selain untuk ajang persahabatan antar UKM, juga menjadi ajang nyata protes kepada atasan. Petisi akan dilayangkan jika akhir April belum turun.

"Selain mengajak SEMA dan DEMA. Kami juga akan mengajak para HMPS baru untuk bersama menyuarakan," Jelas Asyiqul. (Fandi)


Kampus - Tiga komunitas bahasa adakan pelantikan bersama, diantaranya Komunitas Hotaru (komunitas bahasa Jepang) Hanjohsa (komunitas bahasa Korea) dan Komba (forum komunitas bahasa asing) di gedung PKM IAIN Kudus, Rabu (03/04/19).

Dosen penikmat bahasa Jepang,  Nuskhan Abid mengatakan bahwa komunitas seperti ini unik dan ia yakin satu-satunya yang ada di kampus kita, IAIN Kudus .
Foto bersama Pengurus Hotaru, Hanjohsa, dan Komba.
"Ini positif sekali, dan inisiasi anak muda seperti ini sangat bermanfaat dan jangan Lupa dengan bahasa kita sendiri seperti bahasa Sunda, Jawa dan lain-lain," katanya.

Ia mengapresiasi adanya komunitas bahasa yang di dalamnya beranggotakan mahasiswa. Menurutnya ini salah satu jalan untuk saling mengenal bahasa orang lain.

"Bahasa itu universal dan dengan  bahasa kita bisa kenal dunia," jelas Nuskhan.

Selain itu, ketua komba, Sihab mengatakan bahwa Komba, Hotaru dan Hanjohsa adalah wadah bagi teman teman mahasiswa yang mempunyai minat terhadap bahasa asing seperti Jepang dan Korea.

"Mari kita belajar bersama-sama. Adanya komunitas bahasa seperti ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar bagi peminat bahasa asing," jelasnya. (Syaroful)

JEPARA - Tim SSB Putra Maulana sukses meraih juara dalam Turnamen Bogoran Fun Game 2019 di Lapangan Bogoran Welahan, Jepara, Ahad (31/03/2019). Tidak tanggung-tanggung, SSB Putra Maulana ini menjadi juara dalam tiga level kompetisi. diantaranya yaitu tim U-15 sebagai juara 1 diikuti oleh tim U-11 dan U-12 mereka yang meraih juara 3.
Selebrasi perayaan juara SSB Putra Maulana dalam turnamen Bogoran Fun Game 2019.

Turnamen ini diikuti sebanyak 16 tim dari sekolah sepak bola usia 11-12 dan usia 15 antar SSB.

Kipper Tim SSB Putra Maula U-15, David, mengaku senang karena bisa menang dalam kompetisi ini. Menurutnya pertandingan turnamen ini sangat menguras tenaga. kendati begitu ia merasa lelahnya bisa terbayar lunas dengan juara yang ia raih bersama tim.

"Karena hobi dan cinta dengan sepak bola, capek pun tidak terasa. Apalagi dapat meraih juara seperti ini," jelas David.

Pelatih tim Putra Maulana U-11,  Mafaza, mengatakan persiapan sebelum pertandingan peserta di tekankan untuk mengikuti pelatihan dua hari sebelum turnamen dimulai, sekaligus mematangkan kualitas peserta dalam bersaing.

"Kita latihan untuk memperbaiki kualitas pemain usia dini yang telah mengikuti turnamen, agar kedepannya bisa mendapatkan juara lebih tinggi dan otomatis mendapatkan kualitas pemain yang baik," jelasnya. 

Sedangkan pelatih tim Putra Maulana U-15, Akhlis Jihan berharap turnamen usia dini lebih sering di selenggarakan sebagai bekal mengasah kemampuan anak-anak dalam bermain sepakbola.

"Kompetisi sangat penting untuk meraih pengalaman, melatih kekompakkan tim pemain muda. Khususnya di Desa Kedungmalang sendiri sangat harus dikembangkan" ujarnya.

Banyak anak-anak usia dini, lanjut Akhlis, yang antusias mengikuti sekolah sepak bola. Mereka selalu mengikuti pelatihan-pelatihan setiap minggunya.

"Mereka mempunyai semangat yang tinggi. Jadi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin," jelas Akhlis. (A'yun)

PARIST.ID, KUDUS - Sebagai lembaga amil zakat nasional, Yatim Mandiri diharapkan dapat merangkul generasi millenial sebagai muzakki. Karena generasi millenial merupakan peluang yang dapat menguatkan, meningkatkan, dan menumbuhkan perhimpunan potensi zakat, infaq serta sodaqah.

Sambutan Wakil Bupati Kudus pada diskusi publik bertema "Generasi Milenial Peduli Sosial" Di Burikan, Kudus.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Kudus, Hartopo dalam acara diskusi publik bertema Generasi Milenial Peduli Sosial yang diadakan oleh Komunitas Cinta Yatim (Kocay) di Burikan kediaman wakil bupati Kudus, Ahad (31/03/2019). 

Acara yang bertepatan dengan Hari ulang tahun Yatim Mandiri ke-25 ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kudus, Hartopo dan Ketua Dewan Syariah, Kode Etik dan Hukum RSI Sultan Hendrin Jepara, Ahmad Fajar beserta tamu undangan. 

Wakil Bupati Kudus, Hartopo mengatakan zakat bisa menjadi gaya hidup generasi milenial. Sebab generasi muda memiliki karakter yang menarik dan kepedulian yang tinggi dalam berdonasi.

"Peluang ini ini harus dimanfaatkan agar generasi milenial terlibat dalam kegiatan berdonasi," kata Hartopo. 

Senada dengan Hartopo, Ketua Dewan Syariah, Kode Etik dan Hukum RSI Sultan Hendrin Jepara, Ahmad Fajar setuju jika generasi milenial mempunyai potensi yang luar biasa dalam hal bersedekah. Hanya saja harus diarahkan dan diedukasi secara menyeluruh.

"Gunakanlah teknologi dengan bijaksana agar waktu tidak terbuang sia-sia, masukkan nilai-nilai agama dan kebaikan dalam kehidupan. Rajin bersedekah dan ingat bahwa sebagian harta kita adalah milik orang yang membutuhkan. Jangan berdiam diri tapi bergeraklah karena perubahan itu pasti ada," jelasnya. 

Salah satu peserta, Liana mengaku senang mengikuti diskusi tersebut. Menurutnya generasi milenial seharusnya peduli dengan lingkungan sosial. 

"Generasi millenial jangan hanya fokus pada gadjet saja, melainkan harus berpartisipasi terhadap masyarakat," pesan Liana. (Nonik/Ayu)

Fathun Naim (sisi kiri) sedang menyampaikan materi tentang Internet Money Making Ideas.


Parist.Id, KAMPUS - Menghadapi era yang serba online menjadikan setiap da'i harus menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang mulai berubah. Segala sektor yang sudah menggunakan internet menuntut da'i untuk ikut menyesuaikan diri jika tidak ingin termakan oleh perkembangan zaman.

"Seekor dinasaurus yang begitu besar bisa punah karena tidak bisa menyesuaikan dengan alam yang berubah. Kegiatan dakwah jika tidak dibarengi dengan penyebaran lewat internet juga lambat laun bisa punah," Ujar Albertis, salah satu pemateri dalam Workshop Internet Money Making Ideas yang diadakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Kamis (28/03/2019) di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) IAIN Kudus.

Dengan di-upoadnya video dakwah seorang da'i berceramah di internet, lanjut Albert, akan memperkenalkan dan memudahkan orang-orang mengenal sang da'i.

"Selain bisa lebih berdakwah nantinya diharapkan dapat memiliki viewer dan subscriber banyak, bisa didaftarkan goggle AdSense sehingga bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah, bahkan dolar," jelasnya.

Hal serupa juga disampaikan Fathun Naim, pemilik Star Up GOKU, menurutnya dengan memposting konten yang menarik bisa mendapatkan dolar dari goggle AdSense. Jika konten bagus akan mempercepat kenaikan rating.

"Jika para da'i mau konsisten berdakwah lewat media sosial seperti youtube, nantinya goggle akan merekomendasikan alamat domain kita. Jika banyak yang buka, banyak pula dolar yang bisa kita dapatkan. Apalagi di era sekarang banyak orang yang belajar lewat youtube" jelasnya. (Fandi)


KUDUS, PARIST.ID - 140 anak-anak TK Negeri Pembina melakukan Program Jeda. Mereka melakukan kunjungan ke PT Sukun dan wisata Kidangan di desa Gondosari, kecamatan Gebog, Sabtu (23/03/19).
Antusias anak-anak TK sedang memberi makan kangkung kepada satwa.

Kepala TK Negeri Pembina Siti Hadiyah mengungkapkan bahwa kunjungan dilakukan dalam rangka kegiatan tengah semester atau biasa disebut dengan Program Jeda. Setiap tengah semester mengadakan kegiatan dengan tema yang berbeda-beda.

“Untuk tahun ini kita melakukan kunjungan ke Pabrik Sukun untuk pengenalan profesi dan ke tempat Wisata Kidangan sebagai wujud pengenalan satwa kepada anak-anak,” tuturnya. Objek wisata kidangan milik PT Sukun dibuka untuk umum. Selain penangkaran rusa terdapat pula beberapa Kuda.

Siti Hadiyah juga menambahkan bahwa kunjungan kali ini tidak didampingi oleh orang tua, tujuannya supaya anak lebih mandiri. Tetapi, anak-anak didampingi oleh 11 guru dengan menggunakan 9 angkutan umum.

Salah satu murid TK Negeri Pembina, Ceta mengaku senang mengikuti Program Jeda. “Saya sangat senang memberi makan kijang, karena ini merupakan pengalaman pertama berkunjung ke sini,” ungkap Ceta. (Ulum/Fiski)

PARIST.ID, KUDUS - Beberapa pedagang di pasar Beru Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus mengeluhkan infrastruktur jalan di sekitar pasar. Kondisi yang berlubang-lubang menjadikan para pengendara harus berhatihati, terutama setelah turun hujan karena banyak genangan di sepanjang jalan. 

“Jalanan di sini perlu diaspal, kami mohon kepada yang terkait untuk segera membangunnya,” ucap Rukanah, salah seorang pedagang sayur di pasar Beru saat ditemui tim bulletin detik Paradigma, Sabtu (23/03/2019).

Senada dengan Rukanah, Muji salah satu pedagang sembako di pasar Beru juga merasa jalanan di sekitar pasar Beru harus diperbaiki. Karena termasuk akses menuju pasar induk Bitingan.

“Hampir semua dagangan di sini memasok ke pasar bitingan, jadi jalan itu di gunakan setiap hari dan perlu diperbaiki lagi,” 
keadaan jalanan pasar beru, gebog, kudus

Berbeda dengan Rukanah dan Muji, Muhammad Afif yang juga pedagang di pasar Beru mengatakan bahwa jalan yang bagian barat baru diperbaiki pada bulan januari lalu. 

“Yang bagian barat ini sudah diperbaiki dari bulan satu kemaren, kalau yang timur memang belum diperbaiki,” ucap Afif.

 Menanggapi hal tersebut, satpam pabrik sukun, Dika mengatakan infrastruktur jalan pasar Beru dibangun oleh pihak pabrik sukun. Jadi untuk pembangunan yang melakukan adalah dari pihak pabrik.

“Kerusakan memang sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi belum ada rencana pembangunan dari pihak pabrik sukun maupun pemerintah desa,” jelasnya. (Azkal)

PARIST.ID, KAMPUS - Ada dua pesan utama untuk peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) LPM Paradigma sebagai dasar pijakan untuk maju di masa depan, yakni rajin membaca dan perbanyak ilmu.


Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Jurang Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, Miftahul Huda, dalam acara penutupan PJTD, Minggu, (24/03/2019). Pelatihan Jurnalistik yang berlangsung selama 22-24 Maret 2019 tersebut bertemakan "Goresan Tinta Wujudkan Makna" yang diadakan di aula Balai Desa Jurang. 

Pesan pertama adalah sering membaca. Mahasiswa harus sadar jika membaca itu penting untuk bekal di masa depan.

"Sebagai jurnalis pemula, sering-sering membaca informasi dan jangan bosan-bosan untuk membaca, entah itu membaca situasi maupun kondisi masyarakat," tutur Miftahul Huda. 

Informasi tidak selalu benar, jangan mudah percaya dengan informasi yang kita dapatkan. 

"Setiap apa yang kita dapatkan cari kebenarannya, jangan sampai kita hanya berkata tanpa tahu kebenarannya," tambah Miftahul Huda. 

Pesan kedua sekaligus pesan terakhir yakni perbanyak ilmu. 
"Walaupun kita aktif dalam organisasi, tapi jangan lupa untuk belajar sehingga ilmu yang kita dapatkan semakin banyak. Dengan belajar kita bisa menemukan teori-teori baru dan akan berguna suatu saat nantinya," jelasnya.

Ia berharap akan ada tindak lanjut untuk membimbing dan mengembangkan potensi peserta PJTD agar ide mereka dapat diterima di masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Umum LPM Paradigma, Ali Murtadho berharap agar peserta PJTD semakin loyal dan semakin meningkat pengetahuannya mengenai jurnalistik. 

"Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini" katanya. (Anisa)


PARIST.ID, KUDUS - Millenial khususnya pemilih pemula harus berani menentukan pilihan sendiri. Jangan sampai pengalaman pertama kali memilih dikendalikan oleh orang lain. Karena apa yang akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan adalah hasil dari pilihan kita sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh KPU Kudus bagian teknik, Dani Kurniawan, dalam acara yang diadakan Polres Kudus Focus Grup Doscussion (FGD) dengan tema "Partisipasi Kelompok Millenial Dalam Antisipasi Golput Guna Menyukseskan Pilpres dan Pilleg 2019 yang Aman, Damai dan Sejuk" di @Home Hotel Kudus, Rabu (20/03/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh KPU Kudus bagian Tehnik Dani Kurniawan, Bawaslu Wahibul Minan, Dosen IAIN Kudus Dr. Abdul Jalil dan segenap jajaran Kapolres Kudus.

Millenial khususnya pemilih pemula jangan sampai menerima praktik transaksional seperti adanya money politik. Karena nasib Indonesia dimasa depan ditentukan oleh pemilihan serentak yang berlangsung selama satu hari.

"Jangan tergiur dengan uang dan jangan mengukur jumlah yang diberikan banyak itulah yang dipilih ataupun sebaliknya. Millenial harus memilih dengan hati nurani," pesan Dani Kurniawan kepada peserta FGD.

KPU Kudus, lanjut Deni sudah melakukan usaha ke beberapa tempat yang dapat dijangkau untuk diberikan sosialisasi mengenai money politik.

"Untuk millenial pemilih pemula yang masih bingung bagaimana track record caleg, kalian dapat mengunjungi website infopemilu.kpu.go.id karena disitu sudah ada data lengkap mengenai calon," jelasnya. "Dengan bekal informasi yang didapat, diharapkan millenial dapat menentukan pilihan dengan hati nurani dan tidak tergantung pada money politik," tambah Dani.

Senada denngan Dani, Dosen IAIN Kudus Abdul Jalil berpesan Untuk millenial yang masih gusar dengan adanya money politik yang masih berkembang di masyarakat, tidak usah demo dan lantas menyalahkan KPU. 

"Semuanya bisa diutarakan baik-baik dengan melakukan audiensi, datangi yang punya kewenangan dan sampaikan apa yang menjadi buah pikiran kalian," jelasnya. (Aang/Fal)


PARIST.ID, KAMPUS - Dalam rangka membangkitkan jiwa kritis mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kelompok Pecinta Nalar (KPN) mengadakan nonton bareng dan bedah film yang berjudul Sang Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto. Acara yang bertema "Menggali Jiwa Kritis Mahasiswa Melalui Kacamata Historis" dilaksanakan di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) IAIN Kudus, Rabu (20/03/2019).
foto bersama anggota KPN bersama pemateri Aat Hidayat setelah nonton bareng, bedah film dan bedah buku "HOSTJOKROAMINOTO".

Acara yang berlangsung kurang lebih lima jam tersebut, menghadirkan Aat Hidayat M. Pd. I sebagai pembedah film yang disutradarai oleh Garin Nugroho. 

"Sebagai manusia kita harus selalu membaca, berwacana, menulis dan bergerak," pesan Aat Hidayat mengenai ulasan Film yang diperankan Reza Rahardian itu.

Ketua umum KPN Silva Taakhurin, berharap dengan adanya acara ini bisa sedikit membuka cakrawala dan kritis berfikir mahasiswa.

"Kita bisa belajar dan meneladani tokoh sang guru bangsa HOS Tjokroaminoto," katanya.

Bersamaan dengan itu, Nandita Hapsari selaku ketua panitia mengaku memilih film tersebut karena sosok HOS Tjokroaminoto bukan sekadar pahlawan, akan tetapi sebagai tokoh yang melahirkan orang-orang hebat pembawa perubahan bangsa Indonesia, seperti sang proklamator Indonesia dan Sami’un.

Uut, tamu undangan dari UKM Teater Satoesh mengapresiasi acara tersebut karena sangat jarang diadakan di IAIN Kudus.

"kalau bisa ke depannya acara yang membangun jiwa kritis mahasiswa ini diadakan yang lebih meriah lagi, bahkan kalau bisa berkolaborasi dengan organisasi-organisasi lain," jelasnya. (Wafi)

PARIST.ID, KAMPUS - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Satoesh mengadakan perlombaan baca puisi bertema "Sajak Negeri KH. Mustofa Bisri" Tingkat SMA atau SLTA Se-Karesidenan Pati, Senin (18/03/2019) di gedung PKM IAIN Kudus. 


Penampilan peserta lomba baca puisi " Sajak Negeri. KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)"

Acara ini dihadiri oleh  Asa Jatmiko seniman dari Kudus, Ali Rege musisi dan alumni Satoesh, serta Wisda Amalia, S.H.I., M.H., sekaligus menjadi juri dalam perlombaan. 

Ketua panitia, Wisnu Bayunurti mengatakan ide dalam lomba ini mengambil puisi karangan Gus Mus berjudul "Negeriku".

"Yang kami inginkan dari ide yang kami usung nantinya generasi muda dapat lebih cinta tanah air meski hanya melalui puisi," jelas Wisnu.

Ia juga berharap diadakannya lomba ini nantinya dapat dijadikan wadah para generasi muda untuk bersastra.

"Ajang perlombaan ini dapat dijadikan tempat untuk mengembangkan bakat dan mampu menumbuhkan kepercayaan dalam diri seseorang," jelasnya.

Salah satu peserta lomba dari MA NU Ibtidaul Falah, Ahmad Syaifuddin mengaku terkesan dengan lomba yang ia ikuti. Menurutnya, adanya lomba baca puisi ini dapat dijadikan pendidikan sastra terutama puisi bagi para generasi muda.  

"Apalagi ide tema lomba ini diambil dari puisi Gus Mus, saya jadi merasa tertarik. Karena selain seorang penyair Gus Mus adalah seorang kyai," Kata Syaifuddin yang pernah juara satu lomba puisi di UMK Kudus. (Intan/Fal)

Parist.id - KUDUS, memperingati hari jadi yang ke 21 Komunitas Seni Samar Kudus mengadakan pertunjukan teater sekaligus reuni anggota di gedung auditorium Universitas Muria Kudus, Rabu (06/03/19).

Salah satu panitia acara, Dian menuturkan bahwa di HUT komunitas samar ini banyak anggota senior yang turut hadir.

"Serasa kaya reuni, karena banyak dari anggota senior yang hadir dan ikut andil dalam pertunjukan ini," tuturnya.
Pertunjukan Teater Komuntas Seni Samar di Auditorium Universitas Muria Kudus dalam Rangka HUT ke 21

Pertunjukan tersebut merupakan pertunjukan pertama setelah vakum selama 3 tahun terakhir. Dalam pertunjukan yang di selenggarakan tadi malam, mula-mula dibuka dengan pertunjukan pentas musik dari republik kanzu dengan alunan musik tradisional dilanjutkan penampilan musik Jaipong  oleh persatuan musik jaipong Kudus ( PEMUJAKU ).

Komunitas seni samar sendiri, lanjut Dian, menampilkan pertunjukan teater dengan judul bregada merundhandha, yang menceritakan tentang kisah pasukan elit dari kerajaan Medang kamulan untuk melawan pemberontakan dari raja Sunda pada saat itu. Namun sungguh tak disangka setelah berhasil mengatasi pemberontakan raja Sunda setiba di istana Medang kamulan sang raja yang bernama ratu Sanjaya gugur akibat penyerbuan kerajaan Sriwijaya.

Singkat cerita, karena merasa telah gagal mengemban titah sang ratu, bregada mayura yang yang merupakan pemimpin pasukan bregada mayura. Ia memutuskan meninggalkan kerajaan Medang sang kembali ke tanah muria dengan melepas semua yAng dimiliki nya dan  bersemedi membersihkan dirinya serta hidup sebagai orang biasa dengan beberapa pengikut nya.

Dian berharap apa yang dipentaskan Komunias Semar dapat menjadi visualisasi fiksi dari kisah bregada merundhandha yang merupakan secuil kisah tentang asal kota kita sebelum kota ini bernama Kudus.

"Singkatnya agar masyarakat Kudus tau asal kotanya sendiri sebelum bernama Kudus," harapnya. (Ali)

Parist.id, KUDUS - Setelah beberapa tahun vakum dari dunia pentas seni, Komunitas Seni Samar Kudus akan menggelar perhelatan pertunjukan seni teater yang berjudul "Bregada Merudhandha", Rabu (06/03/2019) besok malam di Auditorium Universiras Muria Kudus (UMK).
panflet kegiatan pentas seni Samar Kudus

Manajemen Produksi Komunitas Semar, Bagus Penggalih mengatakan pentas teater kali ini menceritakan tentang tesis sejarah kota atau peradaban yang kini bernama Kota Kudus.

"Dalam cerita ini nantinya akan ada peperangan antara pasukan pengabdi Ratu Sanjaya dan pemberontak dari kerajaan Raja Sunda-Galuh, dan asal usul dari upacara Merudhanda yang merupakan judul dari teater ini sendiri" jelas Bagus. 
Komunitas Seni Samar merupakan komunitas seni dari Kudus yang terakhir tampil dalam pertujukan seninya pada tahun 2014 terakhir. 

"Kami sering menggunakan karya-karya sendiri dalam pementasan. Namun tak jarang juga menggunakan penulis lakon terkenal," jelas Bagus.

Selain pentas teater, nantinya akan ada pentas musik dari Republik Kanzu, Persatuan Musisi Jaipong Kudus (PEMUJAKU) dan Diskusi Kebudayaan Rananggana: Sejarah Samar Kota Kudus Masa Lampau. (Fal)

Parist.id, KAMPUS - Ada tiga peranan yang harus dipahami dan diimplementasikan mahasiswa dalam pesta demokrasi. Tiga peranan tersebut yakni mahasiswa sebagai kontrol politik, membangun pemikiran masyarakat, dan meningkatkan kesadaran mahasiswa di barisan depan.  
Suasana seminar kebangsaan membangkitkan eksistensi mahasiswa dalam pesta demokrasi di era milenial di hedung SBSN Lt. Kampus Timur IAIN Kudus

Hal tersebut diungkapkan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Abdul Karim, dalam Seminar Kebangsaan yang diadakan oleh DEMA Fakultas Tarbiyah. Seminar dengan tema Membangkitkan Eksistensi Mahasiswa Dalam Pesta Demokrasi di Era Milenial ini diadakan  di Gedung SBSN lantai 1, Selasa (05/03/19).

Peran pertama yakni mahasiswa sebagai kontrol politik, artinya mengedapankan sistem pengawasan yang dimiliki mahasiswa.  

"Tentunya pengawasan yang berbasis edukatif dan produktif dalam arti  mendidik dan menghasilkan hasil bermakna. Lebih tinggi lagi daripada masa dulu sebelum kalian mengenal dunia mahasiswa," tambah Abdul Karim.

Kedua, lanjut Abdul Karim, mahasiswa dapat membantu membangun pemikiran masyarakat. "Supaya  pesta demokrasi memiliki makna dengan adanya gerakan mobilisasi mahasiswa," jelasnya.

Kemudian terakhir, yakni meningkatkan kesadaran mahasiswa di barisan depan demokrasi.

"Mahasiswa. harus bisa menerjemahkan bahwa mahasiswa menjadi garda terdepan untuk mengembangkan sistem nilai di era milenial. Nilai tersebut yakni moral nilai ketuhanan nilai sosial," jelas Abdul Karim.

Sementara itu, Wakil Dekan III, Agus Retnanto dalam sambutanya berharap, mahasiswa  harus bisa menentukan sikap meski menjadi pemilih pemula. Selain itu, meningkatkan pemahaman pengetahuan dan wawasan sehingga dengan mantap menentukan pilihan.

"Sikap seorang mahasiswa yang bijak adalah merasa memiliki bangsa karena sejatinya merekalah anak bangsa yang akan menjadi penentu masa depan," harapnya. (Umi)

PARIST.ID, KAMPUS- Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Kudus mengadakan kegiatan Gebyar Kreativitas Seni III PGMI dalam rangka sebagai syarat munaqosah mahasiswa semester delapan yang diselenggarakan di GOR IAIN Kudus, Rabu (27/02/2019). 
Penampilan salah satu peserta gebyar kreatifitas seni III PGMI di GOR IAIN Kudus.
FOTO; Rifa/PARAGRAPH FOTO

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 27-28 Februari 2019. Diikuti oleh 216 peserta tari dari 6 kelas mahasiswa PGMI semester 8 dengan satu kelompok tari terdiri dari 8-10 orang. 

Ketua panitia, Adila Himma Putri menjelaskan bahwa Gebyar Kreativitas Seni (GKS) III dilaksanakan mulai angkatan pertama tahun 2013. 

"Acara ini diselenggarakan sebagai ajang ujian tari mahasiswa PGMI semester Delapan, karena dalam munaqosah persyaratannya harus mempunyai sertifikat KMD, sertifikat senam dan Sertifikat tari," jelasnya.

Kali ini, lanjut Adilla, mengusung tema Pesona Budaya Nusantara sebagai bentuk untuk nguri-nguri atau pelestarian budaya daerah nusantara yang sudah tergerus zaman. Selain itu juga sebagai bekal dan pengasah kemapuan untuk mahasiswa PGMI jika sudah terjun kelapangan atau mengajar.

"Dalam pagelaran tari yang ditampilkan oleh peserta, panitia menentukan empat tema  yaitu tari nusantara, tari daerah, tari dolanan, dan tari kreasi," imbuh Adilla.

Senada dengan Adila, Aisyah salah satu peserta tari mahasiswa PGMI semester 8 mengatakan bahwa acara ini adalah ujian tari namun dibentuk sebagai pagelaran. Dalam jenis tari yang akan ditampilkan peserta memilih tari yang akan ditampilkan sesuai tema.

"Untuk acara ini kami latihan menari selama 2 bulan, mendapatkan tema tari dolanan dan tari yang kami tampilkan adalah tari lir-ilir," katanya.

Aisyah juga berharap dengan adanya gebyar kreatifitas seni PGMI dapat meningkatkan kualitas mahasiswa PGMI dan untuk kedepannya acara ini lebih keren dan lebih bagus. (Lath/Rif/Fal)

PARIST.ID, KAMPUS - Koperasi Mahasiswa (KOPMA) IAIN Kudus mengadakan seminar nasional dalam rangka menyambut revolusi industri 4.0 berlangsung di Aula SBSN lantai 1 IAIN Kudus, Selasa (26/2/2019).
 Hervy Devianto (Koordinator Grab Jateng dan DIY), dan Mirza Rizal Auladi (Development DIY Shopee) saat mengisi seminar nasional di gedung SBSN IAIN Kudus.


Acara ini dibuka dengan Tari Kretek dan diresmikan oleh Pembina Koperasi IAIN Kudus, Nur Hadi SE, M.Si diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta dari mahasiswa IAIN Kudus, umum, dan segenap tamu undangan dari instansi lain, seperti KOPMA IAIN Salatiga dan KOPMA UMK.

Ketua umum KOPMA IAIN Kudus, Yusfi Hadi Mahendra, dalam sambutannya menjelaskan bahwa seminar ini diadakan untuk menyambut revolusi industri 4.0 dengan mendatangkan startup yang sudah go internasional seperti Grab dan Shopee untuk membekali mahasiswa agar siap menghadapi era persaingan saat ini.

Senada dengan Yusfi, Noor Hadi menjelaskan dalam sambutannya bahwa seorang mahasiswa harus punya mimpi besar kemudian melihat detail usaha dengan memanfaatkan peran teknologi.

"Semua bukan tergantung adanya perubahan atau besarnya sebuah perubahan. Tetapi karena Anda sendiri yang tidak pernah memulai perubahan." Noor Hadi menegaskan. 

Noor Hadi melanjutkan, memulai memang susah, tetapi itu harus dilakukan. Karena ketika kita tidak segera memulai, maka kita tidak akan pernah bisa menilai kita gagal atau berhasil. Biar saja saat ini kita dipandang sebelah mata, suatu saat nanti buat orang lain melihat dengan kedua mata dan mengatakan "Wow!" 

Selanjutnya, Koordinator Grab Jateng dan DIY, Hervy Devianto menjelaskan, startup merupakan media untuk membuat orang menjadi berkembang dan dapat dijadikan peluang usaha. 

"Perkembangan teknologi yang semakin canggih, seyogianya diimbangi dengan terus mengembangkan kemampuan agar kita tidak menjadi korban saja, tapi pemeran." Jelas Hervy.

Hervy juga menceritakan bagaimana perjuangan Grab beradaptasi dengan lingkungan. Tak jarang, kehadiran Grab dianggap menjadi pemicu raibnya rejeki ojek pangkalan. Namun meski begitu, Grab tetap berusaha melakukan pendekatan baik ke ojek pangkalan langsung dan pemerintah sekitar.

Berbeda dengan Hervy, Mirza Rizal Auladi, bagian Development DIY Shopee Team memaparkan tentang jual beli online yang sekarang menjadi trend untuk memberikan edukasi dan motivasi kepada mahasiswa untuk berani memulai usaha dan membuka marketplace di Shopee. 

Dengan penyampaian materi yang dikemas dengan asyik dan berbobot, Mirza berhasil menarik antusias peserta seminar untuk tetap semangat mengikuti seminar sampai selesai sehingga ilmu yang peserta dapatkan maksimal dan dapat menggerakkan peserta untuk berani berwirausaha dan menjual produk di Shopee. (Aang/Fal)

KUDUS - Ikatan Mahasiswa Alumni Ibtidaul Falah (IMATIF) adakan sosialisasi mengenai dunia kampus di aula Madrasah Ibtidaul Falah, Minggu (25/02/2019).
Antusias Siswa-siswi Madrasah Ibtidaul Falah dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tentang dunia kampus.
Ketua IMATIF, Muhtarom mengatakan dunia kampus itu menantang dan menyenangkan sekaligus dapat membantu mengurangi angka pernikahan dini.

"Adik-adik harus mempunyai jiwa semangat untuk kuliah. Kuliah itu menyenangkan. Dan sekaligus ikut mencegah pernikahan dini yang persentasenya masih tinggi," katanya. 

Ia berharap setelah adanya sosialisasi ini adik-adik semakin semangat untuk melanjutkan pendidikan dan tidak bingung lagi untuk memilih perguruan tinggi nantinya. 

"Kalian tidak usah bingung mau kuliah di mana. Nanti akan banyak brosur perguruan tinggi yang akan dibagikan kakak-kakak IMATIF" tutur Muhtarom. 

Di samping itu, ketua II IMATIF, Aang Riana Dewi memberikan motivasi kepada adik-adik untuk mampu bersaing dan menjadi generasi millenial yang membanggakan bangsa. 

"Semangat belajar dan luaskan wawasan kalian dengan memperbanyak pengalaman di dunia perkuliahan. Karena saat ini era persaingan, maka sudah selayaknya kaliam sebagai generasi millenial mengimbangi dengan menempuh pendidikan yang lebih tinggi," jelasnya. (Aang/Fal)

Postingan Populer

il mael

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-Bewamtnj73s/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAFU/fJUPS69SUnA/s60-p-rw-no/photo.jpg} Layouter Paradigma Institute {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Paradigma Institute

{picture#https://lh3.googleusercontent.com/-cWUBFHxzqCw/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA6g/KaPy3MU6IlM/s60-p-rw-no/photo.jpg} Paradigma Institute merupakan media daring dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus. Kami adalah sekumpulan Mahasiswa yang punya tanggung jawab mengabarkan dan membangun wacana untuk Mahasiswa secara umum. {facebook#https://www.facebook.com/parist.id} {twitter#https://twitter.com/followers} {google#https://plus.google.com/+ParadigmaInstitute} {youtube#https://www.youtube.com/channel/UCYPT2Hb0weZPMVWNAofQsPw?view_as=subscriber} {instagram#https://www.instagram.com/paragraphfoto/?hl=en}
Diberdayakan oleh Blogger.